Monarch System II

Monarch System II
Ch - 71. Entahlah


__ADS_3

"Sebelumnya saya minta maaf, jika boleh saya bertanya, berapa umur anda?" ucap sang presiden


"17." jawab shin singkat.


'17, bahkan umurnya lebih muda dari anak bungsuku.' pikir pak presiden.


Melihat pak presiden yang terdiam serta para hadirin yang memasang wajah terkejut mendengar jawaban shin, shin mulai bertanya kembali,


"Apa kalian kesini hanya untuk mengetahui berapa usia saya?" ucap shin


"Maaf, bukan itu maksud kedatangan kami," jawab cepat pak presiden, "Kami hanya ingin mengetahui masalah yang telah anda timbulkan." tambah pak presiden,


"Apa anda menyalahkan saya karena perbuatan saya menimbulkan deklarasi perang dari kerajaan S?" ucap shin tegas.


Para hadirin hanya terdiam tak berani menjawab, dihadapan kata kata shin, mereka layaknya rakyat jelata yang sedang mendengar kata kata sang raja.


"Tentu saja, jika memang kau seorang yang hebat seperti yang dirumorkan, kenapa kau ikut melawan mereka." ketua zilan


"Tuan Xiao Zilan, bisakah anda menjaga ucapan dan nada anda." ucap ryuji


"Kenapa apa aku salah bicara? seharusnya yang berbuat juga harus ikut bertanggung jawab." ucap zilan dengan nada keras


"Tuan Xiao, jangan berfikir anda bisa seenaknya hanya karena presiden ada disini, anda bisa ada disini karena kami masih menghormati anda sebagai salah satu keluarga terbesar di kota J." ucap Yenshi


"Hah? Apa hubungannya? lagipula kita hanya perlu menyerahkan gadis lacur itu dan kita bisa terhindar dari perang tak berguna ini." ucap zilan.


Mendengar kata zilan, shin yang sedari bersikap santai menjadi kesal, Zilan pun bisa merasakan tatapan membunuh keluar dari mata shin,


Para penghuni ruangan tersebut pun menjadi kaku akibat tatapan shin, seolah tubuh mereka tak bisa bergerak dengan leluasa, bahkan tak terkecuali zilan yang sedari tadi yang bersikap arogan.


Namun ketika shin ingin bangkit dari duduknya, Gyana bergerak cepat kearah zilan, bahkan mata penghuni ruangan rapat tak bisa mengikuti gerakan gyana,


Seolah dalam sekejap mata gyana telah berpindah tempat dari tempatnya berada.


"Kuugghh~~" Keluh zilan yang tubuhnya terangkat dari lantai karena gyana mencekik leher zilan dengan satu tangannya,


"Manusia rendahan apa kau sudah bosan hidup? bahkan berani beraninya mulut kotor mu, menghina nona." ucap gyana dengan nada marah,


Zilan berusaha melepas cekikan di lehernya, namun bahkan kekuatan dan tenaga dalamnya tak bisa membuat tangan gyana lepas dari lehernya,


Melihat gyana yang sudah mengeluarkan kipasnya ingin menebas leher xiao zi lan, shin segera memperingati gyana,


"Gyana, jangan buat ruangan ini kotor, hentikan tindakanmu." keluh shin melihat zilan yang hampir mati karena kehabisan nafas,

__ADS_1


Mendengar titah shin, gyana pun melepas zilan dan kembali berjalan untuk berdiri kembali dibelakang kursi shin, meninggalkan zilan yang mengatur nafas di kursinya akibat perbuatan gyana,


"Sekali lagi ada yang membahas soal istriku, akan mati ditempat." ucap shin,


Yenshi dan Martin terkejut mendengar kata kata shin, apa lagi ryuji yang menjadi ayah angkat yuki, namun mereka pun tak berani bertanya karena keadaan dalam ruangan sedang terasa kacau akibat ulah xiao zilan.


"Tak~ Tak~" suara jari shin yang berirama mengetuk meja di depannya menunggu orang orang berbicara, Namun suasana yang tegang membuat orang orang dalam ruangan tak berani mengeluarkan suara.


"Aku tak ingin membuang waktuku disini, jadi langsung saja ke intinya." ucap shin


"Apa yang akan anda lakukan tentang deklarasi perang tersebut?" ucap pak presiden yang memberanikan diri untuk bicara,


"Sebenarnya apa isi deklarasi perang yang dikeluarkan kerajaan S itu?" ucap shin


Meskipun agak ragu, ryuji yang duduk tak jauh dari shin menyerahkan sebuah lembar kertas di hadapan shin, dalam lembar kertas itu tercantum undang undang perang dunia, serta peringatan disertai segel kerajaan S,


Inti dari surat deklarasi perang tersebut adalah


Menyerahkan Aikasa Yuki serta Hayashi Shin, Setelah itu shin dan yuki akan di hukum gantung di hadapan publik.


Jika itu dituruti maka kerajaan S akan menarik mundur pasukan kerajaan agar perang tak terjadi.


Setelah membacanya, shin melempar kertas tersebut seolah tak memperdulikannya,


"Apakah anda yakin ingin benar benar melakukan perang." ucap sang presiden


"Benar, Saya pikir jika terjadi perang itu akan berkepanjangan, serta rakyat yang akan terkena dampak perang." ucap salah satu penasehat negara


"Iya itu jika perang antar negara! ini hanya perang aku dan mereka." ucap shin percaya diri


"Apa anda tak ingin bantuan kami." ucap sang presiden


"Bukankah penasehat negara sudah bilang, jika perang negara itu hanya akan berdampak untuk rakyat, mereka memang tak penting di mataku, tapi untuk apa aku melibatkan orang yang tak berniat melawanku." ucap shin


Para penghuni ruangan rapat bisa mengerti maksud perkataan shin, intinya yang tak melawan shin maka dia akan selamat, jika sebaliknya maka mereka akan mati.


Namun percaya tak percaya pak presiden pun hanya bisa menyerahkan masalah itu pada shin, karena tindakan shin memang tak merugikan negara atau rakyat.


Pak presiden hanya berfikir, jika shin menang itu adalah hal bagus, karena negara lain juga akan merasa segan untuk merendahkan negara C, jika shin kalah, perang juga tak akan terjadi karena tujuan kerajaan S hanyalah Shin dan Yuki.


"Baiklah, Jika keadaan memburuk kami akan membantu." ucap pak presiden basa basi,


Meskipun begitu shin juga tahu, jika dalam bahaya presiden juga takkan membantunya dengan kekuatan penuh, jadi shin tak pernah berharap bantuan dari presiden, lagi pula dunia ini shin sudah menjadi mahkluk terkuat.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap shin menjawab perkataan presiden, "Karena rapat sudah selesai aku akan pergi." ucap shin bangkit meninggalkan ruangan rapat.


Suara riuh pun memecah suasana ruangan rapat setelah shin pergi melewati pintu ruangan rapat.


"Ini gila, bagaimana bisa terjadi."


"Apa benar dia akan melawan pasukan kerajaan sendirian?"


"Pak presiden, haruskah kita mengadakan rapat ulang."


"Dasar arogan, dia masih kecil tapi kata katanya benar benar sombong."


"Benar, Apa kita culik saja sang idol it..."


"Brakkkk~~" sebuah pukulan menghantam wajah salah satu parlemen yang memberi usul secara gegabah, membuat parlemen itu terpental hingga menabrak dinding.


"Jaga bicaramu tuan. jika kau bukan anggota negara aku sudah membunuhmu, Kalian juga sama ketika dia ada disini kalian hanya diam membeku, setelah dia pergi kalian membicarakan mereka.


Apa ini sikap parlemen negara C. Cihh~ Aku tak habis pikir negara yang menghidupiku memiliki parlemen sampah seperti ini." ucap ryuji yang marah mendengar ocehan para parlemen.


"Aku peringatkan kalian, Jika kau tak mau mati layaknya kasus yang baru baru ini terjadi, Jangan berfikiran bodoh." ucap ryuji berlalu pergi meninggalkan ruangan.


Melihat para parlemen yang terdiam mendengar perkataan bos mafia, Martin menimpali kembali.


"Pak presiden, Orang yang duduk disini adalah orang yang mendapat titel Little Nightmare." ucap martin sambil memegang kursi tempat duduk shin,


Meninggalkan presiden dan parlemen yang tercengang, Martin dan Yenshi pun pergi meninggalkan ruangan rapat.


Sedangkan didalam lift gyana mencoba bicara dengan masternya,


"Apa master tidak menemui tuan besar?" tanya Gyana,


"Tidak, sekarang belum saatnya mereka tahu bahwa semua ini dariku." ucap shin


"Lalu apakah saya bisa mengikuti master karena posisi sudah diambil alih oleh tuan besar?" tanya gyana yang sudah lama berpisah dengan masternya.


"Tidak, kau jaga ayahku untuk sekarang, jika sudah saatnya pergi kau bisa kembali, untuk sekarang cari saja penggantimu sebelum kau pergi." ucap shin


"Ting~" suara lift yang telah mencapai lantai lobby gedung


"Baiklah master." jawab gyana


Shin pun mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan gyana yang kembali ke posisi tempat dimana dia berada.

__ADS_1


......................


__ADS_2