Monarch System II

Monarch System II
Ch - 35. Kesal


__ADS_3

-Diatas Gedung Hotel


Nicky sedang berdiri melihat pemandangan kota di malam hari yang penuh dengan kelap kelip lampu kota J.


Memeluk boneka teddy yang lembut di pergelangan tangannya, mengagumi keindahan yang terpapar jelas dimatanya,


"Berapa ratus tahun berlalu dan dunia telah berkembang sejauh ini." keluh nicky


"Bahkan polisi yang menangani hukum, hak asasi manusia, perlindungan anak, andai saja aku dan anavel hidup di jaman ini, mungkin kami takkan mengalami takdir yang pahit." keluh nicky kembali membayangkan dirinya hidup penuh penderitaan,


Tak terasa ingatan yang nicky miliki membuat air matanya mengalir pelan karena rasa sakit yang pernah alami menghampiri ingatannya,


"Nicky, apa ini baik baik saja." kata fermi tiba tiba muncul dari bayangan dibelakang nicky.


"Meskipun master marah, aku akan menanggungnya." kata nicky tanpa menoleh sama sekali kearah fermi


"Yah, aku tak berfikir master akan membencimu hanya karena hal ini, meskipun ini berlebihan dari apa yang diinginkan master." kata fermi


"Sebagai imbalan hidupku yang kembali, aku hanya ingin yang terbaik untuk master." kata nicky sambil melompat turun dari atas gedung lalu masuk ke lingkaran sihir yang terhubung dengan castle,


Fermi pun hanya terdiam melihat kepergian nicky yang kembali ke dalam castle tempat mereka berada,


"Aku harap, perasaannya tak lebih dari seorang pelayan pada masternya, karena jika itu terjadi master yang akan merasa bersalah." kata fermi menatap langit malam di atas gedung hotel.


"Tap Tap Tap"


"Kau tenang saja nicky, tak kan berfikir untuk memiliki perasaan pada master, dari rank S nicky yang pertama kali menjawab panggilan master, itu berarti dia yang lebih paham pada master." kata zerat yang tiba tiba muncul


"Yah aku harap juga begitu." keluh fermi sambil melebarkan sayap hitamnya terbang menembus lingkaran sihir yang terhubung dengan castle.


"Iyah~ serius sekali, apa kita juga akan kembali ke castle, bukankah ini kesempatan bagus kita bisa keluar secara bebas karena master tetap tidur nyenyak." kata nyx yang muncul dari belakang zerat.


"Yah lakukan, jika kau memang ingin master melepas jiwamu." kata zerat terbang mengikuti fermi masuk ke lingkaran sihir,


Mendengar itu nyx pun segera terbang mengikuti zerat yang telah kembali kedalam castle.


Miya yang sedari tadi bertengger diam hanya menyaksikan kini terbang kembali setelah 4 komandan yang berada diatas gedung hotel kembali kedalam castle.


**


-Stadium Konser


Beberapa hari berlalu, terlihat jutaan penonton memenuhi sedang menunggu idol kebanggan mereka bernyanyi,

__ADS_1


Mereka pun pun bersorak dengan semangat ketika yuki muncul dengan gaya yang menakjubkan, yuki pun mulai bernyanyi diatas panggung membuat para penonton berteriak senang gembira melihat yuki di atas panggung,


Shins yang menonton di area vip berkat tiket pemberian yuki pun senang melihat wajah gembira yuki diatas panggung,


Yui yang terbang duduk di kepala shins pun ikut benyanyi karena mendengar nyanyian yuki di atas panggung,


Suaranya yang merdu pun membuat para penonton tanpa sadar ikut bernyanyi bersama yuki,


'Sejak kapan yui mendengarkan lagu yuki, bahkan ini pertama kali aku mendengarnya.' pikir shin mendengar yui bernyanyi


Yui pun terbang ke arah panggung untuk menyapa yuki, shin yang tak bisa mencegah kelakuan yui pun hanya bisa merasa pasrah, melihat apa yang dilakukan yui,


Para penonton dibuat berteriak keras melihat cahaya yang mendekat kearah yuki, Cahaya itu pun mengitari yuki seolah ingin mengajaknya menari,


Dimata shin yuki terlihat sedang menari dengan yui, meskipun yuki agak terkejut yuki tetap melanjutkan nyanyian yang di lakukan,


Sedangkan di mata penonton yuki sedang terlihat benyanyi dan menari bersama satu cahaya putih terang yang mengitarinya, para penonton pun semakin terpukau dengan penampilan yang yuki lakukan.


Shin pun hanya tersenyum melihat apa yang mereka lakukan,


"Tuan, presiden kami ingin bertemu anda." kata sang pelayan yang datang menghampiri shin


Shin pun merasa kebingungan karena ucapan pelayan yang menghampirinya,


Namun shin pun mengangguk untuk menyetujui permintaan pelayan tersebut, Shin pun bangkit dari kursinya mengikuti pelayan tersebut,


Tak berapa lama shin pun masuk di ruangan privat yang mewah dengan harga funitur yang lebih dari 5 angka, dengan seorang pria yang duduk di sofa berwarna merah menghadap dirinya,


"Duduklah, saya hanya ingin menyapa anda." kata martin yang melihat shin terdiam di depan pintu.


Shin pun berjalan mendekat dan duduk di sofa yang berhadapan dengan martin, shin pun melihat status martin dengan matanya,


Garian Martin] (41)


Ras : Human


Level : 70


Class : None


Detail : Presiden Gallia, Perusahaan yang bergerak di bidang hiburan, Gallia adalah perusahaan terbesar di dunia, banyak artis/aktor papan atas yang terlahir di perusahaan tersebut.


"Untuk apa presiden besar dari industri hiburan mencari saya." kata shin sembari duduk menatap martin

__ADS_1


'Ini kah bocah yang berada dibelakang mereka, jika dilihat dia layaknya bocah biasa, umurnya memang tak jauh beda dari anakku, penampilannya juga biasa, tapi anehnya aku sama sekali tak bisa menemukan informasi bocah ini, itu menunjukkan bahwa dia bukanlah orang biasa seperti orang biasa lainnya.' pikir martin


"Maafkan saya, jika boleh tahu siapa nama anda tuan." kata martin dengan nada sopan


'Tuan? bahkan dia tak tahu namaku, sebenarnya apa yang terjadi.' pikir shin menatap martin dengan mata waspada


"Langsung saja, saya tak ingin membuang waktu saya." kata shin arogan


Martin pun terkejut mendengar kata shin, meskipun tak menyingkirkan kata yang sopan namun nada terasa menekan, seolah martin sedang bicara dengan manusia yang paling berkuasa di dunia.


"Maaf tuan, saya hanya ingin mengenal anda." kata martin


"Karena tuan menghadiri konser ini, apa tuan menyukai idola dari gallia, saya bisa mengatur dia untuk anda." kata martin mencoba menawarkan yuki untuk menahan shin berada di tempatnya,


Mendengar kata martin shin pun langsung naik pitam dan ingin sekali membunuh manusia dihadapannya,


"Thron." Teriak shin dengan nada marah


Thron pun keluar di belakang martin dan mengarahkan sabit besar ditangannya keleher martin, membuat lehernya mengalirkan darah segar akibat sabit tajam yang menempel di lehernya.


Martin pun semakin ketakutan tak berani berteriak karena mahkluk yang terlihat seperti malaikat pencabut nyawa berdiri dan mengarahkan sabit di lehernya.


"Katakan sekali lagi, dan kau akan mati." kata shins,


"Apa kau selalu melakukan hal seperti ini?." kata shin masih dengan nada marah.


Martin pun hanya bisa menelan ludah karena dirinya tak bisa berbuat apa apa di hadapan bocah yang berumur 2x lipat di bawahnya.


'Benar kata ryuji, hanya kematian jika memprovokasi dirinya, tapi dimana kesalahanku? bukankah akan mudah jika aku memberikan gadis yang diinginkannya, tapi kenapa dia marah, tunggu, apa dia mencintai yuki, sial, pantas saja dia marah karena kata kataku, tidak ini belum terlambat.' pikir martin di ujung nyawanya


"Maaf tuhan, saya salah, saya akan menuruti kemauan anda, saya berjanji akan melindungi nona yuki dengan segala kemampuan saya." kata martin memohon pada shin untuk mengampuni nyawanya


"Thron." kata shins membuat thron mundur menarik sabitnya menjauh dari leher martin,


Martin menunduk bernafas lega karena merasa dia telah melewati bahaya yang hampir mencabut nyawanya,


"Jelaskan apa tujuanmu mengundangku kesini?." kata shins menatap tajam martin


"Sekali lagi maaf tuan, saya hanya ingin mengenal tuan, tak lebih dari itu, ini karena beberapa hari yang lalu, di sebuah kasino saya mengalami hidup dan mati dan saya mengetahui tuan, jadi saya hanya ingin mengenal tuan." kata martin gugup menjawab kata shins,


"Gyana." kata shins memanggil gyana untuk keluar dari castle.


...•••••••••••••••••••...

__ADS_1


__ADS_2