Mr. Posesif

Mr. Posesif
Ditahan


__ADS_3

Vega teramat kesal pada Clark, dia bahkan tak memberikan kejelasan pada Vega. Vega hanya membutuhkan hal itu tapi lihatlah pria itu seakan tak melakukan kesalahan apapun dan tak merasa bersalah sama sekali.


"Menyebalkan," dengus Vega lalu keluar dari rumah Clark.


Tapi belum sempat dirinya membuka pintu, pintu rumah Clark terlebih dahulu dengan menampilkan beberapa orang polisi dan satu polwan didepannya.


"Apa dirumah ini ada orang yang bernama Vega?" tanya polwan itu membuka suara.


"Ya saya sendiri, ada apa ya Bu," ucap Vega yang bingung.


"Tahan dia," ucap nya yang langsung dilakukan oleh polisi lainnya.


"Loh kok! kenapa tangan saya diborgol saya tak melakukan apa-apa!" teriak Vega.


"Anda diduga telah melakukan tabrak lari, " jelasnya.


"Apa!!! aku tak melakukan nya dasar gila," marah Vega yang dituduh dan dia tak suka hal itu.


"Ada apa ini," tanya Clark yang baru datang, pria itu tadinya ingin menyusul Vega.


Namun dia malah disuguhkan pemandangan Vega yang tengah ditahan.


"Clark, katakan pada mereka untuk melepaskan aku," ucap nya memberontak namun itu tak berlangsung lama karena kekuatan nya tak sebanding dengan para polisi itu.


"Mana buktinya, kalian tak boleh asal menahan orang Seperi itu," ucap Clark.

__ADS_1


"Kami mendapatkan laporan dari keluarga korban, dan terdapat cctv dan juga bukti fotonya," ucap polwan itu menjelaskan sambil menunjukkan beberapa bukti yang dia sebutkan tadi.


Vega menggeleng kepalanya, memang di foto itu terlihat sangat mirip dengannya tapi Vega tak melakukan nya.


"Itu pasti foto rekayasa, aku tak melakukan apapun dan itu kapan terjadi aku tak tahu. "


"Anda bisa menjelaskan itu di kantor polisi nona," ucap nya hendak membawa Vega.


"Tunggu sebentar, kekasih ku tak mungkin melakukan nya," desis Clark menajamkan pandangan nya.


"Clark kau percaya padaku kan, aku tak melakukan nya," lirih Vega hampir menangis.


Dia mengutuk orang yang dengan teganya memfitnah dirinya tapi siapa yang melakukan nya pada nya. Vega merasa tak memiliki musuh.


"Bawa dia,"


"Arghh lepaskan aku, aku tak melakukan nya sialan," teriak Vega.


"Clark," teriak Vega yang sudah menangis.


Clark memijit kepalanya, tak menyangka hal itu bisa terjadi.


Clark akhirnya mengikuti mobil polisi yang membawa Vega.


Dia bisa membayangkan betapa takutnya Vega sekarang, dia pasti sangat kacau.

__ADS_1


Clark memukul setir mobilnya, menggeram marah. Pria itu bahkan menggertakkan gigi nya karena menahan amarahnya.


***


"Bagaimana perasaan mu sweet, sudah merasa lebih baik?" tanya Jarel.


"Lumayan, untung aja ada kamu, dokter pribadi aku," ucap Vaela terkekeh.


"Baguslah jika begitu, aku takut mengingat tubuh mu yang begitu panas," ucap Jarel sendu.


"Maaf membuat mu khwatir," ucap Vaela.


"Tak apa, yang penting kau baik-baik saja sekarang. Nah karena kamu sudah merasa baikan kamu mau makan apa Hem biar aku buatkan," ucap Jarel .


"emang ada hal yang dimasak didapur?"


"Ya begitulah, entah dari mana Alex mendapatkan nya. Aku merasa tak pernah kesini sebelumnya," jelas Jarel.


"Heum, tapi bukankah rumah ini terlalu bagus jika dihutan seperti ini?"


"Kau mau tuamu seperti ini, aku akan belikan," ucap Jarel dengan entengnya.


"Sombong sekali pria yang satu ini,"


"Yes, dan pria ini adalah priamu," ucap Jarel sambil memberikan kecupan singkat pada bibir Vaela.

__ADS_1


"Lagi," ucap Vaela mengerucutkan bibirnya.


TBC


__ADS_2