Mr. Posesif

Mr. Posesif
Boy or Girl


__ADS_3

"Acara pernikahan kita sama Vega dan Clark jadi barengan kan?" tanya Vaela menyederkan kepalanya pada bahu Vaela.


Jarel tidak pergi bekerja hari ini karena pria itu ingin menemani Vaela di rumah.


"Soal itu aku tidak yakin sweet, sepertinya tidak jadi," sesal Jarel.


"Loh, kenapa tidak jadi? bukannya kau dan Clark sudah menyiapkan semuanya?"


"Yah, aku pikir mereka tidak akan menikah dalam waktu dekat karena Clark membatalkannya dia sudah memberitahu ku. Apa Vega tidak mengatakannya padamu?'


Vaela menggeleng. "Tidak ada, dia bahkan tidak menyinggung soal pernikahan," ucap Vaela.


"Sudahlah jangan pusingkan tentang mereka, mereka bisa menanganinya. Kau harus fokus pad ahli hubungan kita heum," Ucap Jarel mengelus pelipis Vaela.


"Vega itu sahabatku tau, aku belum bertemu dengannya, ayo main ketempat mereka," ajak Vaela.


"Tidak, ayolah kita baru saja bertemu dan aku ingin menghabiskan waktuku bersama mu sekarang. Lain kali saja,"


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang, hanya berbaring seperti ini sepanjang hari. Aku bosan Jarel," rengek Vaela.


Jarel tak menjawab pria itu bangkit dari duduknya dan tidur di paha Vaela yang menjadi alasnya dan menelungkupkan wajahnya ke perut Vaela.


"Begini lebih nyaman, besok kita akan jalan-jalan, i promise," janji Jarel.

__ADS_1


"Okeyy, aku mau," ucap Vaela antusias.


Jarel membuka baju Vaela dan kini terpampang perut Vaela yang membuncit.


"Aku sangat tidak sabar melihatnya, kenapa lama sekali rasanya tak bisakah dipercepat keluarnya,"


"Kau betah selain di perut ibumu heum," Jarel mengajak anaknya berbicara.


"Hanya tinggal 7 bulan lagi Daddy, " ucap Vaela dengan nada anak kecil yang dibuatnya.


"Aku harus menunggu sedikit lebih lama ya," ucap Jarel mengelus perut itu.


"Jarel,"


"Heum," dehem Jarel.


"Sejujurnya aku ingin punya anak cowo, agar aku punya teman bermain golf aku akan mengajarinya nanti dan yah berkuda kau tau sweet aku sangat suka berkuda. Tapi jika perempuan aku juga menginginkan-nya aku ingin membelikan semua yang dia mau dan memanjakannya. Jadi bersiaplah sweet aku ingin anak lagi nanti ya," balas Jarel.


"Kau pikir aku apa? belum melahirkan udah mau minta lagi,kalau begitu kau sja yang hamil,"


kesal Vaela yang membuat Jarel tertawa.


"Tidak bisa sweet, karena itu tigasnmu sebagai istri," kekeh Jarel.

__ADS_1


"Setidaknya biarkan dia berumur 4 atau 5 tahun dulu,"


"Ya baiklah, lagipula aku tak berencana untuk waktu dekat sweet, tenanglah aku tidak Setega itu padamu," ucap Jarel.


"Eh tadi kau bilang bisa berkuda? aku tidak mengetahui kau bisa berkuda,"


"Ya, aku sangat menyukai nya sweet, dan tentu saja kau tidak tau karena aku belum pernah mengajakmu. Aku akan menunjukkan kudaku kesayangan ku padamu nanti . Kamu mau naik kuda tidak?"


"Aku tidak bisa, lagipula aku takut," jelas Vaela mengelus Surai rambut Jarel.


"Tak apa, aku akan menjagamu dari belakang nanti. Kita akan naik bersama,"


"Terserah kamu saja, sekarang aku ingin makan. Aku lapar," ucap Vaela.


"Uh. nafsu makan ibu hamil ini semakin meningkat heum padahal tadi baru makan ,"


"Bukan hanya kau tau, tapi baby-nya juga. Kenapa apa kau tidak sanggup memberi kami makan banyak?"


"Hell, kau mau makan sebanyak apapun aku akan membelinya Bahkan restoran yang ingin kamu kunjungi aku bisa membelinya untukmu,"


sombong Jarel.


"Selalu seperti itu, aku tidak suka saat kau berbicara seperti itu Jarel," ucap Vaela tak suka mendengar nada bicara Jarel.

__ADS_1


"Maafkan aku sweet , aku tak akan mengulangi-nya. Jangan marah," ucap Jarel.


TBC


__ADS_2