
Vaela mengerjapkan matanya, dia masih merasakan ngilu di bagian bawahnya akibat permainan Alex yang tidak bisa dikatakan lembut. Pria itu sangat kasar untung saja baby nya kuat.
Tak sadar Vaela meneteskan air matanya, walau pun itu tubuh Jarel dia merasa tak suka dan sangat tidak rela. Hanya saja tenaga Alex lebih kuat dari nya, walaupun dia akan memberontak Alex pasti akan menerkam nya dengan lebih kasar lagi.
Vaela merasakan deru nafas dilehernya, dia sadar ada tangan yang melingkar erat di pinggangnya.
Vaela enggan untuk bangkit terlebih dahulu, dia takut jika Alex akan marah dan akhirnya dia berdiam diri sampai menunggu pria itu untuk bangun.
Vaela bingung, entah bagaimana Alex mau Kemabli ke kamar, setaunya semalam pria itu pergi dari kamar dengan raut wajah yang kesal.
"Eugh," lenguh pria itu membuat tubuh Vaela menegang. Dia sudah bangun.
"Sweet," sapanya dengan lembut.
Vaela langsung membalikkan badannya saat mendengar panggilan itu.
"Jarel," ucap Vaela agak ragu.
Jarel membawa tangan Vaela pada pipi nya.
"Ya, ini aku sweet," ucap nya.
Sedetik kemudian Vaela langsung menumpahkan tangisnya dan memeluk pria itu dengan sangat erat.
Jarel sempat terhuyung, untung saja dia bisa menhan badannya agar tak terjatuh kebawah.
__ADS_1
"Jarel...hikss.." Isak Vaela.
"Hey, sweet, jangan menangis," ucap Jarel mencoba memberi jarak untuk mereka.
Jarel memegang kedua bahu Vaela dengan lembut. Jarel meringis dan marah melihat mata Vaela yang sudah membengkak, sepertinya Vaela nya sudah menangis'sejak semalam.
Jarel mengumpati Alex dalam hatinya.
"Sweet, maaf," lirih Jarel menghapus air mata yang tersisa di kedua mata Vaela.
"Tidak, jangan minta maaf itu bukan salahmu, I Miss u Daddy," ucap Vaela kembali memeluk Jarel.
Jarel terkekeh. "Kau sangat lucu sweet, bagiamana dengan baby apa dia baik-baik saja, bagaimana dengan mommy ini?"
Jarel tegelak, "Astaga sweet, aku baru meniggalkan mu sebentar kamu jadi manis begini, siapa yang ngajarin heum?" ucap Jarel .
"Pria gila yang berada didepan ku, dia juga bermulut manis, kau belajar darinya Daddy," kekeh Vaela.
"Dia guru Yang hebat bukan, dan sweet--
"Aku sangat menyukai panggilan mu padaku, mulai hari ini kau harus memanggil ku seperti itu oke!" ucap Jarel yang merasa sangat senang.
"Of course Daddy," balas Vaela.
Jarel tersenyum dan mengangkat Vaela kedalam gendongan nya untuk menuju ke dapur sambil berpikir bagaimana caranya agar Alex tak lagi menyentuh Vaelanya.
__ADS_1
Dia juga tak rela karena Vaela hanya miliknya.
Jarel meletakkan Vaelanya ke kursi makan hingga dia ingin membuat sarapan untuk Vaela dia melihat cabai dan akhirnya dia mendapatkan ide.
Dia akan menggunakan itu nanti.
Vaela yang diam memperhatikan Jarel yang sedang membuat Sarapan menyipitkan matanya saat melihat celana pria itu.
Vaela mendekat pada pria nya itu hingga membuat Jarel berbalik.
"Ada apa sweet, kau mau sesuatu?" tanya Jarel.
Vaela diam dan melihat ke arah bawah Jarel. Jarel yang melihat itu refleks menutup milik nya.
Vaela menghempaskan tangan Jarel dan ingin menyentuh nya namun Jarel langsung menghindari Vaela dengan tatapan melotot.
"Sweet, kenapa kamu jadi mesum, kau mau melecehkan ku ya," ucap Jarel tak percaya sat lagi lagi Vaela hanya fokus ke barang berharga miliknya.
"Ck bukan! pikiran mu yang kotor, aku hanya ingin membenarkan resleting celana mu yang tebuka," dengus Vaela.
Jarel menoleh kebawah lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal ternyata ucapan Vaela benar. Ini pasti Alex yang teledor.
"Alex sialan," gumamnya.
TBC
__ADS_1