
Bisa dilihat boneka seukuran yuki segera memasuki perut sang ular, Setelah boneka boneka itu masuk yuki pun mengubah bentuk tiang di rongga mulut sang ular,
Seketika tiang itu pun melilit mulut ular dengan cepat, membuat sang ular kini terlihat seperti ular yang di diikat mulutnya,
Di dalam perut ular boneka boneka nicky segera mengacaukan perut sang ular, mereka mengunakan senjata yang mereka bawa, Mereka menyayat memukul atau menembak dalam perut sang ular,
Para boneka memang membawa berbagai macam senjata, itu karena yuki berfikir jika saja senjata tajam atau tembakan tak berguna, maka dari itu yuki menciptakan senjata yang berbeda beda,
Namun yuki tak mengira dalam perut sang ular dia sangat lemah, bahkan sebuah pukulan sangat menyakitinya, apalagi itu dari senjata buatan yuki,
Bisa terlihat ular itu menggeliat tak karuan, dia pun terkadang menabrakkan diri di pohon untuk mengurangi rasa sakit dalam perutnya,
Melihat sang ular yang ingin pergi menjauh, yuki pun menciptakan dinding yang sangat besar berbentuk kubus untuk mengurung sang ular tersebut,
"Boom~~ Boomm~~" Suara tabrakan dalam dinding kubus tersebut terdengar keras hingga yuki dan nicky bisa mendengarnya dengan jelas,
Mereka pun bisa mengetahui bahwa sang ular dalam kotak kubus hitam meronta ronta ingin membebaskan diri,
"Hanya membuat dinding ini saja hampir menghabiskan semua mana milikku." keluh yuki menatap kotak hitam besar di hadapannya,
Nicky pun hanya bisa merasa kasihan pada ular yang terlihat garang itu menjadi bahan penyiksaan yang yuki lakukan, siapa yang mengira ular sebesar itu kini terlihat seperti cacing dalam kotak kecil,
Didalam dinding berbentuk kotak hitam, sang ular terus menabrakkan dirinya di dinding kotak keberbagai arah untuk mencoba untuk membebaskan diri,
Namun mulutnya yang terkunci serta gerakan yang terus di buat membuatnya semakin lama semakin menghabiskan udara dalam kotak tersebut,
Rasa sakit akibat boneka boneka dalam tubuhnya serta oksigen yang semakin menipis membuatnya semakin lemas, lalu mati dengan merasakan penyiksaan yang sangat kejam.
[Anda naik level 151 -- 152 -- 153]
.
.
[Anda Naik Level 210]
[Anda Mendapat Titel Sadistic]
[ Sadistic ]
Gelar yang di dapatkan setelah menyiksa lawan dengan kejam hingga kematian.
Efek :
Membuat musuh ketakutan hingga merasakan kematian.
Mana + 100.000
Health + 50.000
Mana Cost :
90.000 Mana
Yuki mendapatkan rentetan notifikasi di depan matanya, mengetahui bahwa ular didalam kotak hitam yang dibuat telah mati, Yuki terkejut melihat levelnya bertambah banyak namun dia merasa sangat risih dengan titel baru yang dia dapatkan,
Yuki pun menghela nafas panjang, "Gelar ini akan membuat shin melihatku sebagai orang aneh." keluh yuki
Nicky pun hanya tersenyum tipis menanggapi keluhan yuki, "Nona, Gelar itu mungkin cocok untuk nona." ucap nicky
Tak bisa menutupi rasa kagetnya yuki pun dengan cepat bertanya, "Apa kau bisa melihat gelar yang aku dapat?." ucap yuki dengan tatapan tajam
__ADS_1
Nicky yang melihat tatapan yuki pun segera menjawab, "Tidak, namun saya bisa mengira gelar apa yang nona dapat jika melihat reaksi nona." ucap nicky
"Sepertinya aku harus membuat item kembali untuk menyembunyikan titel itu dari master mu." keluh yuki
Yuki pun meleburkan kotak hitam di hadapannya menjadi asap hitam, bisa terlihat sang ular kini tergeletak tak berdaya di tanah setelah kotak itu menghilang,
[Anda mendapat Bahan]
- Sisik Baja Murni x1000
- Taring Viper Beracun x2
- Empedu Beracun x1
- Mata Viper x2
[Anda mendapat rancangan blacksmith]
[ Dagger Dance ]
Sepasang pisau beracun yang terbuat dari monster langka.
Jika sepasang pisau di gunakan secara bersamaan maka akan menghasilkan 200 damage tambahan dengan 10x tumpukan serangan, Menaikkan Critical serangan dengan 20% kesempatan tiap serangan yang dilakukan.
Damage : +1271
Efek : Paralyze - Poison - Speed + 20
Bahan :
Taring Viper x2 -- Sisik Baja Murni x200 -- Mata Viper x2 -- Bunga Filosi Ungu x2 -- Kayu Besi Hitam x2.
"Aku tahu, hanya saja sebagai seorang wanita aku juga tak ingin dipandang aneh oleh laki laki yang kucintai." jelas yuki
Nicky hanya terdiam mendengar perkataan yuki, dia mengerti perkataan yuki, karena nicky juga tak mau master atau adiknya memandang aneh dirinya,
"Bagaimana dengan keadaan disana?." yuki bertanya pada nicky tentang keadaan shin yang melawan 2 ekor ular raksasa yang tersisa,
"Master masih bermain main dengan mereka bersama komandan lain." ucap nicky setelah mendapat jawaban dari telepatinya,
"Sepertinya dia memang menungguku, ayo kesana." ucap yuki
Nicky mengangguk untuk memberi jawaban pada yuki, mereka pun segera menuju kearah di mana shin berada, bisa di bilang jarak mereka tak terlalu jauh,
Namun pohon pohon besar di sana membuat keadaan terasa jauh, sehingga mereka tak bisa melihat satu sama lain saat pertarungan mereka sebelumnya,
Setelah sampai di tempat shin, shin yang menyadari yuki telah datang segera menyelesaikan urusannya dengan kedua ular raksasa tersebut,
"Baammm~~" Shin memukul kepala salah satu ular ke arah tanah, membuatnya jatuh seketika lalu fermy pun terbang dan menukik tajam,
"Sllassshh~~" Pedang besarnya pun sekali lagi menebas leher sang ular dengan lancar, satu ular yang tersisa kini ketakutan,
Dia berusaha lari namun zerat memegang ujung ekor ular yang besar seukuran dirinya, ular itu pun berbalik ingin menyerang zerat, namun sebelum kepala yang ular mencapai zerat,
"Srrruutt~~" Nyx mengunakan skillnya, sejumlah akar pohon pun mengikat tubuh sang ular mengunci gerakannya hingga tak bisa bergerak,
"Shhaa~~" Sang ular yang terkunci membuka mulut dia ingin menyemburkan racun dari taringnya, namun fermy pun dengan cepat mengayunkan pedangnya kembali,
"Slasshhh~" Kepala ular raksasa pun jatuh ketanah meninggalkan tubuhnya yang masih berdiri karena kuncian akar milik nyx,
Darah bak air terjun berwarna merah pun mengalir deras dari leher sang ular yang ditinggalkan kepalanya, meninggalkan kedua ular yang mati, shin yang membelakangi mereka berjalan menuju kearah yuki berada,
__ADS_1
"Apa kau sudah selesai." tanya shin pada yuki yang berada di dekat nicky
"Yah, Tapi entah kenapa levelnya hanya naik sedikit." keluh yuki yang merasakan levelnya berjalan lambat,
[Aikasa Yuki ] (16)
Hp : 25.000 Mana : 250.000
Class : Grand Creator
Level : 250 (Rebith 3x) (1000/260.000 Exp)
Str : 2762 -- Agi : 210
Vit : 1891 -- Dex : 1928
Int : 2891 -- Lux : 90
Passive :
Eve Eyes Lv.1:
Subtat
Sense Lv 1 :
Kepekaan
Learn Lv 1 :
Training
Magic Lv 5 : Max
Dark Shadow
Skill :
Dark Shadow (Passive), Creator (Lv Max), Battle (Lv 1), Restore (Lv 3), Resistensi (Lv. 2), Exp (Lv.2)
Titel :
Queen of Shadow -- Master Blacksmith -- Creative -- Sadistic
Detail :
...
Shin ingin menjawab perkataan yuki namun dirinya terkejut lebih dulu ketika melihat status yuki, bagaimana dia berfikir perkembangannya lambat,
Bahkan belum ada sehari dia mulai dengan sistem dan sekarang dia sudah memiliki setengah dari level miliknya.
"Yuki bisakah kau santai sedikit." keluh shin sambil memegang kepalanya, shin menjadi cemas jika yuki menyusul levelnya, karena ini pertama kali shin menang level dari yuki.
'Ibu mertua, kenapa kau baik sekali pada putrimu.' pikir shin yang mengeluh tak berdaya.
"Istriku memang yang terhebat." puji shin dengan nada murung,
Yuki pun hanya kebingungan tak mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh shin.
......................
__ADS_1