
Kerajaan S
Kerajaan adalah sebuah negara yang masih mempertahankan idialisme sistem kasta, meskipun begitu perkembangan kotanya juga mengikuti jaman masa kini,
Di sebuah kota yang modern Suzan terbang dengan ketinggian rendah memperlihatkan sosok burung legenda yang selama ini menjadi mitos dunia,
Bayangannya yang terpapar bergerak di tanah membuat penduduk kota mendongak keatas untuk melihat sosok asli bayangan tersebut,
Banyak orang mengambil foto atau hanya memasang wajah melongo karena melihat kejadian tersebut, alhasil kemunculan suzak pun menjadi fenomenal di dunia Maya,
Banyak juga yang menganggap kemunculan suzak sebagai pertanda kebaikan di kerajaan tersebut.
"Mencolok sekali." ucap Shin yang mengomentari cara terbang suzak
"Apa masalahnya? lagi pula ini juga bukan ukuran aslinya." jawab yuki cepat
Karena memang suzak sekarang dalam ukuran monster raksasa biasa, jika dalam ukuran asli suzak bisa menutupi seluruh kota hanya dengan terbang diatasnya.
"Iya Iya." jawab Shin singkat
Shin dan Yuki yang berada di atas punggung suzak pun bergerak langsung menuju kearah kastil dimana tempat raja kerajaan S berada,
Setelah waktu berlalu, akhirnya mereka pun mendarat di halaman kastil kerajaan S, Kastil yang megah serta halaman yang luas membuat Shin dan Yuki dapat dengan mudah menemukan tempat tinggal sang raja.
"Swaashh~~" Suzak pun mendarat di halaman kastil kerjaan S, sebagai negara yang berperang tak asing lagi jika Shin dan Yuki tak di sambut oleh beberapa pasukan kerajaan S yang sedang berjaga,
"Si-Siapa Kalian?" teriak seseorang yang memimpin pasukan kerajaan, meskipun nada suaranya terlihat ragu namun, terlihat badannya kekar dan tinggi bisa di pastikan bahwa orang itu lah komandan dari pasukan tersebut.
Shin dan Yuki yang turun dari punggung suzak pun berdiri bersebelahan sambil menatap seorang yang sedang bertanya dengan mereka.
"Maafkan saya jika bertamu tanpa diundang," ucap Shin dengan nada sopan, "Kami berkunjung hanya sebentar tidak perlu repot repot untuk menyambut kami."
__ADS_1
Sang komandan terdiam mendengar perkataan Shin, meskipun Shin bilang berkunjung namun mana ada tamu yang masuk secara ilegal bahkan sambil menunggangi mahkluk yang telah menjadi legenda,
'Kerajaan sedang bersiap untuk perang, berkunjung hanya sebuah alasan! pasti ada niat lainnya, dilihat dari wajahnya sepertinya dia dari negara C, apa dia pengantar pesan? tapi tidak mungkin pengantar pesan menaiki burung legenda! apa negara C sedang pamer kekuatan?' sejuta pikiran memenuhi otak sang komandan,
Namun berapa kali pun dia menemukan jawaban semua adalah hal yang tak masuk akal, bahkan sosok yang masih muda dari Shin dan Yuki membuat sang komandan semakin kebingungan.
"Berkunjung? katakan alasanmu datang kemari atau pasukan ku akan menarik pelatuk dari senjatanya untuk menyerangmu." kata sang komandan
Mendengar ancaman dari sang komandan, Shin dan Yuki masih terdiam sejenak mereka yang masih bersikap santai dihadapan puluhan senjata yang mengarah pada mereka, membuat sang komandan semakin terheran heran.
'Apakah dia benar benar masih anak kecil? atau hanya penampilannya yang hanya terlihat seperti anak kecil?' pikiran komandan lagi lagi dibuat kebingungan
"Iyah, sekali lagi maafkan ketidak sopanan kami." ucap Shin sambil membungkuk sedikit untuk memberi hormat
"Katakan apa tujuanmu?" kata sang komandan tegas
"Kami hanya berkunjung sebentar untuk MENGAMBIL KEPALA RAJA." kata Shin
Sang komandan dan para prajurit yang mengarahkan senjata terkejut mendengar ucapan Shin, bagaimana bisa kata kata sepeti itu keluar dari seorang bocah yang berumur 16-17, tahun?
"Dorr~~" sebuah senapan menembakkan pelurunya kearah Shin, sang komandan yang kaget segera menoleh kearah tembakan tersebut,
Sang komandan yang malah bisa melihat wajah sang penembak ketakutan, hingga sang komandan berfikir bahwa itu wajar karena ia baru saja membunuh seorang anak kecil.
"Sial, jika kejadian ini tersebar apa yang harus kukatakan pada publik? ini akan menjatuhkan derajat pasukan kerajaan Dimata publik." keluh sang komandan.
"Wah terima kasih untuk kebaikan anda karena telah mengkhawatirkan saya," ucap Shin sambil melempar peluru yang dia tangkap ditangannya naik turun.
Sang komandan yang mendengar kata kata itu segera menoleh kebelakang untuk melihat Shin berada, dia bahkan semakin terkejut melihat Shin yang baik baik saja,
"Tapi aku tak berniat bermurah hati." ucap Shin yang mengunakan jarinya untuk melepas peluru kearah sang penembak,
"Ciiiuuu~~" bak suara laser, peluru yang di lempar Shin mengeluarkan suara khas akibat lapisan udara yang bergesekan dengan peluru,
Seketika kening yang penembak pun berlubang serta mengalirkan darah segar dari lubang di mana peluru itu tertancap,
__ADS_1
Sang komandan yang melihat kejadian itu pun membeku, seolah tak percaya anak kecil dihadapannya bisa membunuh pria dewasa tanpa menunjukkan rasa ragu di wajahnya,
Meskipun tubuh sang komandan terasa merinding, namun sebagai sang komandan dia juga memiliki tugas untuk berperang, sehingga dia segera mengambil senjata di pinggangnya dan mengarahkannya pada Shin,
"Shin, jangan main main lagi." ucap Yuki yang sedari tadi memperhatikan,
"Mau bagaimana lagi? dia dulu yang menyerangku." jawab Shin,
Yuki menghela nafas panjang, lalu beralih untuk bicara pada sang komandan, "Kau kapten atau komandan disini? kami hanya ingin kepala raja, jadi jangan buang buang nyawamu serta pasukan mu, karena meskipun kami hanya berdua kalian takkan bisa membunuh kami." ucap Yuki,
'Gadis ini juga sama, mereka seperti sudah terbiasa membunuh manusia, bisa dikatakan jika bocah laki laki itu adalah tipe orang yang kejam dan suka merendahkan, gadis ini terlihat kejam namun jujur.' pikir sang komandan,
"Bagaimana bisa aku membiarkan sepasang pembunuh yang ingin membunuh raja? apa kau anggap kami adalah pasukan yang tidak berani mati?" kata sang komandan,
"Dengar paman, aku tau paman orang baik, paman juga orang yang menjunjung tinggi tugas yang paman lakukan, tapi jangan salah mengikuti seorang." kata Yuki,
"Apa yang kamu tahu? kami ada untuk kerajaan! kami bersedia mati untuk kerajaan, jangan memprovokasi jalan kami." kata sang komandan,
"Sepertinya memang harus perang." kata Shin yang sedari tadi terdiam,
Shin yang ingin maju untuk mulai menyerang pun membuat para prajurit semakin kencang memegang senjata api mereka, namun Yuki menghalangi Shin karena Yuki masih berfikir tak perlu menumpahkan darah yang tak berhubungan,
"Paman bilang untuk negara? Lalu apa paman ingin kami membunuh penduduk kota ini! baru kami bisa mengambil kepala raja?" ucap Yuki
"Hah~ Apa yang kau katakan? sebelum kau melakukannya kami tidak akan membiarkan kalian pergi!" kata sang komandan,
Yuki semakin kesal karena sedari tadi dianggap remeh,
"Gen - Ako - Ryu - Kuro." ucap Yuki
Empat familiar berukuran raksasa pun keluar dari bayangan Yuki, menampakkan sosok mereka dihadapan sang komandan dan para pasukan yang mengarahkan senjata pada mereka.
"Paman bisa mencobanya, Meskipun kami diam disini, Dalam 1 jam ibukota kerajaan S akan menjadi kota mati." Ucap Yuki dengan nada mengancam.
Kagum, Takjub? mereka tak bisa memikirkannya hanya rasa takut yang terus menggerogoti tubuh mereka.
__ADS_1
Komandan dan para pasukan pun kini kehilangan semangat juang mereka melihat lima mahkluk mitos yang berukuran raksasa kini sedang berdiri di depan mata mereka.
......................