
Underground -
Setelah beberapa waktu berlalu yuki pun tersadar, dia bisa melihat shin tertidur dengan posisi bersandar di lorong, yuki ingin membelai pipi shin namun ia mengurungkan niatnya karena takut itu akan membuat shin terbangun,
Yuki pun bangun dari pangkuan shin, dia juga bisa melihat empat komandan mahkluk panggilan shin sedang berjaga mengelilingi mereka,
"Nicky, apa dia baik baik saja." tanya yuki
"Master baik baik saja, mungkin hanya merasa mengantuk karena menunggu nona." balas nicky
"Apa yang terjadi?." tanya yuki kembali
"Master bilang itu adalah energi mana yang tercipta untuk mengusir para praktisi, manusia biasa takkan bisa merasakannya, namun jika itu praktisi mereka akan terkena dampak luar biasa." jelas nicky
"Jadi begitu." ucap yuki dengan menganggukkan kepala, "Kuro" panggil yuki
Rubah berekor sembilan pun keluar dari balik bayangan yuki, rubah itu berukuran kecil karena mereka sedang berada dalam lorong menuju kerajaan hewan,
Kuro berdiri dengan kaki belakang menempel di tanah menunggu perintah dari majikannya,
"Lama tak bertemu kuro." ucap yuki
Nicky yang kaget melihat kuro segera membalas perkataan yuki, "Apa kekuatan nona sudah kembali." tanya nicky
"Iya, tapi ini tak seperti dulu, melihat kekuatanmu bahkan aku akan kalah denganmu hanya dengan 1 tarikan nafas." ucap yuki
"Tidak, Maaf Nona, mahkluk panggilan seperti saya tak bisa dibandingkan dengan kekuatan nona." balas nicky yang berfikir telah menyinggung perasaan yuki
"Tak perlu khawatir, memang kenyataannya seperti itu," ucap yuki yang melihat nicky menunduk, "Untuk sekarang fokus saja apa yang ada di depan, kesampingkan dulu masalah tak penting." ucap yuki
Nicky mengangguk mengerti, selama ini dia berfikir shins menyukai yuki karena di dunia sagart yuki adalah seorang gadis kuat yang berdiri sendiri,
Namun dia tak pernah mengerti meskipun mereka sudah saling mengenal, mahkluk panggilan shins hanya tahu bahwa yuki adalah gadis kuat kejam dingin serta memiliki aura seorang ratu,
Itu yang membuat mereka juga memperlakukan yuki sebagai ratu dari raja mereka, namun kini nicky akhirnya tahu, di balik semua itu yuki adalah sosok ratu yang sempurna,
Meskipun dia kejam atau dingin tapi dibalik wajah cantik yang anggun dia adalah sosok baik hati dan penuh rencana,
"Kuro apa kau bisa melihat keadaan di depan sana." ucap yuki
Kuro pun mengangguk untuk menjawab pertanyaan yuki, kuro pun dengan kecepatan menelusuri lorong tempat mereka berada,
Yuki pun tak perlu menunggu lama untuk mendapat informasi dari kuro, dari informasi kuro banyak jebakan kasat mata memenuhi jalan di lorong, serta panjang lorong hingga ke ujung mencapai 50 Kilo Meter,
Setelah shin bangun, mereka pun mulai bergerak, mereka secara aman berjalan di lorong karena kuro sudah mengaktifkan semua jebakan dalam lorong,
Setelah beberapa waktu berlalu shin dan yuki serta 4 komandan mahkluk panggilan berjalan dan sampai di ujung lorong,
Yuki dan shin bisa melihat setitik cahaya dari kejauhan, setelah mendekat shin bisa melihat sebuah hutan kembali seolah itu adalah hutan berbeda dimensi,
Semua pohon sangat besar, bahkan lebih besar dari hutan hutan yang pernah dia liat, udaranya pun sangat pekat dengan racun,
[Anda terkena Racun]
[Menetralisir racun yang masuk kedalam tubuh]
[Tubuh terlalu kuat, Racun dihilangkan]
Beberapa notifikasi keluar, shin pun mengerti secara otomatis tubuhnya menetralisir racun yang menyerangnya, Namun lagi lagi yuki terkena masalah, dirinya yang hanya berlevel rendah kini merasakan racun racun itu menggerogoti tubuhnya,
__ADS_1
Shin yang melihat yuki kesakitan segera mengunakan skill recovery miliknya untuk membantu yuki, Untung saja shins bertindak cepat jika tidak, yuki akan mati tanpa disadari.
Yuki yang sudah merasa baikan pun memegang tangan shin yang sedang mengobati dirinya, "Aku sudah merasa lebih baik, Aku mendapat skill resistensi karena racun ini." ucap yuki
"Apa kau yakin?." tanya shin cemas
"Iya tak apa," ucap yuki menyakinkan shin, meskipun yuki mendapat skill resistensi bukan berarti dia tak bisa diracuni, hanya saja racun level rendah tak lagi bisa membunuhnya,
"Baiklah," ucap shins, "Tapi di depan sana lebih berbahaya apa lebih baik kau menunggu di sini?." saran shin
"Jika menunggu aku akan lebih berbahaya, tempat teraman adalah disisimu." jawab yuki
Shin berfikir sejenak memang benar apa kata yuki, tempat teraman adalah berada di dekatnya, shin mengerti namun bahaya yang tak tahu dari mana datangnya hanya akan membahayakan yuki,
Sehingga dia menyarankan yuki untuk menunggu,
"Sraakkk~~ Srakkk~" sebuah pergerakan di antara pohon datang mendekat,
Shin pun segera menoleh kearah sumber suara tersebut, lalu matanya terkejut melihat sosok ular yang sudah berdiri tegak di hadapan mereka,
"Ssstttt~~ Ssstt~~" Desah ular besar yang menatap shin
Melihat ukuran sang ular shin pun berfikir seperti katak kecil yang bertemu ular pemangsa,
Ini apakah kami mengecil? atau hutan serta ular ini yang memang berukuran sangat besar, jika bisa dibayangkan jika itu adalah ukuran asli sang ular, maka kami hanya sebesar belalang sembah di hadapan sang ular,
Shin tak bisa membayangkan lagi bagaimana jika dia bertemu dengan hewan seperti gajah, akan jadi sebesar apa gajah itu?
Shin yang sedang melamun kini terkejut karena mendengar teriakan peringatan dari yuki atas ular yang mendekat, setelah kesadarannya kembali shin bisa melihat ular yang sebelumnya sudah bergerak dan ada di dekatnya dengan cepat,
Mulut dan taring yang besar bersiap untuk menelannya secara utuh, Namun nicky yang melihat itu segera memanggil boneka kayu yang besar untuk menahan rahang sang ular,
Akibatnya sang ular pun hanya bisa membuka mulutnya, shin berjalan keluar dari mulut tersebut dengan santai seolah kejadian itu adalah hal biasa,
"Maaf aku hanya membayangkan tempat seperti apa ini." ucap shin
Setelah shin keluar fermy pun terbang di atas ular besar tersebut, lalu dia mengayunkan pedang besarnya, dengan sekali tebas kepala ular pun lepas dari tubuhnya,
[Exp Hangus, Level dunia tidak memenuhi syarat]
[Exp Monster Hangus, Level master tidak memenuhi syarat]
Seperti yang shin duga, untuk menaikan level dia harus pergi ke alam selanjutnya, meskipun shin kecewa shin hanya bisa membiarkan hal itu tanpa bisa berbuat apa apa,
"Aku naik level? bahkan aku tak melakukan apapun?" ucap yuki
"Benarkah?" tanya shin penasaran
"Yah, di layar status aku mencapai level 150 sekarang." jawab yuki
"Yui apa yang terjadi?" tanya shin pada sistem
[Sebagai anggota party aikasa yuki juga mendapat pembagian exp dalam perburuan, namun itu tergantung kontribusi yang dilakukan]
[Bertarung Bersama 50:50]
[Support 60 : 40]
[Menonton 70 : 30]
Shin sangat kecewa pada petunjuk di layar penjelasan sistem, berapa banyak dia mendapat exp itu, bahkan yuki bisa naik hingga 80 level,
Tapi apalah daya jika memang dia ingin naik level dia harus meninggalkan dunia fana, sedangkan urusan di dunia fana masih belum selesai,
__ADS_1
"Tunggu apa jika dia mencapai lebih dari 300 apa dia juga akan dipaksa meninggalkan dunia fana sepertiku dulu?." tanya shin pada yui
"Apa maksudnya dengan dipaksa meninggalkan dunia fana?." tanya yuki pada shins,
"Itu seperti aturan kelima alam semesta, ketika kita mencapai tingkat yang melebihi batas alam semesta tersebut kita akan di pindah ke alam yang lebih sesuai." jelas shin,
"Lalu bagaimana kau bisa tetap di dunia fana dengan level mu seperti itu?." tanya yuki
"Ini tentang penekanan yui, dia menekan auraku agar menyerupai manusia biasa, tapi apakah kau bisa melakukan hal seperti itu? maka dari itu aku bertanya pada yui." jelas shin
"Papa, meskipun mama tak bisa menahan aura namun sebagai crafthing' master mama pasti bisa membuat item yang memiliki efek seperti itu." ucap yui
Mendengar ucapan yui, yuki pun mencoba membuat item yang dimaksudkan oleh yui, setelah beberapa saat berkat sistem miliknya yuki pun berhasil menciptakan sebuah item yang dimaksudkan,
[ Couple Ring ]
Terbuat dari bahan yang sangat kuat, tidak bisa di hancurkan atau dilepas tanpa seizin pembuat,
Efek :
Menyamakan aura dengan pasangan yang di inginkan
Perlindungan Setara dengan 100.000 damage fisik/sihir
Bisa melacak keberadaan pasangan saat dipikirkan
Bisa membagi pikiran layaknya telepati,
Syarat :
Sudah Menikah
Pembayaran :
Cost 100 Mana
1000 Koin Emas
"Ehem~ yuki bukankah ini terbalik?." ucap shins yang melihat status item buatan yuki,
Shin berkata begitu karena memang shin tak pernah melamar yuki dengan cincin, serta cincin yang ada bukan diberikan oleh shin,
"Tak apa, aku tak peduli lagi pula ini sama saja." ucap yuki acuh
Namun shin yang merasa harga dirinya tak terima akan hal itu, shin segera mendekat dan merebut kedua cincin itu sebelum yuki memasang di jarinya,
Setelah berhasil merebutnya shin berlutut di hadapan yuki,
"Aikasa Yuki, maukah kau menikah dan menjalani hidup bersamaku." kata shin tegas
Wajah yuki pun langsung merah ketika melihat apa yang dilakukan shin, Dia pun mengalihkan pandangan untuk menutupi rasa paniknya, "Shin, ini di hutan apa yang kau lakukan?."
"Dimana pun tempatnya yang terpenting aku selalu bersamamu." ucap shin
"Hentikan, sebagai raja apa kau tak malu melakukan hal seperti itu." ucap yuki
"Malu bukan suatu hal yang penting ketika denganmu," jawab shin, "Aikasa Yuki menikahlah denganku." ucap shin kembali
Yuki yang melihat ketulusan shin pun hanya mengangguk untuk menyetujui lamaran yang shin lakukan, Yuki juga tak berfikir bahwa harus mengadakan acara mewah atau perayaan untuk pernikahan mereka,
Dalam hati Yuki bisa hidup semati dengan Shin adalah harapan yang selalu menjadi nomor satu di hidupnya.
......................
__ADS_1