
-Belakang Panggung
Meninggalkan Shin yang berjalan pulang bersama nicky yang menjelaskan kenapa nicky memanggil keluar ysabele, Dibelakang panggung Martin dan ysabele berjalan mendekat kearah yuki dan dora yang sedang berdebat.
"Ada apa ini?" kata martin berjalan mendekat.
"Presiden," kata yuki dan dora yang mendengar suara seorang pria bicara dengan mereka,
Mereka pun segera memberi salam sopan ketika martin datang kearah mereka.
'Bagus, ada presiden, aku akan membuatmu tak bisa menyimpan rahasia itu terus menerus' pikir dora,
Dora pun segera menjelaskan apa yang sedang mereka debat kan,
"Apa presiden lihat cahaya saat bergerak ketika ai chan diatas panggung, kita bisa membuat itu sebagai maskot baru dunia idol." kata dora
"Cahaya? Cahaya apa? Untuk sekarang, kita pergi keruangan ku, ini bukan tempat untuk kalian berdebat." kata martin yang melihat perdebatan dora dan yuki di tonton beberapa staff dibelakang panggung,
Yuki dan dora pun menyetujui permintaan martin, mereka pun pergi keruangan martin untuk membahas kembali apa yang terjadi,
Setelah sampai disana martin pun segera melihat rekaman ulang konser yang dilakukan yuki, martin memang berfikir bahwa cahaya layaknya peri itu bisa di jadikan maskot untuk menarik peminat,
Jika dirinya yang dulu martin pasti akan mengunakan segala cara untuk mengetahui hal tersebut, Namun martin pun kini tak bisa menyinggung yuki lagi, ditambah ysabele yang berada disana.
"Hah~ untuk sementara kita abaikan dulu, aku kenalkan dulu ini..." martin ingin memperkenalkan ysabele, namun martin belum tahu namanya jadi kata kata martin terhenti karena kebingungan.
"Nama saya Ysabele, saya berasal dari Negara G Kota B, saya adalah pekerja baru di perusahaan gallia sebagai manager idol," kata ysabele memperkenalkan diri,
"Aku berfikir, ingin mengantikan dora dengan ysabele." kata martin
'Manager ai chan yang baru? tidak ini tak boleh, semua yang kumiliki sekarang karena aku bekerja sebagai manager ai chan,
Ai chan adalah idol dengan bayaran lebih dari 200Juta dolar per konser, semua barang mewah mobil rumah, itu kudapat dari menutupi bayaran asli Ai chan,
Jika aku digantikan, semua akan ketahuan, aku juga akan kehilangan semuanya, ini tak boleh.' pikir dora mendengar kata martin,
"Tunggu presiden, kenapa saya diganti? apa salah saya? selama ini tak pernah membuat kesalahan dalam pekerjaan saya." kata dora menolak keputusan martin
__ADS_1
Mengabaikan dora yang menolak keputusan martin, yuki pun melihat wanita langsing dan cantik yang ingin menjadi managernya, ysabele yang menyadari tatapan yuki pun melempar senyum untuk menanggapi tatapan yuki tersebut.
Seketika yuki pun memalingkan muka karena malu ketahuan sedang menatap ysabele.
"Kamu sudah lama mengikuti yuki, tak masalahkan jika aku pindahkan kamu untuk mengajari idol baru." kata martin menolak permohonan dora,
"Apa presiden lupa apa yang terjadi pada manager yuki sebelum saya." kata dora mencoba mengingatkan martin
Yuki pun tertunduk mendengar ucapan yang keluar dari mulut dora, seolah yuki merasakan rasa takut kembali dalam dirinya,
"Aku tahu, Tapi keputusanku sudah bulat, kamu akan digantikan dengan ysabele, aku akan memberikan informasi idol baru padamu nanti." kata martin
'Sial, kenapa jadi begini? apa presiden tahu selama ini aku memonopoli bayaran yuki.' pikir dora
"Karena ini bukan masalahku, aku akan pergi, presiden tentukan saja mana yang menurut presiden benar." kata yuki sambil berbalik dan pergi meninggalkan ruangan,
Melihat itu martin pun menyuruh ysabele untuk menyusul yuki, sedangkan dora masih terus berdebat dengan martin,
"Kenapa presiden membiarkannya pergi, saya belum setuju untuk digantikan," kata dora keras.
"Saya tidak akan menjadi manager idol lain, saya akan mogok kerja jika presiden tak menarik keputusan ini." kata dora pergi sambil membanting pintu ruangan,
Melihat dora yang telah pergi, martin pun duduk di kursinya kembali,
"Hah~ aku ingin memecatnya, tapi kontribusinya pada perusahaan menghalangiku, jika bukan karena dia (shin), aku juga tak kan merasa pusing, untuk sekarang aku harus memberi tahu ryuji dan Yenshi tentang informasi shin yang kudapat." kata martin kini mengambil smartphone miliknya untuk menghubungi kedua temannya.
Meninggalkan martin yang sedang berbagi informasi dengan kedua temannya, di pintu belakang stadium terlihat ysabele sedang mengejar yuki,
"Nona Yuki, Tunggu.." kata ysabele
Mendengar teriakan itu yuki pun berbalik dan menatap tajam ysabele yang berlari menghampirinya.
'Huwa~ Meskipun nona kehilangan ingatan, tatapan matanya masih membuatku takut.' pikir ysabele yang berhenti berlari dan berjalan mendekat perlahan,
"Nona ingin kemana, sebagai manager nona saya akan menemani nona." kata ysabele menunduk berpura pura mengatur nafas untuk menghindari tatapan yuki.
"Kau dari mana kau tahu nama asliku." kata yuki mencoba bertanya pada ysabele, karena di agensi hiburan tidak ada yang tahu nama asli yuki, sedangkan yang tahu hanya presiden dan dora, disekolah pun jarang ada yang tahu nama asli yuki,
__ADS_1
"Itu Maste... Shin yang memberi tahu, shins juga yang merekomendasikan saya untuk menjadi manager anda." kata ysabele beralasan, ysabele pun dalam pikirannya meminta maaf pada shin karena menjadikannya sebagai alasan.
"Shin itu, apa yang dia mau." kata yuki sambil mengepalkan tangan seolah ingin memukul orang, yuki pun berbalik kembali untuk melanjutkan jalannya, namun ysabele masih melihat senyum yang keluar dari bibir yuki sebelum berbalik.
"Ini jadwalku mulai hari ini." kata yuki melempar sedikit tumpukan kertas kearah ysabale, ysabele pun menangkap tumpukan kertas itu sebelum jatuh kelantai.
'Sepertinya nona membawanya karena tahu, aku akan menjadi manager barunya, yah meskipun aku sudah tahu semua jadwal nona yuki dari nona yui.' pikir ysabele mengikuti yuki,
Tak jauh dari mereka dora sedang membututi mereka dari belakang,
"Pel^cur sialan, siapa dia sebenarnya, apa dia tak tahu sedang berhadapan dengan siapa, tak mungkin aku akan melepas permata ku, lihat saja aku akan membunuhmu." keluh dora
Dora pun mengambil smartphone miliknya untuk menyewa preman untuk membunuh ysabele,
"Slashh~~" dora melihat tubuhnya berdiri tanpa kepala di depan matanya,
"Halo~ Halo~ Sial jika tak penting jangan menghubungiku." suara dari telepon yang terhubung, dan di tutup.
'Apa yang terjadi, kenapa tubuhku berdiri disana, apa aku akan mati.' pikir dora
Dora yang kepalanya tergeletak di lantai pun melihat sosok bayangan hitam dengan sabit besar setelah tubuhnya jatuh ketanah, dora ingin berteriak namun mulutnya tak bisa bergerak.
Pandangan matanya pun mulai buram dan semakin gelap, seolah memakan kesadarannya, Di sela kematian yang menghampirinya dora pun dapat melihat sosok dengan wajah tengkorak dengan memakai tudung kepala sedang tersenyum melihatnya.
Sabit besar yang di pegang sosok tersebut pun kini meneteskan darah yang menempel disana.
Thron yang melihat dora telah mati kini menyalakan api hitam untuk membakar tubuh dora yang tergeletak tak bernyawa, Setelah membunuh dan membersihkan jejak, thron pun melapor pada ysabele bahwa pekerjaan telah selesai, Lalu thron pun menghilang dalam kegelapan untuk kembali kedalam castle.
Sejak hari itu dora pun dilaporkan hilang tanpa jejak.
...••••••••••••••••••...
(*Sebenernya dora ini tokoh penting sebagai antagonisnya yuki, jika diceritain mungkin masih ada beberapa chapter,
tapi karena author males dapet koment "mau mati aja di ceritain", author bikin sesingkat mungkin, padahal author mikirnya biar reader ngerti jalan ceritanya. hiks hiks maafkan author yang bodoh bikin novel*.)
......................
__ADS_1