
Negara Kerajaan S.
Meninggalkan Shin yang menikmati keluarga kecilnya, Di sebuah ruangan aula terdapat meja panjang dan kursi yang berjejer dengan beberapa macam orang duduk disana,
Para parlemen negara kerajaan S terlihat sedang berdebat karena sebuah surat ancaman dan kepala pangeran kerajaan yang dikirim pada kerajaan mereka.
"Siapa sebenarnya yang berani melakukan ini pada putraku." ucap sang raja
"Ini bukan lagi masalah keluarga? membunuh keluarga kerajaan sama saja penghinaan."
"Kita harus mencari pokok permasalahan? bukan hanya memandang dari sebelah sisi." ucap sneider
"Apa kau membela pembunuh? mereka membunuh anggota kerajaan mereka ingin perang, jika kita diam kita akan dianggap sebagai negara pengecut."
"Benar, kita bukan negara yang baru berdiri, militer kita tak lebih kuat dari negara A, negara B atau negara."
"Benar sekali, sudah saatnya kita menunjukkan taring kita pada mereka yang menganggap remeh kita."
"Benar raja, sekarang apakah anda ingin membalas dendam atau berdiam diri pada mereka yang meremehkan kerajaan kita."
"Saya mohon raja, pikirkan baik baik, ini bukan masalah keluarga ini menyangkut kerajaan." ucap sneider melawan semua parlemen yang berfikir ingin mengunakan kematian pangeran untuk alasan perang.
"Apa kau takut sneider? apa gunanya kau memiliki kekuatan militer."
"Aku memiliki pasukan militer untuk rakyat bukan untuk pribadi, kau pikir apa dampak perang? kerajaan sudah berdiri lebih dari 5000 tahun, kau ingin kembali dalam masa kelaparan dan korban perang." ucap sneider mengingatkan
"Untuk rakyat? lalu demi rakyat kita juga harus menahan hinaan?."
"Benar, jika kau bilang bukan masalah keluarga, bukankah pangeran belajar di luar negeri juga untuk rakyat, apa kau hanya akan memberikan tanda jasa tanpa mengetahui identitas pembunuhnya."
"Benar"
"Benar, Jangan sebarkan rasa pengecut mu itu dalam kerajaan kita."
"Rajaku, tolong pikirkan baik baik." ucap sneider.
Raja hanya diam mendengarkan para parlemen yang terus berdebat, setelah lama saling terus berdebat akhirnya raja pun memutuskan untuk berperang, melawan negara C.
Setelah kejadian itu, berita tentang deklarasi perang karena kematian pangeran kerajaan S di negara C pun menyebar dengan cepat, layaknya api yang membakar kapas,
Berita itu pun membuat panik setiap orang yang tinggal di 2 negara tersebut, di sisi lain kumpulan negara teratas dunia berkumpul untuk membahas masalah deklarasi perang tersebut.
__ADS_1
Negara C pun ikut dalam perkumpulan tersebut, Perkumpulan itu memang berlangsung lama, meskipun banyak alasan serta perdebatan negara negara lain pun memutuskan untuk tak ikut campur dalam perang tersebut,
Dikarenakan perang itu dianggap sebagai hanya konflik tak beralasan.
Disebuah rumah besar tempat tinggal salah satu parlemen, sneider sedang menghubungi saudaranya yang berada di negara C.
"Halo, apa kau sudah dengar beritanya." ucap sneider melalui telepon
"Iya, sepertinya pangeran menyinggung orang yang salah." ucap martin
"Apa? apa kau tahu sesuatu, bukankah ini ada hubungannya dengan artis dalam perusahaan mu." ucap sneider
"Dari informasi yang ku dapat memang iya." ucap martin
"Benarkah? apa yuki yang membunuh pangeran? bisa kau serahkan dia padaku?." ucap sneider
"Apa yang kau katakan? apa kau ingin menyerahkan pada raja kep^rat itu." ucap martin dengan marah
"Tenanglah, ini semua kulakukan untuk menghindari perang, jika kita menyerahkan mungkin perang bisa di hindari." ucap sneider menenangkan amarah martin
"Tidak bisa, dia sahabat anakku, anakku akan membenciku jika aku melakukan itu, tak mungkin aku menyerahkannya padamu." ucap martin kesal
"Sabahat? itu memang sayang disesalkan, tapi apakah itu lebih penting dari puluhan ribu nyawa." ucap sneider mencoba menyakinkan martin
"Hah, kau tak mengerti, sebagai saudara aku akan memberi tahu mu, yuki memang orang biasa namun orang yang melindungi dia bukan orang biasa, dengarkan aku baik baik, apapun keputusan orang kerajaan jangan ikut campur sedikitpun, aku tak ingin saudara terakhirku terkubur dalam tanah." ucap martin sambil menutup teleponnya,
Dia pun kini dilanda kebingungan dalam hatinya, seolah dia berada tebing pada jurang dikedua belah sisinya,
Antara sifat militer yang diturunkan untuk memprioritaskan rakyat dan saudara yang menyuruhnya untuk mengabaikan orang tak berdaya.
"Ayah, ada apa kau terlihat murung" ucap chelsy yang melihat ayahnya nampak depresi.
"Tidak apa nak, hanya masalah pekerjaan." ucap sneider yang melihat anaknya mendekat karena melihat wajah murungnya
"Ayah bilang saja, siapa tahu aku bisa membantu." ucap chelsy
Chelsy pun melihat sebuah foto dengan beberapa kertas kosong di bawahnya,
"Apa dia anak haram ayah? sehingga membuat ayah resah." ucap chelsy yang menatap foto di atas meja
"Apa yang kau katakan? aku tidak pernah mengkhianati ibumu." ucap sneider kaget mendengar perkataan chelsy
"Benarkah?, lalu ada hubungan apa ayah dengan penyanyi terkenal ini." ucap chelsy
"Aku benar benar, tidak ada hubungan dengannya, ini hanya masalah pekerjaan." ucap sneider kebingungan menjelaskan
__ADS_1
"Aku tak percaya, berikan aku uang, aku akan melihatnya sendiri." ucap chelsy
"Apa kau ingin pergi ke negara C? kita dalam masa sulit, sebentar lagi akan terjadi perang." ucap sneider
"Ayah jangan khawatir, bukankah di sana ada sepupu dan juga paman, soal penerbangan itu bukan masalah." ucap chelsy
"Baiklah baik, aku akan menelpon pamanmu dulu." ucap sneider bangkit dari duduknya menuju kearah telepon di atas meja,
Setelah beberapa saat selesai menelpon, sneider yang ingin memberitahu chelsy bahwa martin melarang pun terkejut ketika mendapati chelsy sudah pergi bersama beberapa dokumen diatas meja,
Sneider pun yang panik pun segera menghubungi pengawalnya untuk mencari anaknya di setiap bandara atau pelabuhan, namun jadwal terakhir dari pesawat atau kapal sudah lepas landas dari tempat mereka.
"Dasar putri kecil sialan, dia menipuku." ucap sneider yang segera mengambil smartphone miliknya untuk menelepon,
"Pantas saja dia bersikap manja, dia sudah memiliki rencana untuk pergi, Apa sebenarnya isi kepalanya itu, tak bisakah dia bersikap layaknya seperti gadis kecil lainnya. " ucap sneider
Sneider pun segera menghubungi asistennya untuk memblokir semua kartu keuangan milik chelsy berharap chelsy akan pulang jika tahu dia tak memiliki uang untuk digunakan,
Disisi lain chelsy yang telah menaiki pesawat melihat dokumen yang dia ambil dari meja santai ayahnya,
"Kematian pangeran, sosok di belakang, ini menarik, aku ingin melihat bagaimana reaksi kakak sepupu melihatku.' ucap chelsy pelan sambil menatap kearah luar jendela pesawat.
"Gadis kecil, apa kau tahu rumah ayahmu di negara C." ucap perempuan yang membawa chelsy untuk menaiki pesawat,
"Tahu kakak cantik, maaf merepotkan, jika ini bukan untuk ibu, aku takkan mencari ayahku, terimakasih sudah membantuku naik pesawat." ucap chelsy dengan wajah polos
Perempuan itu pun terharu mendengar perkataan chelsy yang polos dan imut,
"Ugh~~ sama sama, baiklah kau bisa belajar nanti setelah turun, sekarang masukkan materi pelajaran kedalam tas, dan duduklah dengan tenang." ucap sang perempuan memanjakan chelsy
"Terima kasih kakak cantik." ucap chelsy dengan senyum manisnya,
Sang perempuan ingin sekali memeluk gadis kecil di sampingnya karena rasa gemas, namun dia mengurungkan niatnya karena sedang berada dalam pesawat.
......................
Jangan di coment kalau nulis cerita sampingan soalnya ngatur jarak jeda susah, kalau fokusin ke mc terus ntar kalian bingung sama jalan ceritanya,
'Siapa dia? dari mana dia? kok muncul orang asing gak jelas.'
fix, author capek nulis gara gara imajinasi bertabrakan sama novel sebelah, jadi harap hargai usaha author,
Sejujurnya, sah sah aja sih komplen atau kritik itu kan hak kalian, itu juga resiko author karena publish tulisan.
Inti TL ini apa sih?
__ADS_1
Intinya author lagi badmood. end.
......................