
Ruang kapal induk
Disebuah ruangan mewah dalam kapal, Shin dan yuki sedang duduk di sofa berwarna merah dalam ruangan tersebut, Mereka sedang menunggu komandan kapal yang ingin bicara dengan mereka.
Suasana yang sunyi membuat shin memulai pembicaraan lebih dulu untuk memecah keheningan ruangan.
"Emmh~ Yuki apa kau masih marah?" ucap shin yang mengingat ketika yuki datang bersama suzak langsung memukul perutnya,
"Hummph~" keluh yuki cemberut serta memalingkan wajah
"Maaf, aku salah tak memberitahumu." ucap shin kembali
"Aku sudah bilang! kita akan menghadapi segala masalah bersama tapi kenapa kau meninggalkanku?" kata yuki tanpa memandang wajah shin,
"Aku hanya tak ingin kau terluka, aku tak ingin istriku kulitnya tergores hujan peluru." ucap shin
"Apa kau akan meninggalkanku jika aku berubah jadi jelek atau cacad?" kata yuki kesal sembari menatap tajam shin
"Bukan begitu maksudku, kenapa kau mengartikan kata kataku seperti itu, jika kau terluka kau takkan bisa berdiri diatas panggung lagi." ucap shin menjelaskan
"Jangan membuat alasan yang tak masuk akal." kata yuki
Dalam artian Yuki lebih memilih untuk tetap bersama shin meskipun harus meninggalkan karir idol yang selama ini ia lakukan.
Shin pun hanya bisa mengeluh nafas panjang, "Haahhh~~ Baiklah baik, kau bisa melakukan apa yang kau mau, tapi berjanjilah untuk tak terluka." ucap shin
"Huh~ Aku bukan anak kecil yang butuh perlindunganmu." kata yuki yang mengartikan bahwa kekuatannya sudah kembali dan dia bukan manusia biasa lagi.
"Klaakk~" Suara pintu yang terbuka menampakkan sosok komandan tertinggi angkatan laut yang memasuki ruangan.
"Maaf membuat anda menunggu." ucap sang komandan yang berjalan dan memasuki ruangan, dia pun duduk berhadapan dengan shin dan yuki yang berjarak sebuah meja kecil dalam ruangan.
"Meskipun saya telah bilang menyerah, tapi itu hanya keputusan saya, jadi saya harus berdiskusi dengan kapten kapal yang ada, tapi anda tak perlu khawatir karena hasilnya memang kami akan menyerah." jelas sang komandan
__ADS_1
Shin dan Yuki yang bersikap seolah tak peduli tentang hasil diskusi para petinggi angkatan laut hanya bersikap santai dihadapan sang komandan.
"Lalu apakah raja mu juga akan menyerah?" ucap shin
"Saya belum melaporkan hal ini pada raja, karena bisa dikatakan keputusan yang raja hanya akan berakhir dengan kemusnahan kami." kata sang komandan
Shin dan Yuki bisa langsung mengerti ucapan sang komandan, Dalam artian tak perduli apa yang terjadi raja takkan mau menyerah.
"Sepertinya kerajaan S memang butuh raja baru." ketus shin
Sang komandan terkejut mendengar kata shin, sang komandan berfikir bahwa bukan hal mustahil jika kedua pasangan dihadapannya ingin memenggal kepala raja.
Meskipun yang sekarang dia lakukan bisa dikatakan penghianatan karena melanggar perintah raja, Namun sang komandan pun tak bisa mengorbankan pasukannya untuk melawan hal yang tak bisa dimenangkan.
"Ehem~ Sesuai keinginan anda, kami akan menyerahkan semua kapal perang serta kapal induk ini, namun saya berharap kami anda berbelas kasih untuk melepas satu kapal untuk menampung pasukan yang telah menyerahkan kapalnya." ucap sang komandan
Mau bagaimanapun mereka sedang berada ditengah laut, jika mereka menyerahkan semua kapal, sang komandan pun tak bisa membiarkan pasukan dibawahnya mengapung dan terombang ambing di tengah laut.
"Untuk apa kau meminta kapal perang?" tanya yuki pada shin
"Nicky yang menginginkannya." jawab shin
Meskipun enggan shin tetap menuruti perkataan yuki, "Nicky." ucap shin
Nicky yang telah kembali kedalam castle bersama gorge pun muncul di samping sofa dimana yuki duduk,
Sang komandan pun terkejut melihat kemunculan nicky yang tiba tiba melalui lingkaran sihir, Meskipun sudah menyaksikan bagaiman gorge kembali kedalam castle sewaktu shin mendarat dikapal, sang komandan pun masih takjub dengan hal tersbut,
Sang komandan ingin bertanya, namun posisinya yang kalah membuatnya hanya bisa memendam pertanyaannya dan hanya bisa memperhatikan.
"Untuk apa kau ingin kapal perang?" tanya yuki
"Maaf nona, saya berfikir daripada menghancurkannya lebih baik disimpan mungkin di masa depan itu akan berguna." jawab nicky
"Haahh~~ Dengan shin kau takkan memerlukan hal seperti itu." kata yuki
"Maaf nona, nona memang benar." kata nicky, ucapan yuki memang tepat karena memang hanya dengan shin dan para mahkluk panggilan lainnya kapal perang hanya sebuah mainan, dan itu juga takkan berguna.
__ADS_1
"Seperti yang komandan dengar kami takkan mengambil alih kapal perang kerajaan S, namun saya harap anda juga tak menghalangi jalan atau melawan kami." kata yuki pada sang komandan.
"Tapii~~" ucap sang komandan ragu karena shin hanya terdiam tak berkata apapun,
"Tak masalah, abaikan pendapatnya, sifatnya memang begitu." kata yuki,
Namun sang komandan tetap ragu, karena sang komandan berfikir yuki bukan seorang yang menentukan keputusan disini.
"Baiklah~ kalau begitu diskusi ini selesai, karena anda sudah melihat kami, maka kami akan pergi." kata yuki menyeret tangan shin untuk pergi.
Shin yang sedari acuh tak acuh pun hanya bisa mengikuti tarikan tangan yuki, "Saya akan menyuruh pengawal untuk mengantar kalian." ucap sang komandan yang melihat kedua remaja dihadapannya yang ingin pergi.
"Tak perlu, tapi terima kasih niat baiknya." kata yuki berlalu pergi bersama shin,
Melihat shin dan yuki yang telah meninggalkan ruangan sang komandan pun menjatuhkan diri duduk di sofa kembali, dia pun bernafas lega karena menahan rasa tekanan ketika berbicara dengan shin dan yuki.
"Siapa sebenarnya mereka itu, Meskipun mereka terlihat masih muda, aura yang mereka keluarkan sangat menekan, bahkan ketika aku menghadap raja dan ratu aku tak pernah merasa tertekan hingga kesulitan bernafas, sepertinya akhir dari raja bodoh itu sudah dekat." ucap sang komandan sambil merilekskan pikirannya,
- Udara
"Wusshhh~~" Angin menerpa kencang diatas punggung suzak yang di naiki shin dan yuki.
Setelah diskusi dan pertemuan singkat mereka dengan komandan tertinggi angkatan laut mereka pun langsung menuju kearah dimana kerajaan S berada.
"Apa kau tak bertanya kenapa aku melarang nicky mengambil kapal perang?" ucap yuki bersandar kebelakang di dada shin
"Untuk apa? aku tak pernah mempermasalahkan keputusanmu." jawab shin yang fokus menatap arah suzak terbang.
"Hehe~ Suamiku memang yang terbaik, aku memaafkan mu karena sudah meninggalkanku." ucap yuki sembari memejamkan mata untuk bermanja-manja di dada shin,
Sebenarnya shin tahu alasan kenapa yuki melarang nicky mengambil alih kapal perang, Yuki melarang memgambil kapal perang karena itu adalah salah satu kekuatan kerajaan S,
Jika shin memaksa mengambil kapal perang, ketika raja mati kerajaan S akan kehilangan setengah kekuatan militer, dan itu akan memancing negara yang serakah menyerang,
Ketika itu terjadi kerajaan tanpa raja akan menjadi sasaran empuk dan itu pun akan mengakibatkan perang yang lebih besar, hasilnya penduduk tak berdosa yang akan menjadi korban.
Shin juga berfikir begitu, Namun tujuannya datang ke kerajaan S untuk mengambil kepala raja, bukan untuk menghancurkan sebuah kerajaan.
__ADS_1
......................