
"Kleekk~~" Suara pintu kamar mandi yang terbuka menampakkan shin yang hanya berbalut handuk keluar dari dalamnya,
Shin melirik kaca yang jauh berada di hadapannya, melihat tubuhnya yang berisi dengan lipatan perut yang serasi membuat dirinya terpana dengan dirinya sendiri,
"Apa tubuhku memang sebagus ini? atau ini efek dari tubuh baru? tapi bukannya tubuh berkembang yang ku terima ketika memasuki dunia sagart juga ikut menyatu dengan tubuh dunia fana ku? tapi bukannya hanya jiwa saja yang kembali?"
Sambil memandangi tubuh barunya shin bertanya tanya dengan apa yang terjadi padanya, namun seberapa kali pun shin mencoba berfikir dia tak menemukan sebuah jawaban yang pasti.
"Masa bodohlah." ucap shin mengabaikan pikirannya, shin pun mengalihkan pandangannya kearah yuki, namun shin langsung menghela nafas panjang karena melihat yuki sudah memakai piyama berwarna putih yang disediakan hotel,
Karena hal itu shin pun mengusir hasratnya jauh jauh agar shin tak tergoda untuk berhubungan dengan yuki, dia pun membuka lemari untuk memakai piyama yang telah di sediakan oleh hotel tersebut,
Setelah itu shin pun mendekat keranjang untuk melihat wajah yuki yang kini sudah tertidur pulas, shin pun mengarahkan tangan untuk membelai wajah yuki yang sedang tertidur disampingnya,
"Ehmmm~" keluh yuki dalam tidurnya merasakan tangan shin menyentuh wajahnya,
Seolah nyaman dengan kehangatan yang yuki rasakan tangannya secara cepat mendekap tangan shin, membuat shin tak dapat menarik tangannya kembali,
"Gadis ini, apa kau tak memiliki rasa waspada." ucap pelan shin,
"Haaahh~~" hela nafas panjang shin, "Aku masih tak percaya, secepat ini kita bersama, aku pikir aku harus menunggu lebih lama." ucap shin
Dia pun kini berbaring dengan posisi miring sembari menatap yuki yang sedang tertidur, Yuki pun seolah perlahan mendekat sembari menindih tangan shin seolah mencari kehangatan yang lebih dalam,
"Aku tak tak tahu, aku harus bersyukur atau marah, rasanya aku sangat marah jika tahu pangeran kepar^t itu yang membuat ingatanmu kembali." ketus shin kesal,
Shin memeluk manja istrinya yang terlelap, karena memang hari sudah semakin malam, shin mencoba tidur sambil mendekap yuki namun sebuah telepati menghubunginya,
'Master.' ucap telepati tersebut
'Gyana! ada apa?' tanya shin menjawab telepati tersebut,
'Apa saya menganggu master?' tanya balik gyana
'Tidak, lalu ada apa?' tanya shin kembali
'Tugas yang master berikan sudah selesai.' jawab gyana
'Bagaimana perkembangannya?' tanya shin
'Tuan Besar, sudah sepenuhnya menguasai apa yang diperlukan, sedangkan nona kecil sudah pindah ke sekolah terbaik yang disarankan oleh Chu Yenshi, Sedangkan untuk perang, Presiden negara C ingin menemui anda.' jawab gyana,
'Aku tak mengira ayah akan bisa melakukannya secepat ini, Yah meskipun seorang petani ayah juga lulusan dari akademi canvile.' pikir shin mendengar penjelasan gyana,
'Untuk apa presiden ingin bertemu denganku? apa dia tahu akulah penyebab perang tersebut? apa 3 sekawan itu berkhianat?' balas shin
__ADS_1
'Saya sudah menyuruh conan menyelidiki hal tersebut, dia bilang presiden tahu dari intelegen khusus negara, ini kelalaian saya, maaf master.' ucap gyana
'Tidak, lagi pula aku tak berniat menutupi hal tersebut, lalu dimana tempatnya?' tanya shin
'Presiden sedang menunggu di hotel lantai bawah.' ucap gyana
'Haaahh~~ Sepertinya menemui presiden memang tak bisa dihindari, bahkan pemimpin negara bersedia menunggu.' ucap shin
'....' gyana hanya terdiam tak menjawab perkataan shin, gyana memang sama sekali tak peduli keinginan manusia selain shin, meskipun orang tersebut memiliki jabatan tertinggi dalam suatu negara,
'Baiklah, aku akan kesana besok, apa keluargaku tinggal di cast?' tanya shin,
'Iya, Sesuai kehendak master, villa di atas gedung menjadi tempat tinggal keluarga master.' jawab gyana,
[Group Cast]
Bangunan baru yang di bangun di pusat kota J, Gedung tertinggi yang menyediakan segala fasilitas, Hotel - Kasino - Restoran Serta villa megah di puncak gedung,
- Villa
- Kantor Management
- Kasino
- Hotel
'Baiklah, aku akan kesana besok, apa ada lagi?' ucap shin
'Tidak master.' jawab gyana
'Baiklah.' ucap shin mengakhiri telepati mereka,
Shin menghela nafas panjang memikirkan dirinya akan menemui presiden negara, "Hahh~~ Semoga saja presiden itu tak mencoba mencari masalah, jika iya aku juga takkan peduli padanya." ketus shin,
Shin pun memejamkan mata untuk terlelap menyusul yuki yang sudah terbang bebas ke alam mimpi.
.
.
- Group Cast
Di sebuah ruangan dengan meja panjang serta kursi kursi yang telah diduduki seseorang, Terlihat semua orang tak bisa menutupi wajah tegang mereka,
Meskipun posisi duduk mereka terlihat santai namun rasa khawatir terus menyelimuti tubuh mereka,
__ADS_1
Shin yang telah berpisah dengan yuki yang kembali ke akademi kini sedang berjalan di lorong menuju ke tempat dimana presiden negara C berada,
"Klleekk~" Suara pintu ruangan rapat terbuka menampilkan sosok remaja dengan pakaian santai sedang berjalan memasuki ruangan rapat,
Rasa tegang yang terus menyelimuti mereka kini berubah menjadi rasa heran, mereka berfikir siapa remaja ini? kenapa dia disini? bukankah kita sedang menunggu seseorang dibalik penyebab deklarasi perang kerajaan S.
"Tuan." Ucap serentak tiga sekawan yang mengenali shin, mereka berdiri dan membungkuk untuk memberi hormat,
Presiden dan para parlemen yang memasang wajah heran kini memasang wajah terkejut, mereka segera berdiri dan mengikuti apa yang dilakukan tiga keluarga besar tersebut,
Shin tetap berjalan dengan santai diikuti gyana di belakangnya menuju kursi kosong yang masih tersisa, suasana ruang itu menjadi sunyi setelah salam, hanya terdengar suara langkah kaki shin dan gyana yang sedang menuju ke tempatnya.
Shin berdiri sebentar melihat sekumpulan orang disana, bisa dikatakan semua orang membungkuk padanya bahkan presiden negara kecuali satu orang yang tetap duduk dengan wajah sombongnya,
"Jadi ini sosok yang di takuti tiga keluarga besar, hingga presiden negara." ucapnya dengan sombong
[Xiao ZiLan] (41)
Ras : Human
Level : 190
Detail : Presiden Bisnis Keluarga Xiao yang bergerak di bidang Perdangan negara C, pengusaha yang berbakat memonopoli perdagangan negara, memiliki sejarah keluarga paling lama dibandingkan 3 keluarga besar lainya.
Gyana yang merasa marah karena masternya di rendahkan ingin bergerak dan membunuh zilan, namun shin menghentikannya karena shin merasa tak perlu memperdulikan suara serangga.
"Inikah tuan xiao pemimpin keluarga yang memiliki sejarah panjang, senang bertemu denganmu tuan YANG TERHORMAT." ucap shin membalas perkataan zilan dengan nada tekanan yang merendahkan.
Tak memperdulikan zilan, shin pun duduk di kursinya, setelah shin duduk semua anggota rapat kembali duduk di kursinya,
"Jadi, ada keperluan apa bapak presiden yang sibuk, meluangkan waktu untuk bertemu saya?" ucap shin datar,
Suasana pun menjadi tegang kembali seolah aura shin yang menekan membuat mereka membeku, Shin memang sengaja mengeluarkan sedikit auranya untuk menunjukkan bahwa dia bukan anak kecil yang ingin diremehkan oleh orang dewasa.
Sedangkan presiden dan parlemen negara berfikir tak percaya bahwa tatapan seorang anak kecil bisa melumpuhkan sistem saraf mereka untuk bicara.
'Siapa bocah ini? tatapannya seolah memandang rendah kami.'
'Apa jadinya jika dia berada dipuncak? bahkan semuda itu dia dapat membuat kami tak berkutik.'
Secara serentak mereka pun berfikir ,
'Aku tak ingin menjadi musuhnya.'
......................
__ADS_1