
Setelah mereka bermesraan di hadapan para familiar mereka, Shin dan yuki kini berjalan menuju ketengah altar tempat dimana mantan monster jaga,
Tak berapa lama sampai yuki dan shin pun berada di dekat api hijau tersebut, Yuki yang memandang aneh api dihadapannya menarik lengan baju shin,
"Apa ini benar benar apa yang kau cari?." ucap yuki pelan
Shin pun menoleh kearah yuki, dia bisa melihat wajah cemas yuki yang sedang mengkhawatirkan dirinya, shin juga tak tahu banyak tentang api hijau di hadapannya,
Namun entah kenapa sebagian dalam dirinya sangat menginginkan api tersebut, tak lupa pula syarat jika ingin meninggalkan dungeon underground tempat mereka berada adalah dengan mendapatkan api tersebut,
"Sepertinya begitu, ada sebagian dalam diriku mencoba untuk mendapatkannya." ucap shin kembali menatap api hijau tak jauh darinya,
Yuki yang merasa cemas pun tak bisa berkata apa apa, dia yang khawatir juga tak bisa menahan shin untuk tetap diam ditempat,
Kini yuki hanya bisa melihat shin melangkah perlahan menuju api hijau tersebut, "Apa yang kalian ketahui tentang api itu?." tanya yuki pada para familiar baru yang berada di belakangnya.
"Kami juga tidak tahu master?, sejak kami datang di tempat ini, didalam otak kami hanya ada satu perintah,
Lindungi api di tengah hutan meskipun harus mengorbankan hidupmu.
Selain perintah itu kami tak menerima atau mendengar perintah lagi." ucap gen
"Benar master, kami pikir itu adalah api suci yang akan memberikan kekuatan, jadi dulu kami bertarung satu sama lain, namun karena kami seimbang sudah berlalu 3ribu sejak saat itu." kata ako
"Pernah ada seekor naga yang mengalahkan kami berempat, lalu ketika dia ingin menyerap kekuatan api tersebut, hasilnya dia terbakar hingga tak tersisa." kata ryu
"Karena itu kami berfikir hanya menjaganya saja tanpa niat ingin menaklukkannya, karena memang dalam radius terdekat api itu kekuatan kami juga meningkat secara perlahan." tambah suzak mengakhiri penjelasan yang mereka ketahui,
Dalam artian yuki kini mengerti, mereka akan mati jika mencoba menaklukan api hijau tersebut, namun api itu juga memberi mereka kekuatan ketika mereka menjaganya,
Tanpa terasa yuki pun merasa semakin cemas, dia ingin berlari kearah shin sebelum shin menyentuh api hijau tersebut, Yuki yang panik segera bergerak cepat namun semua sudah terlambat,
Shin yang berada tak jauh dari yuki sudah mulai mengarahkan tangan dan menyentuh apinya, yuki yang terhalang barier transparan pun hanya bisa melihat tubuh shin perlahan terbakar api hijau,
"SHIN..!!!" teriak keras yuki memanggil suaminya, dia terus memukul barier yang menghalangi jalannya namun semua kekuatan yang dia miliki sama sekali tak dapat menghancurkan pelindung kaca yang membatasi mereka,
Disisi lain yang telah terbakar api hijau, merasakan tubuhnya sangat panas, dan sangat terasa kesakitan, shin pun berteriak keras, dia jatuh serta memeluk tubuhnya sendiri untuk menahan rasa sakit yang menimpanya,
'Ini sakit sekali, bahkan lebih sakit dari kematian yang pernah aku alami, aku pernah merasakan rasa sakit ini, ini seperti penyiksaan yang dilakukan kakak kakak jaira,' pikir shin
Shin merasakan kembali rasa sakit yang dulu pernah dia rasakan bersama jaira, Sedangkan api yang membakar tubuhnya kini mulai mengelupas kulitnya, Shin pun dapat melihat daging yang ditinggal kulitnya kini mulai menghitam akibat kobaran api yang menyelimuti dirinya,
Terus berteriak, hanya itulah cara shin untuk bertahan, shin bahkan bisa melihat di tempat tak jauh darinya yuki jatuh berlutut dengan air mata yang terus mengalir,
__ADS_1
"Tidak, jangan menyerah aku harus bertahan!" kata shin mencoba mempertahankan kesadarannya, dia pun melirik panel yang masih mengambang di hadapannya,
[Penyerapan Pois of Fire]
[Proses 40% -- 41%]
Perhatian! Kehilangan kesadaran akan menggagalkan proses, Jika gagal maka api akan lenyap.
Shin terus berfikir untuk tetap sadar, shin ingin sekali mendengar suara yuki namun apa daya shin hanya bisa melihat yuki seperti mengucap kata namun dia sama sekali tak mendengar suaranya,
[Proses 50% - 51%]
"Ini sakit sekali," keluh shin, perlahan dia mulai melihat daging di tubuhnya mulai terbakar perlahan menunjukkan tulang putih dibaliknya, Shin mulai menyadari, semakin lama proses presentase naik,
Rasa sakit yang diterimanya semakin parah, shin bahkan bisa menyadari bahwa kesadaran miliknya juga hampir lenyap,
[Proses 80% - 83%]
"Sedikit lagi, sedikit lagi." ucap shin menyemangati dirinya sendiri
[Proses 90% - 92%]
"Aku tak boleh pingsan." shin mencoba untuk terus menahan rasa sakit yang memaksanya untuk pingsan,
[Proses 100%]
Api hijau yang sedari tadi membakar tubuhnya mulai hilang secara perlahan.
Shin mulai bernafas lega, kini tubuhnya yang tersisa tulang berwarna hitam mulai menumbuhkan daging kembali, setelah beberapa saat kulit dan tubuhnya pun kembali normal kembali.
Shin mengatur nafasnya yang tak beraturan akibat penyiksaan yang baru dia alami, dia pun jatuh kebelakang telentang sambil menatap hijau dedaunan yang berada jauh diatasnya,
[Penyerapan Pois of Fire Selesai]
[Tubuh Berkembang A telah berubah menjadi Immortal Body S¹]
[Immortal Body S¹]
Tubuh manusia yang abadi, Tidak bisa hancur ataupun menua, Tubuh yang dapat menampung seluruh kekuatan di alam semesta, Bisa dikatakan sebagai tubuh yang sangat diinginkan para dewa.
Skill :
S¹. Absolute Resist -- Pain Off -- King of Plant
__ADS_1
Absolute resist : Kebal terhadap racun apapun
Pain Off : Meniadakan rasa sakit
King of plant : Mengendalikan tumbuhan sesuka hati
S². Terkunci
S³. Terkunci
S⁴. Terkunci
S⁵. Terkunci
[Menambah elemen inti Angin]
[Skill Wind Slash Dipelajari]
[Skill Tornado Dipelajari]
[Skill Wind Manipulation Dipelajari]
[Skill Elemen Combo Dipelajari]
[Skill Fire Wind Arrow Dipelajari]
Bersamaan dengan selesainya proses penyerapan api hijau, Yuki yang sedari tadi tertahan segera berlari menuju shin yang tergeletak diam,
Yuki yang melihat shin masih membuka mata, segera duduk dan mengangkat kepala shin untuk berbaring di pangkuannya, Meskipun hanya bisa melihat dari kejauhan namun yuki bisa merasakan betapa berat kejadian yang dialami shin sebelumnya,
"Hiks~ Shin, apa kau baik baik saja." ucap yuki yang tak bisa melepas rasa cemasnya,
Shin bisa melihat butiran air mata yang jatuh menulusuri pipi yuki, shin merasa tersentuh, hingga merasa rasa bahagia itu mengalahkan rentetan skill dan kelebihan yang dia dapatkan.
"Apa aku membuatmu khawatir?." ucap shin pelan yang kehabisan tenaga, "Aku baik baik saja." tambahnya.
Shin mulai memejamkan matanya karena merasakan kenyamanan yang dia rasakan, "Bisakah kita seperti ini untuk beberapa saat." ucap shin
"Emmhh~" jawab yuki dengan menganggukkan kepala, sambil menyeka air matanya,
Shin yang mendapat jawaban yuki pun tersenyum karena senang, "Terima kasih." ucap shin pelan, tak lama kemudian shin pun tertidur untuk melepas beban dari rasa penyiksaan yang sebelumnya dia rasakan.
......................
__ADS_1