
Yuki yang berhadapan dengan genbu kini berfikir untuk memberikan pertanyaan untuk menjebak genbu,
"Kenapa begitu terburu-buru? apa kau pikir bisa menjawab pertanyaanku?." ucap yuki dengan wajah berpura pura cemas,
Genbu yang melihat ekspresi wajah yuki merasa besar kepala, karena memang dia adalah mahkluk bijak serta pintar, sehingga dia merasa diri untuk menjawab pertanyaan yuki,
Karena genbu memang berfikir jika dia menjawab dia akan menang, dia bisa mengusir dua manusia yang mereka hadapi pergi, "Tentu saja," ucap genbu dengan wajah sombong, "Cepat berikan pertanyaanmu dengan begitu aku bisa mengusir kalian." tambahnya
Yuki yang melihat sikap genbu pun merasa bahwa dia bisa dengan mudah menjatuhkan genbu,
"Baiklah," ucap yuki, yuki pun mengembuskan nafas panjang untuk melanjutkan aktingnya sebelum dia mengatakan pertanyaannya,
"Disebuah gua yang gelap ada seorang pria biasa yang sendirian, dia merasa kedinginan karena angin dan suasana yang lembab,
Didekat pria tersebut ada sebuah obor dan satu lilin, untuk mengatasi keadaannya, apa yang akan dia nyalakan lebih dulu?."
Genbu memikirkan setiap kata dari pertanyaan yuki dengan seksama, namun dengan cepat genbu pun menemukan jawaban dari pertanyaan yuki.
"Tentu saja lilin." ucap genbu dengan nada percaya diri?
"Apa!" ucap yuki pura pura kaget, "Kenapa lilin?" tanya yuki kembali.
Melihat ekspresi yuki, genbu merasa jawabannya benar, dia pun menjelaskan alasan dari jawabannya dengan penuh kebanggaan,
"Itu mudah, didalam gua dingin karena angin yang masuk, agar dia tak kedinginan, dia menyalakan lilin dan obor dijadikan sebagai api unggun untuk menghangatkan diri." ucap genbu
"Itu masuk akal," ucap yuki dengan wajah seperti seorang yang sedang berfikir, "Tapi sayang jawaban yang kamu berikan adalah salah." ucap yuki sambil tersenyum licik
Genbu pun kaget mendengar ucapan yuki, "Bagaimana itu salah, dari situasinya itu adalah jawaban yang paling masuk akal." kata genbu dengan wajah tak percaya,
"Jika dilihat dari keadaan memang benar," ucap yuki, "Tapi itu bukan jawabannya." tambah yuki sambil mengarahkan kedua tangan kesamping dan melirik genbu.
"Lalu apa jawaban yang benar?." ucap genbi dengan wajah penasaran.
"Ingat pertanyaanku, apa yang dia nyalakan lebih dulu?" ucap yuki
"Lalu?" kata genbu yang tak sabar mendengar jawaban yuki
"Tentu saja, Korek Api." ucap yuki dengan wajah senyum licik.
Genbu pun merubah mimik wajahnya, kini wajahnya merah padam karena marah telah termakan tipuan yuki, namun harga dirinya yang tinggi tak mengakui kekalahan yang dia alami.
"Kenapa harus korek api? menyalakan lilin atau obor bukankah lebih mudah menggunakan sihir." ucap genbu yang tak menerima kekalahan.
"Ingat pertanyaanku kembali, "Pria biasa" itu berarti dia tak bisa mengunakan sihir." ucap yuki dengan wajah bangga
Melihat wajah yuki yang terasa merendahkan genbu masih tetap tak mengakui kekalahannya, "Kau perempuan licik, karena kau yang membuat pertanyaan kau membenarkan jawabanmu sendiri." ucap genbu.
Yuki yang mendengar kata genbu menurunkan senyum di bibirnya, "Apa kau tak mengakui kekalahan? ternyata mahkluk seperti kalian memang lebih pantas lenyap dari dunia ini." ucap yuki kesal tahu genbu berfikir bahwa dirinya telah mencurangi genbu.
Yuki yang merasa kesal pun mulai menarik mana disekitarnya, Genbu yang melihat itu bisa melihat mana yuki terlihat seperti bayangan seorang ratu kegelapan di matanya,
'apa itu? apa ini kekuatan dalam dirinya? entah kenapa aku merasa merinding pada perempuan ini, aku bisa merasakan dia lebih lemah dari sebelumnya, namun sekarang aku seperti bisa melihat gap diantara kami.' pikir genbu
"Katakan padaku, apa yang kau inginkan? tunduk atau lenyap dari dunia ini." ucap yuki dengan wajah merah padam karena marah,
Genbu yang semakin melihat yuki, kini instingnya merasa ketakutan, seolah mahkluk kelas atas seperti dirinya dipandang seperti hewan biasa pada umumnya, "Baiklah, apa yang kau inginkan?." ucap genbu mencoba menegosiasi kembali.
"Sudah kukatakan sebelumnya, tunduk atau mati." ucap yuki tegas.
__ADS_1
"Baiklah aku menyetujui keinginanmu." ucap genbu yang sudah menyerah.
Mendengar kata genbu yuki pun merasa tenang, seolah amarah seketika hilang entah kemana, bersamaan dengan notifikasi di hadapannya,
[Genbu Sudah Menyerah]
[Untuk menjadikan genbu sebagai familiar berikan nama untuk melakukan kontrak jiwa]
"Baiklah, mulai saat ini kau milikku, namamu adalah Gen." ucap yuki
[Gen] [S]
Ras : Monster "Turtle Snake"
Level : 300
Skill :
Ground Bullet (Lv Max), Earthquake (Lv Max), Shield (Lv Max)
Genbu yang mendengar kata kata yuki merasa aneh, dia belum melakukan kontrak dengan yuki, namun jiwanya terukir nama baru dengan nama [Gen], karena itu genbu pun menyadari dia sudah terikat dengan yuki sebagai masternya,
'Ini bisa dibilang aneh, kami belum melakukan kontrak, namun hanya karena dia memberi nama padaku dia sudah menjadi masterku, jika dia bisa melakukanya dengan mudah, kenapa dia tak melakukan sedari awal? ataukah ada syarat tertentu? ia pasti ada, mungkinkah karena aku menyerah dan mengakui kekalahan ku?." pikir genbu yang terdiam dengan pemikirannya.
"Apa kau tak suka dengan nama itu?." tanya yuki melihat hewan mitos yang terdiam di hadapannya.
Genbu pun bangun dari lamunannya, "Tidak master, saya hanya sedang memikirkan sesuatu." ucap genbu,
"Tapi bagaimana aku membawamu? dengan ukuran mu, bahkan satu kota akan hancur dengan satu injakan kakimu." ucap yuki tak perduli dengan pemikiran genbu
Melihat reaksi acuh yuki, gen pun mengecilkan tubuhnya, yuki yang melihat itu segera mengarahkan tangan untuk memeluk gen, yang berubah menjadi sangat imut seperti boneka, berbeda sekali dengan bentuk aslinya yang nampak garang.
"Ugghh~~ Master." ucap genbu yang ingin menjawab namun dia merasa nafasnya sesak karena eratnya pelukan yuki, "Ini hanya keahlian kecil, aku yakin mereka juga bisa melakukannya." ucap genbu.
Genbu yang mendengar pertanyaan yuki pun mengerti bahwa yuki juga ingin membuat ketiga kawannya untuk tunduk pada yuki, genbu pun kini memasang senyum di bibirnya karena tak sabar ingin melihat ketiga kawannya tunduk pada masternya.
"Blaaarrr~~" ledakan besar dari serangan sihir yang besar terdengar keras hingga ke telinga yuki, yuki pun menoleh dan melihat mahkluk panggilan shin masih melawan dan mempermainkan hewan mitos lainnya,
Yuki pun bergerak cepat kearah shin, bisa dilihat shin sedang duduk di atas dahan pohon besar sambil menyaksikan para mahkluk panggilannya melawan 3 mahkluk mitos kawan genbu,
"Tap~" Suara jejak kaki yuki menapaki dahan pohon yang sangat lebar,
Shin pun bisa melihat istrinya yang cantik sudah kembali dari pertarungannya, "Kau sudah selesai." tanya shin
Yuki pun mengangguk untuk menjawab pertanyaan shin, Yuki pun melirik kearah pertarungan para mahkluk panggilan dan mahkluk mitos di bawah pohon, "Sepertinya mereka hampir selesai."
"Aku akan kesana." ucap yuki bergerak meninggalkan shin, Shin pun hanya bisa melihat sosok anggun yuki saat dia pergi, bisa dikatakan gadis semuda itu bisa memancarkan kecantikan seperti itu.
Shin pun berbaring di dahan pohon tempat dia berada, 'Apa itu benar benar mahkluk mitos? kenapa dia bisa berubah sekecil itu? bahkan sangat berbeda dari bentuk aslinya! apa yuki tau hal itu mangkanya dia ingin menundukkan mereka?' pikir shin melihat mahkluk seperti boneka di pelukan yuki,
"Swwiiisshh~~" angin yang berhembus lembut membuat hati shin terasa nyaman, dia pun memejamkan mata karena lantunan angin serta music pertempuran di bawah pohon.
Bahkan rasa nyaman itu membuat shin hingga tertidur lelap, melupakan bahwa dia sedang berada dalam hutan yang penuh udara beracun dan berbahaya.
Setelah beberapa saat berlalu, sebuah suara membangunkan shin dari tidur sejenaknya, "Master." ucap nicky yang sedang berlutut di dahan tak jauh dari shin,
"Umm~" keluh shin, dia pun bangun untuk duduk dari posisi berbaringnya, "Nicky, apa yuki sudah selesai." tanya shin,
"Nona, sudah selesai dengan mereka master." jawab nicky,
__ADS_1
Tak perlu bertanya lagi, shin kini menaikkan sudut bibirnya tersenyum melihat yuki sedang berdiri di hadapan 5 mahkluk berukuran kecil di hadapannya layaknya seorang guru taman kanak-kanak yang mengajari pada anak kecil,
[Suzak] [S]
Ras : Monster 'Phoenix'
Level : 300
Skill :
Fire Ball (Lv Max), Fire Strike (Lv Max), Revive/Recovery (Passive)
[Ako] [S]
Ras : Monster 'White Tiger'
Level : 300
Skill :
Wind Sound (Lv Max), Wind Slash (Lv Max), Tornado (Lv Max)
[Ryu] [S]
Ras : Monster 'Dragon'
Level : 300
Skill :
Water Bullet (Lv Max), Frozen (Lv Max), Resistensi (Passive)
[Kuro] ]S]
Ras : Monster 'Wolf Kyubi'
Level : 270
Skill :
SharpBite (Lv Max), Genjutsu (Lv Max), Bijudama (Lv Max)
"Kenapa kuro juga ikut dimarahi?." tanya shin yang melihat kuro juga berada dalam barisan para mahkluk mitos dihadapan yuki yang sedang terlihat kesal.
"Itu karena kuro tak mau akur dengan byako, kuro marah karena byako selalu bersikap ingin terus di pelukan nona." jawab nicky,
'Memang tak salah menempatkan ayah mertua sebagai pengganti kuro, tapi melihat mereka seakan sekarat aku jadi penasaran berapa lama yuki marah marah.' pikir shin sambil memangku dagunya,
"Sejak kapan yuki mulai memarahi mereka." tanya shin.
"Hampir 2 jam berlalu." jawab nicky,
"Hmm~" desah shin mendengar jawaban nicky, yuki memang tak berubah, pernah suatu kali yuki di buat marah oleh mahkluk panggilan shin, saat itu pun yuki memarahinya hingga mahkluk itu mati beberapa kali,
Shin tahu hal itu karena dia kehilangan mananya untuk membangkitkan secara langsung mahkluk panggilannya yang mati.
Sehingga shin dan para mahkluk panggilan pun memutuskan untuk tidak membuat yuki marah.
......................
__ADS_1