Monarch System II

Monarch System II
Ch - 33. Diskusi Ribet


__ADS_3

"Khe~Khe~Khe~ Tua bangka kita bertemu lagi." kata lyebi memandang rendah cho yunzu


'Apa kenapa aku merasakan dia berbeda dari kemarin? sedangkan perempuan itu, aku bisa melihat kekuatannya lebih kuat dariku, apa yang terjadi pada mereka? tidak aku tak perlu berfikir berlebihan, meskipun mereka terlihat kuat mereka hanya mahkluk panggilan tak lebih seperti boneka, aku bisa mengalahkan mereka.' kata cho yunzu mencoba menyakinkan diri.


"Dasar mahkluk rendahan, 2 teman kalian itu juga mahkluk panggilan, hahaha master kalian memang pengecut takut menunjukkan diri." kata cho yunzu mencoba memprovokasi 4 mahkluk panggilan yang berdiri jauh dari hadapannya,


Seketika mendengar kata kata cho yunzu, mereka 4 pun menjadi marah membuat tekanan besar di ruangan tersebut, hingga membuat sang manager yang terduduk hanya mendengarkan kini kesulitan nafas,


Cho yunzu pun merasakan tekanan berat dari aura membunuh yang dikeluarkan 4 mahkluk yang berdiri dihadapannya, ketika cho yunzu sejenak mengedipkan mata gadis yang memakai cadar hilang dari tempatnya,


Cho yunzu yang merasakan aura pekat di dekatnya segera menoleh, "Slashh~~" cho yunzu pun segera bergerak menghindar sebelum pisau yang mengarah ke lehernya menembus dengan tepat,


Terlihat meskipun sudah menghindar dengan cepat cho yunzu masih meneteskan darah segar dari lehernya, darah itu pun mengalir perlahan hingga jatuh di lantai berwarna hitam keputihan,


'Aku bahkan tak bisa melihat kapan dia bergerak, jika aku tak cepat aku sudah mati dalam sekali serang.' pikir cho yunzu


"Slasshh~~" kini pedang panjang milik syge menggores dada cho yunzu, darah segar mengucur deras dari bekas tebasan syge,


"Braakk~~" tak memberi kesempatan syge menendang tubuh cho yunzu, tubuh cho yunzu pun melayang dan menabrak dinding hingga dinding itu retak,


"Uhukk~~ Uhuk~~" cho yunzu berusaha bangkit dari posisinya dengan batuk darah yang dia keluarkan,


'Apa apaan ini? bahkan aku yang seorang master beladiri di buat begini, apa mereka benar benar mahkluk panggilan.' pikir cho yunzu menatap ke empat mahkluk panggilan shin di posisi yang berbeda,


"Hmm~ ternyata masih hidup, kita memang tak seharusnya meremehkan orang yang belajar beladiri, jika dia orang biasa dia pasti sudah mati tanpa rasa sakit." kata gyana yang menatap tampang tak berdaya cho yunzu sambil bermain dengan kipas ditangannya.


"Khe~Khe~Khe~, melihat tampangnya sekarang, aku menyangka dia adalah orang yang membunuhku kemarin." kata lyebi memandang rendang cho yunzu,


Meninggalkan sang manager yang pingsan karena tak mampu menahan aura yang keluar dari 4 mahkluk panggilan shin, cho yunzu hanya bisa menatap tak percaya bahwa dia dijatuhkan oleh mahkluk rendahan,

__ADS_1


Cho yunzu pun menatap tajam ke 4 mahkluk panggilan yang berdiri tak jauh darinya secara bergantian. cho yunzu bangkit dari posisinya, kini dia ingin membalas untuk menyerang namun dia mendengar sumbu bom di tubuhnya setelah lyebi menjetik kan jari.


"Apa ini? kenapa ada bom di tubuhku." kata cho yunzu yang merobek baju dan melihat bom yang menempel di dadanya,


"Apa yang kau lakukan? sialan." kata cho yunzu, cho yunzu yang marah dan kebingungan kini mengarahkan tangannya untuk mengeluarkan keahliannya, namun sebelum energy yang terkumpul menyerang ledakan besar terjadi di tubuhnya,


"Booomm~~" lubang dari beton kini berlubang akibat ledakan yang dihasilkan bom milik lyebi, terlihat cho yunzu kini terluka parah di tubuhnya hingga tak sadarkan diri.


"Khe~Khe~Khe~ bahkan meskipun level kita sama, bom ini masih tak membunuhnya padahal bom ini bisa menghancurkan dinding beton." kata lyebi bermain dengan bom ditangannya,


"Bukankah itu kemajuan? sepertinya untuk melihat kemampuan kembali seperti dulu masih lama," kata gyana mengingat skill bom lyebi bisa meng hancur-leburkan kawanan monster sekali serang di dunia sagart.


Gyana pun berbalik dan menatap ke cctv yang ada di ruangan tersebut,


"Dimana kalian, atau aku akan hancurkan kasino kesayangan kalian ini." kata gyana yang menyadari para petinggi di balik kasino terus mengawasi mereka.


Mendengar kata itu gyana pun berfikir bahwa pemimpin di balik layar kasino bukan hanya satu orang, tapi meskipun begitu perintah shins adalah menguasai, jadi berapapun jumlah pemimpin yang menguasai kasino di balik layar harus ditundukkan.


Itulah pikiran yang dipikirkan oleh gyana, tak berapa lama setelah ysabele membunuh cho yunzu seorang pelayan datang untuk memandu gyana dan 3 temannya menuju ruangan yang para pemimpin kasino berada,


Gyana pun melihat ruangan sedikit gelap di sana, dengan meja bundar yabg besar serta 4 kursi yang saling berhadapan,


3 kursi sudah terisi sehingga gyana pun duduk di kursi kosong yang terakhir, suana terdiam karena gyana sama sekali tak mengucapkan satu kata pun dari mulutnya,


Para pengawal berseragam hitam yang berdiri di dekat dinding pun hanya terdiam karena tugas mereka untuk berjaga jika terjadi suatu hal hal tertentu.


"Apa tujuanmu sebenarnya?." kata salah satu pemimpin kasino


"Tujuan? Hahaha.. " Gyana tertawa keras seolah mendengar bahwa ucapan mereka terlihat lucu, "Tujuan, Tunduk Atau Mati." kata gyana dengan nada penuh ancaman,

__ADS_1


Tatapan gyana pun membuat para petinggi itu merinding, para penjaga yang merasa pemimpin mereka dalam bahaya pun menarik pistol di pinggang mereka mengarahkannya pada gyana,


Gyana pun kini terlihat sedang dikerumuni titik merah yang berasal dari pistol para penjaga,


"Oh~ pengawal yang bagus, tapi segera hentikan itu kalau kalian tak mau membuang nyawa." kata gyana melihat para pengawal yang setia pada orang yang menyewa mereka,


"Doorr~~~" Seorang pengawal baru yang tak pernah merasakan keadaan seperti itu merasa ketakutan dan tak sengaja melepas tembakan, namun dengan cepat gyana mengayun kipasnya dan membuat pengawal tersebut mati dengan peluru yang tertanam di kepalanya.


Melihat itu para petinggi pun mengayunkan tangan untuk menyuruh para pengawal menurunkan senjata mereka, para pengawal pun menuruti isyarat yang di lakukan penyewa mereka.


"Kalian keluar dan bereskan yang terjadi." kata salah satu petinggi kasino,


Para pengawal pun keluar dari ruangan tersebut digantikan seorang dengan kacamata yang berpakaian seragam kerja, yang membawa beberapa tas koper di tangannya,


Seorang yang baru datang adalah pengacara hukum yang sangat di percaya oleh para petinggi disana, pengacara itu pun berjalan mendekat dan menaruh tasnya di atas meja,


Pengacara itu pun membuka tas kopernya dan mengeluarkan beberapa dokumen dalam stopmap berwarna merah, pengacara itu pun menyerahkan stopmap itu pada gyana,


Gyana pun menerima dan segera membuka isi stopmap tersebut, gyana pun menjadi marah dan kesal setelah membaca apa yang ada dalam dokumen tersebut,


Gyana pun membanting dokumen itu keatas meja bersama tangannya, menghancurkan sebagian meja bundar yang berada di hadapannya,


"Kalian memang seharusnya mati." kata gyana penuh dengan nada ingin membunuh.


...•••••••••••••••••...


Author bukannya gak mau update, cuma lagi sibuk, ditambah peminatnya sepi, jadi agak males update, kan udah author bilang update sesuai mood, jadi maaf bgd kalau bikin kalian kecewa.


Selamat berbuka.

__ADS_1


__ADS_2