
"Gyana." kata shins memanggil gyana keluar dari castle,
2 lingkaran sihir pun muncul dari belakang shin, dua sosok orang pun muncul dari lingkaran tersebut,
Mereka pun segera duduk dan tertunduk pada shin, setelah itu mereka pun membeli salam karena kemunculan mereka.
'Apa? tak bisa dipercaya, apakah ini kekuatan miliknya? bahkan ini tak seperti kekuatan yang ada di dunia, yang jelas dia bukan sejenis onmyoji, taoist atau pun shaman, siapa yang telah aku provokasi, kekuatannya sudah ada di luar nalar.' pikir martin melihat kejadian di depan matanya,
-Detail Class
Onmyoji : Kekuatan yang memanggil roh dari dunia bawah harus di lakukan dengan perantara,batas pemanggilan roh 2, jika lebih akan mempengaruhi jiwa pemanggil beresiko kematian. contohnya kertas shikigami, kertas yang mirip bentuk manusia yang mengandung semacam kekuatan sihir.
Taoist : Mengontrol mayat untuk dijadikan bidak/ prajurit bertempur, bisa mengendalikan paling banyak 10. jika lebih maka akan merusak kontrol dan mengakibatkan mayat lepas kendali.
Shaman : Memanggil roh yang telah mati untuk merasuki tubuh, tubuh yang di rasuki pun bisa mengunakan keahlian yang di miliki roh yang telah dipanggil.
(by the way ini pengertian dari author, jadi kalau di cari di gogle mungkin pengertiannya beda, soalnya author lagi males buka gogle)
--
"Nicky, kenapa kau juga keluar." kata shin melihat nicky yang keluar bersama gyana
"Master, ini salah saya, saya akan menjelaskan apa yang telah terjadi." kata nicky
'Benar kata ryuji, mereka memang tak dikendalikan, mereka memang patuh dengan apapun yang dikatakan bocah ini, melihat mereka aku seolah melihat raja di hadapan para hambanya.' pikir martin melihat sikap para mahkluk panggilan dihadapannya,
Nicky pun menjelaskan semua yang terjadi dari awal sampai akhir semua kejadian yang telah terjadi di hotel dan kasino, Shin ingin memarahi yui namun nicky pun membela yui membuat shin mengurungkan niatnya,
Shin pun merasa senang, meskipun shin mengutamakan perintah darinya namun nicky tak membuang perasaannya, karena sebenarnya seperti itulah yang inginkan shin pada semua mahkluk panggilannya.
"Begitu, jadi ku serahkan disini padamu." kata shin beranjak dari tempat duduknya,
Shin pun pergi meninggalkan ruangan privat tersebut, karena jika terus berada disana dia hanya akan termakan rasa haus darah ingin membunuh master,
Melihat shin yang beranjak ingin pergi, martin pun segera bangkit dan jatuh tertunduk untuk meminta maaf pada shin, karena dia merasa kematian akan menghampiri dirinya kembali,
"Tuan, Tolong maafkan keluarga saya, saya tak meminta lebih, saya hanya minta maaf lepaskan keluarga saya." kata martin tertunduk dan memohon
'Bahkan, presiden perusahaan hiburan berlutut di hadapanku, hah~ sepertinya aku harus mempercepat semua rencana ku di dunia ini.' pikir shin
"Ingat janjimu, atau aku takkan peduli dengan semua orang yang berhubungan darah denganmu." kata shin berlalu pergi meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Meninggalkan shin yang pergi kembali ke ruangan stadium konser nicky duduk di sofa kursi sofa yang diduduki shin sebelumnya,
Nicky pun melihat ruangan privat yang retak karena amarah yang shin lakukan sebelumnya, melihat itu nicky pun marah ingin membunuh martin, namun karena shin mengampuni nyawanya nicky berfikir masternya ingin martin tetap hidup.
"Hah~ aku sudah bilang hormati master jika kau melihatnya, kau bukan menghampirinya malah menyuruh pelayan rendahan menghampirinya dan membawanya padamu,
Ditambah lagi kau ingin memanfaatkan nona yuki, aku ingin tahu dimana kepintaran mu yang bisa membuat mu berdiri di puncak dunia hiburan." kata nicky merendahkan martin
"Saya hanya..." kata martin terhenti karena nicky menyelak kasar
"Diam, jika kau bicara aku akan membunuhmu, aku yakin master takkan masalah jika kau mati sekarang." kata nicky
Martin pun terdiam mendengar kata nicky, martin ingin bilang hanya ingin mengenalnya karena dia sama sekali tak tahu apa apa tentang shin, tapi nicky yang menahan emosi sama sekali tak ingin mendengar alasan martin.
"Aku akan memberikan informasi singkat tentang master. jadi kau dan teman temanmu itu tak mengulang hal bodoh semacam ini." kata nicky,
Martin yang masih duduk dilantai melihat sebuah boneka teddy mendekatinya, boneka itu pun menyerahkan sebuah lembar kertas berwarna sedikit hitam kearah martin, martin pun menerima dan membaca isi kertas tersebut.
-Isi Dalam Kertas Hitam
Nama : Hayashi Shin
Umur : 17 Tahun
Zodiak : Leo
Sekolah : Canvile Academia
*Makanan Favorit : Pedas - Asin
Minuman Favorit : Milk Tea
Memiliki orang tua dan seorang adik di desa pinggiran kota J,
Memiliki Gadis yang di cintai bernama Aikasa Yuki, dan adik angkat Silvy La Gerna, Selain keluarganya kedua gadis itu adalah orang yang berarti baginya.
--
"Beritahu kedua temanmu itu sebelum mereka juga membuat masalah," kata nicky berdiri dan menjentikkan jari membuat kertas di tangan martin terbakar.
"Ysabele." kata nicky memanggil mahkluk panggilan dari castle
__ADS_1
Ysabele pun muncul dari lingkaran sihir yang terhubung dari castle, karena didalam castle ysabele terus menonton kejadian dari layar kaca dalam castle, dia pun mengerti untuk apa nicky memanggilnya,
"Nona Yui sudah mengajarinya untuk menjadi manager/asisten idol, apapun caranya buat dia berada di samping nona yuki." kata nicky
"Aku ingatkan sekali lagi padamu, ini yang terakhir dari kalian bertiga, siapapun yang sekali lagi membuat master marah, maka hari itu adalah hari terakhir keluarga itu ada." kata nicky sambil menghilang bersama gyana dan thron yang berdiri ditempat mereka.
Meninggalkan Nicky, Gyana dan thron yang kembali ke dalam castle, martin tetap terdiam duduk tak bergerak di lantai memikirkan apa yang telah terjadi.
'Aku selamat, aku hampir membuang nyawaku kembali akibat tindakan yang bodoh.' pikir martin,
'Aku tak mengira dia marah hanya karena aku menawarkan yuki, tapi kenapa silvy bisa jadi adik angkatnya? apa yang terjadi di antara mereka, aku yang ayahnya bahkan tak tahu silvy memiliki saudara angkat seperti shin itu, sepertinya aku harus pulang untuk mengunjungi mereka.' pikir martin kembali.
"Apa kau sudah selesai," kata ysabele yang duduk di sofa setelah nicky pergi,
"Iya maaf, saya hanya berfikir tentang keluarga saya." kata martin mulai bangkit dari lantai.
"Tak masalah, juga tak perlu bicara formal padaku." kata ysabele sambil duduk dan mengambil serta membaca majalah yang terjatuh di lantai.
"Baiklah, tapi apa kamu tak membenciku seperti mereka." kata martin dengan nada ragu untuk bertanya
"Kau tak perlu bertanya hal sepele seperti itu, kami memiliki perasaan sama, aku pun membencimu karena membuat master marah, serta memanfaatkan nona yuki,
Tapi sebagai pembunuh aku bisa menahan hal itu, meskipun aku bisa membunuhmu tanpa kau sadari, tapi perintah nona nicky berlaku bahwa kau atasan dan aku bawahan." kata ysabele
'Kami? apa yang aku lihat ini bukan seluruhnya? berapa banyak mahkluk sejenis mereka yang mengikuti bocah itu.' pikir martin yang semakin merinding memikirkan hal tersebut.
"Baiklah, kalau begitu aku akan membawamu kebelakang panggung untuk menemui yuki." kata martin
Ysabele pun berdiri dari posisi duduknya untuk mengikuti martin menuju belakang panggung,
Dibelakang panggung, terlihat sedang berdebat dengan dora manager yuki.
"Apa itu tadi? sebagai manager mu aku berhak tahu, jangan menyimpan rahasia, benda itu bisa membuat karirmu terus bertahan di dunia hiburan." kata dora.
"Aku tidak tahu, dan berhenti mencari tahu, itu bukan alat yang bisa kau manipulasi, meskipun aku tahu, meskipun kau managerku, aku takkan memberitahumu." kata yuki dengan nada marah
"Apa maksudmu, aku melakukan semua itu untukmu, apa kau tak lihat sorak sorai penonton, kegembiraan mereka dan kebahagiaan mereka setelah konser, bahkan banyak dari mereka enggan kembali karena ingin kamu terus berada di atas panggung." kata dora mencoba menyakinkan yuki
"Aku tak peduli." kata yuki kini menaikkan nada bicaranya,
'Inikah manager nona yuki? apa mereka membahas tentang nona yui, hah~ manager bodoh, mana mungkin nona yuki menjadikan anaknya sebagai alat, nona yuki kan berbeda dengan master.' kata ysabele yang mendengar percakapan yuki dan dora,
__ADS_1
"Hachii~~" shin yang sedang berjalan pulang pun bersin karena ysabele sedang menyindir dirinya.
...•••••••••••••••••••...