
Beberapa Jam Berlalu
Ditengah Altar yang menjadi tempat Pois of fire yang telah diserap oleh shin, shin masih terlihat terlelap dipangkuan yuki, para familiar baru yuki pun hanya memandang takjub dengan apa yang mereka lihat sebelumnya.
Para familiar itu tak habis pikir akan ada orang yang benar benar mampu menyerap secara utuh kekuatan api yang selama ini mereka jaga.
"Apa dia benar benar manusia?" ucap Ako menatap shin yang masih terlelap
"Apa maksud perkataan mu?" tanya yuki menatap ako dengan mata tajam
"Master, Maafkan kata - kata saya, kami hanya tidak percaya ada manusia yang mampu menaklukkan api yang selama ini kami jaga, bahkan monster yang lebih kuat dari kamu menjadi butiran debu ketika mencoba menguasai api tersebut." jelas ako
Mendengar penjelasan ako yuki menatap ketiga familiar lainnya, disana yuki bisa melihat bahwa mereka memang memasang tampang tak percaya dengan apa yang mereka lihat,
Berbeda dengan kuro yang memasang wajah lega karena sedari awal dia sudah tahu kelebihan yang dimiliki shin,
"Aku tak pernah tahu, sekuat apa monster yang mengalahkan kalian, tapi yang jelas dia adalah manusia." jawab yuki yakin
Karena yuki memang melihat status shin dengan matanya memiliki ras manusia sama seperti dirinya.
Meskipun tak yakin, namun keempat familiar baru itu pun tak dapat membantah perkataan yuki.
Karena beberapa jam sudah berlalu dungeon underground pun perlahan tertutup, pohon yang besar menjulang langit itu pun perlahan memudar layaknya debu yang ditiup angin,
Monster yang ada di dalam dungeon pun memudar secara berkala bersamaan dengan menghilangnya dungeon, familiar baru yuki pun gemetar karena berfikir mereka juga akan menghilang layaknya monster lainya dalam dungeon,
Namun tak lama setelah dungeon itu menghilang familiar baru yuki yang sedari tadi merasa takut kini merasa tenang, mereka berfikir ternyata benar dengan menjalin kontrak dengan yuki mereka tak lagi terikat dengan dungeon tersebut.
Disisi lain yuki yang sedari tadi diam menyaksikan hilangnya dungeon kini bisa melihat hijau pepohonan serta merasakan lembab nya tanah dibawah kakinya,
"Aku pikir kita harus keluar melewati lorong dimana kita masuk, sebenarnya prinsip dungeon itu seperti apa?" ucap yuki yang baru pertama kali memasuki dungeon,
Namun sistem milik yuki pun menanggapi rasa penasaran yuki dengan cepat, sebuah panel biru pun muncul untuk menjelaskan deskripsi dungeon pada yuki,
__ADS_1
Sehingga yuki yang tak pernah memasuki dungeon pun kini mengerti kenapa mereka kembali ketempat dimana pintu masuk dungeon berada.
[Dungeon]
Sebuah tempat yang tercipta dari ekstensi mana berlebih pada suatu tempat, tingkat kesulitan dungeon bergantung pada level kekuatan pada tempat dimana kumpulan mana tersebut berada.
Berbeda dengan dungeon buatan (pembelian dalam store) yang memindahkan pembeli ke tempat dungeon dibuat, dungeon pembentukan alami akan menghilang jika pusat mana yang menjadi pembentukan dungeon menghilang.
Disela yuki mencoba memahami dungeon, yuki merasakan sebuah kehadiran tah jauh darinya..
"Master, saya merasakan ada sekelompok manusia yang mendekat." ucap ako
"Kau juga merasakannya?" kata yuki
"Tapi mereka adalah mahkluk lemah? kenapa master terlihat panik?" tanya suzak
Yuki terlihat cemas bukan karena takut, namun karena kondisi shin yang belum sadarkan diri yang membuat yuki khawatir,
"Kalian masuk kedalam bayangan bersama kuro." titah yuki
Para familiar baru itu seolah enggan namun mereka pun tak bisa menolak perintah yang keluar dari mulut yuki sehingga mereka secara patuh menuruti perintah tersebut.
'Tubuhnya ringan atau karena kekuatanku yang membuatnya terasa ringan?' pikir yuki
Yuki yang telah sampai di atas pohon pun mengamati pergerakan sekelompok pasukan yang berada di bawah pohon tempat dia berada,
"Srakk~~ Srakk~" suara langkah kaki para pasukan negara A.
"Kapten, kami sudah memeriksa daerah sekitar, kami tak menemukan hiu yang sebelumnya muncul." ucap salah satu team yang melapor di depan sang kapten
"Ini aneh, mahkluk itu muncul tiba tiba, tapi juga menghilang secara tiba tiba," ucap sang kapten sambil memegang dagunya, 'Apa yang sebenarnya terjadi?' pikir sang kapten
"Lapor kapten, kami juga tidak menemukan mahkluk lainnya." ucap pelapor lainnya
"Apa yang akan kita lakukan kapten? apa kita akan terus mencarinya?" ucap wakil kapten
Sang kapten berfikir sejenak, mungkin jika dia mengikuti mahkluk hitam yang dia lihat sebelumnya dia bisa menemukan pintu masuk kerajaan hewan yang selama ini yang dia cari.
__ADS_1
Tapi apa daya jika memang mahkluk yang dia cari malah menghilang secara misterius tanpa jejak.
"Tidak, bagi team kembali untuk menelusuri wilayah hutan, terus berhati hati dengan keadaan sekitar, jika kalian melihat mahkluk itu kembali segera melapor." perintah sang kapten
"Siap kapten." ucap serentak seluruh pasukan yang mendengar perintah,
Mereka pun secara cepat membagi kelompok kembali seperti diawal sebelum mereka melihat mahkluk misterius tersebut,
Secara cepat juga mereka bergerak meninggalkan sang kapten untuk melanjutkan penelusuran mereka.
"Apa yang kapten pikirkan?" ucap wakil kapten yang melihat kaptennya terdiam,
"Tidak ada, hanya merasa kejadian ini terasa aneh, seolah itu sebuah umpan." ucap sang kapten
"Apa maksudnya ada yang mengendalikan mereka untuk mengatur pergerakan kita?" ucap wakil kapten
"Benar." ucap sang kapten, sang wakil kapten memang sangat pintar, bahkan bisa mengerti ucapannya dengan sekejap.
"Jika ada yang bisa mengendalikan mahkluk seperti itu, bukankah orang tersebut itu sudah menjadi sebuah ancaman bagi dunia?bukankah itu orang yang sangat berbahaya." ucap sang wakil kapten
"Bisa dikatakan begitu, tapi melihat tidak ada laporan yang mirip, mungkin orang tersebut adalah orang yang tertutup." ucap sang kapten
Sang wakil langsung mengerti maksud sang kapten, sang wakil kapten berfikir orang yang mengendalikan mereka adalah seorang yang terus bersembunyi tanpa menunjukkan kekuatannya.
"Gerad, perintahkan semua pasukan untuk tutup mulut tentang ini." ucap sang kapten.
"Apa kita tak akan menjadi masalah jika kita tidak melaporkannya?" ucap sang wakil kapten
"Aku sedang ingin memancing." ucap sang kapten.
"Baiklah." ucap sang wakil kapten yang mengerti bahwa sang kapten ingin melihat apakah ada pengkhianat dalam pasukan mereka.
"Sepertinya, perang kerajaan S dengan negara C tak bisa dihindari, kuharap itu tidak memicu perang dunia." keluh kapten sambil menatap rimbunan pohon yang lebat,
Sang wakil pun hanya terdiam mendengar perkataan sang kapten, karena memang dia berfikir sama dengan sang kapten yang menjadi atasannya,
Disisi lain Yuki sedang terbang bersama shin untuk kembali ke negara C menaiki suzak yang telah berubah wujud dengan ukuran sedang untuk membawa mereka.
__ADS_1
......................