Monarch System II

Monarch System II
Ch - 65. Jangan Pedulikan Nyamuk


__ADS_3

Shin yang masih di atas pohon kini turun kebawah untuk menghentikan sifat yuki, nicky pun mengikutinya dari belakang layaknya mahkluk yang patuh pada masternya,


Shin yang telah turun mencoba mengeluarkan sedikit auranya untuk mengetes apakah keempat familiar yuki bisa merasakannya,


Karena shin berfikir jika mereka tak bisa merasakannya, maka mereka tak pantas berada di samping yuki, karena shin tak ingin mahkluk lemah mengikuti yuki,


Berdasarkan sifat baik yuki, Hal seperti itu hanya akan membuat Yuki terluka di sengaja atau tidak.


Disisi lain keempat para mahkluk mitos kini terlihat ketakutan,


merinding karena shin datang mendekat, Berbeda dengan kuro yang memang sudah tahu seberapa kuat shin itu,


Yuki yang melihat keempat familiar barunya ketakutan segera menoleh kearah belakang,


Yuki pun bisa melihat shin berjalan mendekat dengan santainya sambil bibirnya tersenyum saat mata mereka saling bertemu, Yuki akhirnya tahu kenapa keempat familiarnya tiba tiba gemetar ketakutan.


'Dia bukan manusia, dia lebih daripada monster, tak bisa dipercaya aku melawannya sebelumnya.' telepati suzak pada ketiga kawannya


'Ternyata kau juga merasakannya, aku kira tadi aku hanya berhalusinasi.' ucap gen


'Aku juga masih tak percaya, bagaimana manusia memiliki aura seperti itu? pantas saja dia meremehkan kita dengan mahkluk panggilannya.' ucap ako


'Tapi bagaimana bisa ini terjadi? apa manusia sekarang seperti itu? kenapa 2 tahun lalu yang datang kemari tak seperti dia?." ucap ryu dengan pemikirannya


'Jika semua manusia seperti dia, tempat ini takkan bertahan selama ribuan tahun, kita anggap saja dia spesial, bersyukur saja kita tak mati karena master menginginkan kita.' ucap gen


'Benar kata gen, lagi pula jika 'green fire' diambil tempat ini akan hilang, terimakasih pada master yang membuat kita menjadi familiarnya, jika tidak kita juga akan ikut menghilang bersama tempat ini.' ucap ako


'Aku setuju dengan kata katamu, tapi lebih baik kau tak mencoba memanfaatkan bentuk lucu kita untuk memanipulasi master lagi' ucap ryu


'Biarkan saja, jika dia terus melakukannya dia hanya akan lenyap lebih dulu.' ucap suzak


'Hah~ bahkan suzak yang arogan bisa tunduk dihadapan kekuatan.'


Mereka yang masih dalam rasa merinding mereka pun menyetujui perkataan ako, karena memang inilah keputusan terbaik dari takdir mereka.


Disisi lain yuki menatap shin dengan wajah cemberut, "Apa yang kau lakukan? apa kau mau pamer kekuatan terhadap mereka?." ucap yuki

__ADS_1


Shin hanya melepas sedikit auranya, tak disangka keempat familiar baru yuki akan ketakutan dan membuat yuki berfikir shin sedang memamerkan kekuatannya,


Shin pun menahan auranya kembali, "Yah, maaf sayang, aku hanya tak ingin wajah cantikmu berkerut." ucap shin menggoda yuki


"Uhmm~" yuki memalingkan muka untuk menutupi wajah merahnya, "Rayuan mu tak kan menghentikan ku." ucap yuki


"Baiklah, Baiklah, Kamu bisa marah nanti, tapi aku sudah menunggu untuk mendapat api itu." ucap shin yang memang menahan kesabarannya untuk tidak membunuh para mahkluk mitos atas keinginan yuki.


"Apa kau mau menyalahkan ku?" ucap yuki dengan nada kesal


Shin yang menyadari itu segera mendekat kearah yuki, shin pun berusaha menenangkan hati yuki, "Baiklah sayang, apa yang kau inginkan? aku akan mengalah denganmu." ucap shins


Mendengar perkataan shin, yuki pun menurunkan amarahnya, "Baiklah, aku ingin tahu! mana yang lebih penting bagimu, api itu atau diriku?." tanya yuki dengan wajah serius,


"Deg~" Jantung shin terasa berhenti mendengar pertanyaan yuki, sekarang dirinya di hadapkan pada pertanyaan yang sulit,


Di satu sisi dia juga ingin melihat alam dimension heaven, alam yang ingin disampai jaira serta tujuan yui, Shin juga berfikir untuk memenuhi janjinya pada mahkluk, mertua dan yui,


Karena yui bilang di alam tersebut, bahkan kita bisa menghidupkan orang mati asal roh /jiwa mereka belum lenyap.


Disisi lain shin sangat mencintai yuki, bahkan dia tak masalah mengorbankan nyawanya untuk terus berada disampingnya, Hingga shin hanya bisa terdiam tak mampu menjawab pertanyaan yuki,


Pasal 1


Perempuan selalu benar.


Pasal 2


Jika perempuan salah kembali ke pasal 1.


Pasal 3


Jika Laki laki tidak bersalah, perempuan berhak menyalahkan secara sepihak.


Lalu apa yang harus dilakukan? bahkan otak shin yang pintar dalam semua mata pelajaran tak bisa menemukan kesalahan dalam pasal pasal tersebut.


Melihat shin yang terdiam dengan wajah pucat, serta para mahkluk mahkluk panggilan yang merasa cemas menunggu jawaban shin membuat yuki memeluk shin dengan manja,

__ADS_1


"Aku hanya bercanda, kenapa kau memikirkannya secara serius." ucap yuki manja,


"Karena memang, kamu dan tujuanku kedua berarti bagiku! jika kamu tujuanku adalah udara, maka kau adalah oksigen 0², tanpa keduanya aku mati.!" ucap shin dengan lemas karena lepas dari ketakutannya,


Shin memang bisa melawan dunia bahkan alam tempat dia berada, namun yuki adalah kelemahan terbesar yang dia miliki, shin pernah merasakan kehilangan yuki sekali,


Sehingga shin tahu, betapa tak berartinya hidupnya tanpa yuki disisinya, Karena itu juga shin berfikir jika dia salah menjawab dia akan kehilangan yuki kembali.


Yuki yang mendengar jawaban shin, kini memeluk shin lebih erat, yuki tak percaya, bukan hanya dia yang tak bisa hidup dengan shin, tapi shin juga sebaliknya,


"Maaf, Maafkan aku yang bertanya berlebihan." ucap yuki dengan nada bersalah


"Tidak! kau tak bersalah, aku pernah kehilanganmu, aku tak mau itu terjadi lagi, jika kau bertanya kembali aku akan tanpa ragu menjawab kau adalah pilihanku,


Tanpamu aku tak berarti, meskipun aku berdosa aku lebih memilih untuk bersamamu, bahkan menghentikan perjalananku menuju alam dewa,


Kebahagiaanmu adalah prioritas utamaku." ucap shin dengan tegas


Yuki yang mendengar kata kata shin, tanpa dia sadari matanya mulai lembab dan menitihkan lembut air matan bahagianya,


"Kebahagiaanku adalah bersamamu, aku hanya bisa melihatmu, kau tak tahu betapa bahagianya aku ketika berfikir kau hanya milikku,


Aku tak tahu sejak kapan aku mencintaimu, tapi sejak pertama kali kita bertemu di dunia itu, kau adalah satu satunya yang kuinginkan, Betapa berbahaya jalanmu,


Aku akan selalu bersamamu, meskipun itu adalah jalan yang kejam dan penuh penyiksaan." ucap yuki


Shin yang merasakan punggungnya sedikit basah, membalas pelukan yuki, Dalam pikirannya dia merasa senang, karena ini adalah kesempatan mereka mencurahkan isi hati mereka,


Bahkan Shin dan Yuki tak lagi apa yang mereka lakukan menjadi tontonan para nyamuk yang melihat mereka.


'Master, hargai jiwa jomblo kami.' pikir para nyamuk secara serentak melihat master mereka.


......................


Maaf ya lama update, lagi sibuk di duta, ditambah banyak pikiran jadi gak bisa mikir alur, ini bikin dua ch juga karena memang nulis sambil mikir jalan ceritanya,


Kalau ada kata salah maaf ya, soalnya gitu cara nulis author, dibayangin langsung tulis :(.

__ADS_1


......................


__ADS_2