
Tengah Laut
Hari telah berganti, Di tengah tengah laut perbatasan negara C dan Kerajaan S, terlihat sebuah perahu kecil yang sedang me-ngombang-ambing mengikuti arus,
Diatas perahu tersebut terdapat dua orang yang duduk saling berhadapan agar perahu itu seimbang dan tak terbalik terkena ombak.
"Master, jika master ingin ikan anda bisa menyuruh calli untuk menangkapnya." ucap nicky yang duduk di bawah payungnya yang sudah mengembang untuk menghalau terik sinar matahari yang menerpanya,
"Yah seorang bangsawan mana tahu, nikmatnya memancing ikan, ikan akan lebih terasa nikmat jika kau menangkapnya sendiri." guman shin sambil fokus memegangi gagang pancingnya.
"Hah~~ Master setidaknya berikan umpan pada mata kailnya." ucap nicky
"Justru ikan yang terbaik adalah ikan yang terpancing tanpa umpan." kata shin beralasan
"Ikan juga mahkluk yang bodoh." ketus nicky tak mengerti lagi keinginan masternya,
"Dduuuunnnn~~" Suara keras bel kapal besar terdengar memecah keheningan laut,
"Heii~~ Kau nelayan kecil, pergilah dari sana." ucap seorang diatas kapal mengunakan TOA
"Plakkk~~" pukulan keras mendarat dibelakang kepala pemegang TOA
"Dasar bodoh, mana mungkin ada nelayan di tengah laut yang ingin berperang." ucap rekannya lalu berebut TOA tersebut.
"Ini adalah laut wilayah kerajaan S, katakan dari mana kalian berasal atau kami akan menenggelamkan perahu kecil kalian." ucap sang kapten kapal
Shin dan nicky masih mengabaikan suara keras yang mengajak mereka bicara.
"Master, apa anda tak memberi tahu nona jika akan mulai perang." tanya nicky
"Yah~ Biarkan saja, lagipula ini berbahaya." ucap shin sambil terus memancing
"Tapi Nona akan marah jika master tidak mengajaknya." jawab nicky
"Kau benar, melihat sifatnya dia akan marah jika dia tak ikut bermain." ucap shin
"Nitt~~ Nitt~~" suara telepati mencoba menyambung kearah shin,
"Panjang umur, dibicarakan langsung datang," ucap shin mengetahui Yuki ingin melakukan telepati dengannya,
'Shin dimana kau?' ucap yuki setelah telepati mereka tersambung,
'Memancing.' jawab shin singkat
"Ciiuuuu~~ Duaarrr~~" Sebuah tembakan meriam meledakkan perahu yang mengangkut nicky dan shin diatasnya,
"Kapten apa tidak apa menembak tanpa peringatan." ucap sang wakil kapten kapal
"Tak apa, toh mereka tak menjawab, lagi pula ini ditengah laut siapa yang peduli." ucap sang kapten,
Sang kapten kapal berserta wakilnya pun bisa melihat kepulan asap dari arah perahu yang mereka tembak, sehingga mereka yakin bahwa targetnya terkena telak tembakan dari meriam kapal.
Sementara shin yang sudah berpindah diatas punggung gorge yang terbang di udara, nicky masih berdiri diatas air tempat dimana perahu mereka berada.
__ADS_1
'Suara apa itu? bukankah itu suara meriam?' ucap yuki mendengar suara ledakan
'Bukan itu adalah suara kembang api.' ucap shin beralasan
'Shin, jangan berbohong dimana kau? bukankah kau bilang akan menyusul menuju akademi.' tanya yuki tegas,
'Ahh~ Maaf Sayang, aku sedang sibuk nanti lagi.' ucap shin segera mengakhiri telepati mereka,
Meninggalkan shin yang menghela nafas lega, di pinggiran kota X, yuki memanggil manggil nama suaminya,
"Shin -- Shin." kata Yuki,
Namun karena shin memutus telepati mereka yuki sama sekali mendapat jawaban dari teriakannya,
"Dasar suami penipu, dimana dia sebenarnya, bukankah pertemuan di group cast harusnya selesai." keluh Yuki,
"Sistem Mapping Koordinat."
Sebuah layar biru muncul dihadapan yuki, Setelah peta menunjukkan panah putih dimana dia berada, peta itu pun segera mengecil dan menunjukkan garis merah ke sebuah titik putih lainnya yang berada di tengah laut.
"Ini kan laut perbatasan negara C dan kerajaan S," ucap yuki 'Tunggu apa dia meninggalkanku?' tambah yuki yang memikirkan suatu kemungkinan
"Sistem Tv Layer."
Sistem pun segera menampilkan apa yang sedang terjadi pada shin, yuki pun bisa melihat shin sedang menaiki gorge di udara sambil melihat kapal perang yang sedang menembak secara membabi buta,
"Shin, dia benar benar meninggalkanku, awas saja jika aku sampai disana." ucap yuki,
Meninggalkan Yuki yang mencari tempat untuk memanggil suzak sang phoenix, Shin yang sedang berada diatas punggung gorge yang terbang diudara, kini sedang melihat kapal perang dihadapannya sedang menembaki nicky yang sedang berdiri diatas air laut.
'Nicky~ apa kau baik baik saja?' tanya shin melalui telepati,
'Baguslah.' ucap shin
'Master, apa boleh saya menenggelamkannya?' tanya nicky
'Apa yang kau pikirkan?' ucap shin mencoba mencari tahu pendapat nicky,
'Saya ingin mengoleksinya kedalam castle.' ucap nicky
Jawaban nicky membuat shin terkejut, apa kapal perang bisa masuk juga kedalam castle, namun hal itu pun membuat shin jadi penasaran apakah benar castle dapat menampung kapal perang?
'Baiklah lakukan sesukamu.' ucap shin membalas telepati nicky,
'Tapi mungkin agak lama, karena saya harus membasmi manusia di dalamnya.' ucap nicky
'Hmm~ Kau benar, lagipula mereka berniat perang seharusnya mereka sudah siap mati.' ucap shin
"Syge -- Dragnuv -- Zultan -- Zhang."
Shin pun memanggil empat mahkluk summon miliknya, empat lingkaran hitam muncul dari atas kapal, menjatuhkan empat mahkluk panggilan dari castle,
[Syge] [A]
Ras : Human 'Samurai'
Level : 500
__ADS_1
[Dragnuv] [A]
Ras : Abyss 'Sniper Mk.1'
Level : 500
[Zultan] [B]
Ras : Monster 'Werewolf'
Level : 500
[Zhang] [S]
Ras : God 'Monkey King'
Level : 500
"Bersihkan dengan cepat penghuni kapal." perintah shin pada empat mahkluk panggilannya
"Slashh~~"
"Crashhh~~"
"Dorr~ Dorr~"
"Cracckk~~"
'Eh~ maksudku bersihkan maksudnya lempar kelaut, kenapa mereka malah membunuhnya.' pikir shin melihat keempat mahkluk summon ya membantai awak dalam kapal,
"Yang menyerah jangan dibunuh, hanya lempar saja kelaut." ucap shin memperbaharui perintahnya.
Nicky yang tak lagi menerima tembakan meriam kapal segera melompat naik ke dek depan kapal, disana nicky pun bisa melihat mayat berserakan dan darah yang berhamburan menempel di mana mana,
'Saya jadi teringat ketika menyerang kerajaan ashtard master.' ucap telepati nicky
Namun shin tak menjawab perkataan nicky, karena memang yang mereka lakukan sekarang sama seperti saat menghancurkan kerajaan ashtard,
Setelah beberapa saat kapal perang itu pun berhasil ditaklukan, prajurit yang menyerah pun segera di giring dan berkumpul di dek kapal yang luas di bagian depan.
"Meskipun tak sebesar kapal induk, tapi banyak juga yang menyerah," guman shin, "Hoohh~ bahkan kapten yang arogan pun menyerahkan diri." tambah shin melihat para prajurit yang bersimpuh memohon ampun atas nyawa mereka.
"Calli." ucap shin
Lingkaran sihir dalam air pun memunculkan sosok hiu besar yang kini berenang di laut,
"Bunuh sang kapten jika sudah masuk dalam air." titah shin
Setelah memberi perintah pada calli, shin pun menyuruh nicky untuk membuang sang kapten lebih dulu.
'Nicky, lempar sang kapten terlebih dulu sebelum yang lain.' ucap shin
Mendengar telepati dari shin nicky pun menaikkan sudut bibirnya tersenyum licik dengan wajah imutnya,
'Baik master.' jawab nicky
...----------------...
__ADS_1
Maaf ya kelamaan update :v, tapi makasih yang udah mau nunggu update soalnya penyakit males author baru sembuh v(^__^)v
......................