
Disebuah lapangan kota shin yang kehilangan yuki memanggil semua mahkluk bayangannya keluar dari castle.
"KELUAR." kata shin memanggil semua mahkluk penghuni castle,
Shin yang biasanya berhati hati, kini tak peduli keadaan sekitarnya karena panik,
Semua mahkluk yang muncul dari lingkaran sihir pun kini berlutut di hadapan shin,
"CARI..!! TEMUKAN DIA APAPUN CARANYA." ucap shin dengan keras memberi perintah,
Semua mahkluk yang gemetar karena kemarahan shin pun segera berpencar ke seluruh penjuru kota, untuk mencari keberadaan yuki,
Shin pun membuka panel biru gelap di hadapannya, menyuruh yui memeriksa semua cctv dari seluruh kota J, namun usahanya tetap sia sia, seolah ini direncanakan dengan matang,
'Tidak ada, dimana dia pergi? sial.' pikir shin yang semakin panik,
"Yui restore semua cctv untuk 1 jam yang lalu." kata shin
Yui pun mengakses data dari semua cctv di kota J untuk 1 jam sebelumnya, kemudian yui mencari rekaman yang terdapat yuki di dalamnya,
Setelah beberapa saat, shin pun melihat hasil pekerjaan yui, di dalam layar biru gelap tersebut,
Yuki yang baru keluar dari restoran di bius dan di bawa masuk kedalam sebuah van berwarna hitam,
Shin pun semakin marah melihat rekaman cctv tersebut, shin pun memberi perintah pada semua mahkluk panggilannya untuk mencari mobil yang terekam di cctv,
"Ini terjadi beberapa menit yang lalu, harusnya mereka masih di jalan." ucap shin
'Master kami menemukannya.' telepati dari zerat yang telah menemukan keberadaan mobil tersebut
Mendengar itu shin pun segera bergegas menuju ke tempat zerat berada.
--
-Hotel Monsai
Meninggalkan kota yang di landa kepanikan kemunculan monster aneh yang bergerak secepat kilat, di kamar sebuah hotel yuki terbaring dengan tangan terikat dengan mulut yang di sumbat sebuah kain.
Yuki yang pingsan pun tersadar, menyadari dirinya sedang diculik dan berada di sebuah kamar hotel dengan tangan serta kaki yang terikat.
Yuki pun mencoba melihat sekelilingnya untuk melihat keadaan kamar tersebut.
"Selamat malam, tuan putriku." ucap sosok laki laki yang duduk tak jauh dari ranjang yuki terbaring
"Emmmm~~" yuki mencoba berteriak memanggil nama sosok tersebut namun kain yang menyumbat di mulutnya tak bisa dilepas karena sebuah selotip yang menghalanginya.
"Tak ku sangka kau sadar dengan cepat, ada gunanya juga aku menyuruh mereka mengunakan sedikit dosis untuk membius mu." ucap laki laki tersebut.
Laki laki itu pun bergerak mendekat kearah ranjang dimana yuki berada, cahaya lampu pun memperlihatkan sosok pangeran tampan di mata yuki.
"Hah~ aku benar benar mencintaimu yuki, tak bisa kah kau melihat usahaku selama ini." ucap albert
"Emmmm~~" yuki mencoba berteriak marah melihat albert namun suaranya terus tertahan oleh kain di mulutnya
__ADS_1
Albert menaiki ranjang dan merangkak di atas tubuh yuki, yuki ingin berontak namun ikatan pada kaki dan tangannya membuat yuki tak bisa bergerak.
"Ahhh~ yuki putriku yang cantik, apa kau ingat pertemuan pertama kita di depan sekolah tahun lalu, aku terpesona oleh kecantikan mu, bahkan aku lebih mencintaimu ketika tahu kau seorang idol kelas atas," ucap albert sambil mencium rambut yuki,
"Jangan takut, aku melakukan ini untuk membuatmu berada di sisiku, jika tubuh kita bersatu aku yakin kau tak kan bisa meninggalkanku." ucap albert
Albert pun menunduk untuk mencium leher yuki, namun tindakan albert yang membuat yuki semakin meronta dan menghabiskan tenaganya,
"Bagus teruslah meronta, apa kau tau? obat bius itu selain membuat pingsan juga berefek melemaskan otot, aku tak ingin kau merasakan rasa sakit ketika kita menyatukan tubuh kita, jadi aku mencuri obat itu dari ayahku." ucap albert.
Albert pun melepas selotip di bibir yuki perlahan dan mengambil kain di mulut yuki, karena albert merasa yuki sudah lemas kehabisan tenaga untuk meronta,
"Aku mohon lepaskan aku." ucap lirik yuki yang kehabisan tenaga
"Lepaskan? hahaha,! berapa banyak wanita yang telah aku tiduri, semua ketagihan dan menginginkan lagi,
Kau adalah wanita pertama yang membuatku jatuh cinta,
Kau wanita pertama yang membuatku merasakan penolakan,
Kau wanita pertama yang membuatku di pandang rendah rakyat jelata,
Kau bilang lepaskan? mana mungkin aku melewatkan kesempatan untuk memilikimu." ucap albert sambil duduk diatas perut yuki
"Hiks~ Hiks~ Shin, Tolong selamatkan aku." ucap yuki lirik tanpa sadar memanggil nama shin,
"Plakk~~" albert yang kesal menampar pipi yuki karena mendengar yuki memanggil nama shin
Albert pun memegang pipi yuki, dengan tekanan, sambil mengancam yuki yang lemas tak bisa bergerak.
"Ah~ aku tahu, aku berikan 2 pilihan, terima aku atau aku akan membunuh rakyat jelata itu, akan aku potong kecil kecil tubuhnya dan akan aku buang kelaut hingga tak ada pemakaman untuknya." kata albert mengancam yuki,
Yuki pun terdiam mendengar kata albert, yuki pun hanya bisa mengalirkan air mata dari matanya karena membayangkan kata yang keluar dari mulut albert.
"Sepertinya tuan putriku adalah gadis pintar." ucap albert yang melihat yuki kini hanya terdiam dan memejamkan mata,
Karena merasa yuki sudah menyerah, albert pun mengarahkan tangannya untuk membuka kancing baju yuki perlahan,
"Clik~ Braak~" tubuh albert terpental setelah melepas satu kancing baju terlepas,
Tubuh albert pun menabrak dinding kamar hotel karena pukulan yang tiba tiba muncul entah dari mana,
"Uhuk~ Uhuk~ " albert muntah darah karena pukulan tersebut, dia pun melihat sosok bayangan hitam berdiri di samping yuki yang sedang terbaring,
"Claangg~~" jendela kamar hotel yang pecah akibat shin menerobos masuk kedalam kamar,
Yuki yang melihat sosok shin mendekat pun menangis sendu karena berfikir dirinya telah aman.
"Slash~" ragoll yang berdiri di samping yuki memotong semua ikatan yuki dengan tombak berujung kapaknya,
Melihat keadaan yuki, shin pun semakin marah dan ingin membunuh albert,
'Aku memang terlalu naif, bahkan hal seperti bisa terjadi, aku kira dia takkan seberani ini, sepertinya aku harus mengakhiri ini.' pikir shin
__ADS_1
Shin pun mengangkat tubuh yuki yang kini terbaring pingsan kembali,
"Siapa kau? pengawal." teriak albert namun tidak ada satu pengawal pun yang meresponnya.
Thron pun dengan cepat mengarahkan sabit besarnya untuk menebas kepala albert namun shin menghentikannya,
"Aku ingin sekali membunuhmu, tapi kematian terlalu mudah untukmu." ucap shin,
"Dusk, siksa dia bersama raja kep^rat itu," ucap shin
Dusk pun mendekat dan mencabut paksa jiwa albert dari tubuhnya, albert yang ingin melawan pun tak bisa berbuat apa apa ketika jiwanya telah masuk ke lampu milik dusk,
(Raja itu maksudnya ayah yuki di dunia sagart,)
Setelah jiwa albert masuk kedalam lampu milik dusk, tubuh albert pun tergeletak tak bernyawa di lantai,
"Thron penggal kepalanya dan kirim ke kerajaan S, dan bakar tubuhnya menjadi debu." ucap shin
Thorn pun melakukan perintah yang shin ucapkan,
"Sepertinya kerajaan itu memang sudah waktunya berakhir." kata shin melompat dari jendela menuju ke pundak Gorge,
Shin pun pergi dari hotel tersebut sambil menaiki punggung naga,
Meninggalkan shin yang kembali ke villa yang shin beli beberapa hari sebelumnya, kamar hotel tempat yuki di culik terlihat berantakan karena aura kemarahan shin,
"Apa dia bodoh, berani sekali ingin menyentuh ratu." ucap thron sambil memainkan kepala albert
"Dia hanya tak tahu sedang berurusan dengan siapa." ucap nicky yang duduk di atas ranjang tempat yuki sebelumnya,
"Aku lebih menantikan perang yang dimaksud master, aku ingin tahu kekuatan kerajaan di dunia ini, apa itu berbeda dengan di dunia itu." ucap nyx
"Apa kau belum cukup melihat master marah." kata nicky menatap tajam nyx
"Nicky benar, bahkan tubuhku gemetar saat keluar dari castle." kata fermy
"Ysabele, ini kesalahanmu, kau di tempatkan di dekat nona untuk melindunginya, kenapa bisa jadi begini dan membuat master marah." kata nicky
"Maafkan aku, saya sebelumnya ingin mengikuti nona yuki, namun nona menyuruhku untuk tak mengikutinya." ucap ysabele tertunduk karena merasa bersalah,
"Hah~ lupakan saja, mungkin karena kebiasaan di dunia itu, kita jadi tak bisa membantah perkataan nona yuki." ucap nicky
"Entah sejak kapan, kita menganggap master dan nona sebagai raja dan ratu kita." ucap nyx.
Mereka yang mendengar ucapan nyx pun terdiam karena menyadari perkataan nyx ada benarnya,
"Ysabele, temui master, aku tak tahu keputusan master entah dia akan memaafkan mu atau membunuhmu." kata nicky sambil menghilang dari kamar tersebut kembali ke castle.
"Maaf aku tak bisa membantu." kata fermy kembali ke castle bersama mahkluk lainnya yang kembali.
"Thron, kirim kepala di tanganmu itu secepatnya, jangan buat master bertanya tentang perintah yang dia berikan." kata zerat yang juga kembali kedalam castle
"Kuharap, kau tak berpisah dengan kami." kata nyx pada ysabele sebelum kembali kedalam castle.
__ADS_1
Setelah semua mahkluk kembali ke dalam castle, ysabele pun segera pergi menuju ke tempat shin berada, thron pun pergi menuju kerajaan S untuk melaksanakan misi yang diterimanya.
......................