Monarch System II

Monarch System II
Ch - 62. Empat Penjaga Altar Api


__ADS_3

"Slasshhh~~" dengan perasaan suramnya shin bersama beberapa mahkluk bayangannya membantai setiap hewan buas raksasa yang menghalangi jalannya,


Shin mengunakan pedang miliknya untuk melampiaskan rasa kesalnya setiap kali memikirkan rasa iri yang terus mengikuti dirinya,


[Level 250]


[Level 251]


[Level 252]


[Level 253 -- 254 -- 255 ]


Bagaimana dia tidak iri, melihat kenaikan level Yuki yang terus naik dengan cepat ketika dia membantai setiap hewan raksasa, ditambah lagi levelnya yang masih tetap bersamaan dengan notifikasi,


[Dunia terlalu rendah tidak dapat menerima exp lagi]


Tapi mau bagaimana lagi, jika shin tak membunuh hewan hewan raksasa itu, dia juga takkan sampai di tempat tujuan, di hatinya shin terus berusaha mengusir rasa irinya dengan pikiran


'Ini bagus, dengan begitu yuki takkan bisa mendapat bahaya di masa depan, memang hanya dia yang bisa tetap bersamaku seorang yang selalu mendapat masalah.'


Disisi lain yuki hanya berjalan santai dengan rasa kebingungan melihat shin yang membabi buta membunuh setiap hewan raksasa yang dia lihat,


Namun dihatinya yuki merasa khawatir dengan perubahan emosi shin, yuki takut jika shin tetap mempertahankan emosinya dia akan bertindak ceroboh,


Itu mengingatkan yuki pada cerita shin yang melawan jaira setelah bertemu dengannya,


"Nona, apa anda khawatir dengan master." ucap nicky


Nicky yang berjalan di samping yuki mencoba bertanya karena melihat ekspresi wajah muram yuki,


Yuki menghela nafas, "Apa yang terjadi padanya? sejak membunuh 2 ular raksasa dia hanya diam dan bertingkah seperti itu." keluh yuki


'Ini karena nona terus naik level dan hampir menyusul master, aku saja bisa merasakan mana di tubuh nona semakin bertambah kuat seiringnya waktu' pikir nicky


Nicky hanya mampu berfikir tak berani menjawab, karena nicky tahu apa yang dirasakan masternya melalui ikatan kontrak mereka, namun apa dayanya? nicky juga tak bisa membeberkan perasaan memalukan masternya,


Nicky berfikir hal itu hanya masternya yang pantas untuk mengucapkan, Sehingga dia hanya bisa terdiam tanpa bisa membantu yuki melepas rasa khawatirnya.


"Apa kau tak apa disini? bukankah kau ingin bersama mereka?." tanya yuki mengalihkan pembicaraan


"Berada disisi master atau nona itu sama saja bagi kami, justru saya merasa terhormat diberi tugas untuk melindungi nona." ucap nicky


"Baiklah, alasan kalian dari dulu memang tak pernah berubah." ucap yuki


Nicky pun menunduk mendengar perkataan yuki, "Maafkan saya Nona." ucap nicky


Yuki yang melihat rasa bersalah nicky pun segera berucap, "Kenapa kau meminta maaf? aku tak menyalahkan aturan yang kalian buat, itu hak kalian."


"Terima kasih Nona." ucap nicky yang menyadari maksud perkataan yuki,


Meninggalkan Yuki dan nicky yang mengobrol sambil mengikuti shin, sebuah ledakan besar pun terdengar keras,


"Booommm~~" shin berdiri tegak menahan serangan sihir skala besar yang mengarah ke arah mereka,

__ADS_1


Yuki pun bisa melihat hewan apa yang sedang di lawan oleh shin, itu adalah harimau putih yang sangat besar, bahkan 2x lebih besar dari hewan hewan liar sebelumnya,


Bisa dikatakan perbedaan tubuh besar mereka seperti kucing dan macan hutan, terlihat jelas harimau putih itu terkejut melihat shin yang bisa menahan serangan salah satu dari mereka berempat,


[Byako]


Ras : Monster "Harimau"


Level : 300


Detail :


Hewan Mitologi yang hidup untuk menjaga keseimbangan dunia, Byako sendiri bisa dikatakan sebagai raja para binatang, karena warnanya yang putih dia dijadikan simbol penjaga barat.


[Suzaku]


Ras : Monster "Phoenix"


Level : 300


Detail :


Hewan mitologi yang hidup untuk menjaga keseimbangan dunia, Suzaku yang merupakan burung yang elegan dan mulia, baik dalam penampilan dan perilaku, karena warnanya yang orange kemerahan dia dijadikan simbol penjaga selatan.


[Seiryu]


Ras : Monster "Naga"


Level : 300


Detail :


[Genbu]


Ras : Monster "Turtle Snake"


Level : 300


Detail :


Hewan mitologi yang hidup untuk menjaga keseimbangan dunia, Genbu adalah kura kura hitam berekor ular, memiliki lambang stabilitas, dan kepintaran, karena itu dia dijadikan simbol penjaga utara.


Byako menatap shin tajam bersama dengan hewan mitos lainnya, bisa dikatakan mereka berada di atas sebuah 4 pilar di mana tempat itu berbentuk altar melingkar dengan tiang panjang di tengah,


Diatas tiang panjang tersebut terdapat api hijau kecil seperti yang rumor shin dapatkan, api itu sekecil tangan manusia, bahkan bisa saja itu padam oleh nafas hewan mitos yang menjaganya,


Namun shin merasa aneh melihat api itu, seolah bagian dari dirinya sangat menginginkan api kecil tersebut.


"Manusia ini aneh, dia tak seperti sebelumnya." ucap byako


Shin pun bisa berfikir manusia yang disebut byako adalah orang negara A yang menciptakan rumor api hijau tersebut,


"Kau benar, bahkan dia bisa tetap berdiri setelah menerima serangan ku." ucap seiryu

__ADS_1


"Sekuat apapun serangga, sebanyak apapun itu, tetap saja itu serangga." ucap suzaku


"Meskipun begitu, aku setuju dengan byako, manusia ini aneh, bahkan mahkluk mahkluk hitam itu memiliki aura yang sama dengannya."


Para hewan mitologi itu terus menatap shin dari tempat mereka berada, namun shin dengan santai berdiri dihadapan mereka tanpa rasa takut sedikitpun dalam dirinya,


Justru shin kesal mendengar perkataan suzaku yang menghina dirinya, 'apa dia benar mahkluk mitos yang baik dan mulia, perkataannya pedas sekali.' pikir shin menatap suzaku


Mengabaikan shin yang bertukar pandang beradu kewibawaan dengan para mahkluk mitos, yuki mendekat dan menarik lengan baju shin,


Shin yang menoleh kearah yuki, bisa melihat mata terkagum kagum yuki yang melihat sosok mahkluk dihadapannya,


'Inikah mahkluk mitologi dalam legenda, aku pernah membacanya di buku, aku masih tak percaya bisa melihat mereka secara nyata.'


Pikiran yuki melayang dengan imajinasinya sendiri, shin pun bisa mengerti apa yang dipikirkan yuki melalui sorot matanya, itu seperti seorang anak kecil yang melihat ice cream.


'Yuki sadarlah, mereka bukan manisan di toko pinggir jalan.' pikir shin melihat tatapan yuki.


"Manusia, apa yang kau inginkan." ucap byako


Shin pun segera menoleh kearah suara yang mengajaknya bicara, "Aku menginginkan itu." ucap shin sambil menunjuk kearah api berwarna hijau ditengah para mahkluk mitos.


Para mahkluk itu pun terkejut mendengar kata shin, mereka pun langsung memasang wajah geram seolah sudah menetapkan shin sebagai musuh yang harus dibunuh.


"Manusia, apa kau sudah bosan hidup?." ucap seiryu


"Pergilah manusia, maka aku akan melupakan ucapan tak masuk akal mu." ucap Byako


"Pergi, jangan bercanda! dia ingin api yang kita lindungi, sudah sudah pantas untuk mati." ucap suzaku


"Kau benar suzaku, dia datang dengan banyak mahkluk panggilan, jika kita melepaskannya dia akan kembali dengan lebih banyak." ucap genbu yang berfikir penundaan adalah keputusan buruk.


Shin yang mendengar ucapan para mahkluk mitos hanya bisa tertawa dengan lantang, "Membunuhku? kalian? hahaha! jangan bermimpi." ucap shin dengan nada merendahkan.


Mendengar kata arogan shin, para mahkluk mitos itu pun semakin geram suzaku yang sudah naik pitam kini terbang meninggalkan pilarnya,


Dia pun menukik tajam ketanah didepan shin berada, "Booomm~~" tanah di sekitar altar pun bergetar hanya karena suzaku berpijak ditanah,


"Manusia, merasa terhormat lah karena mati ditangan mahkluk mulia sepertiku." kata suzaku dengan nada mendominasi


Merasakan tekanan dari suzaku shin hanya berdiri tegak dengan santai tak satu inchi pun bergerak dari tempat dia berada, Yuki yang berada di samping shin pun juga tetap tenang sambil terus asik dengan dunianya sendiri.


Melihat shin dan mahkluk yang ada disana tak bergeming sedikitpun suzaku pun mulai berteriak keras sambil mendongak ke langit,


"Khhhaaakkk~~ Brasssssshhh~~" suzaku menghembuskan nafas api yang sangat panas ke shin dan yuki yang berada di bawahnya,


Seketika api itu pun membakar hutan di sekitar mereka, pohon pohon yang besar dan kuat pun tak luput dari kobaran api yang suzaku lakukan.


"Apa hanya ini? kekuatan mahkluk dari ras yang sama dengan Jaira." ucap shin yang terlihat menahan kobaran api dengan telapak tangan yang menghadap kedepan.


Suzaku yang tak mengerti apa yang terjadi dan hanya tahu shin bisa tetap bertahan, dia pun menambah tingkat panas api yang dia keluarkan.


Api suzaku pun kini menutupi tubuh shin dan yuki dari hadapannya.

__ADS_1


......................


__ADS_2