
Sore itu Vaela tak sadarkan diri, tubuhnya mendadak demam. Alex yang terlibat Karena membuatnya kelelahan hanya melihat dirinya yang tengah berbaring di atas ranjang.
"Apa yang harus kulakukan, aku tak tahu harus bagaimana," gumam nya yang melihat wajah Vaela yang sudah pucat.
"Aku biarkan saja, mungkin saja besok dia sudah baikan," ucap Alex santai dan ikut masuk ke dalam selimut milik Vaela.
Dia tertidur dengan tenang dan nyaman berbeda dengan Vaela.
Tengah malam wanita itu mulai terbangun dari tidurnya dan merasakan hawa dingin menyapa kulitnya. Dia mengigil kedinginan.
Vaela membuka matanya sambil mengusap usap tangannya berharap bisa mengurangi dingin yang dia rasakan.
Dia melihat Alex yang tertidur di samping nya.
"Alex," lirih nya membangun kan pria itu.
"Alex, please Bagun lah," Ucap Vaela lagi.
"Alex,"
"eughh, "
Vaela tersenyum tipis saat melihat Alex terbangun.
"Argh, aku ada dimana?" tanyanya saat pertama kali membuka matanya.
"Alex," lirih Vaela.
__ADS_1
"Sweet,"
"Ja--rel. Kau Jarel," pekik Vaela senang Bahkan langsung menubruk dada bidang Jarel. Dia memeluk Jarel erat sambil terisak sangking senangnya sekarang Jarel lah yang ada disampingnya.
Tubuh Jarel mematung saat merasakan rasa hangat dari tubuh Vaela.
Jarel mencoba untuk melepaskan pelukannya namun Vaela menggeleng tak mau dan malam semakin membenamkan wajahnya dalam pelukan lelaki itu.
"Sweet,' ucap Jarel dengan lembut.
Vaela tetap menggeleng dia tak mau melepaskan pelukannya.
Jarel menghela nafas, belum lagi dia bingung apa yang sudah dilakukan Alex dan dimana dia sekarang.
Jarel tak bisa membiarkan Vaela dengan keadaan sakit seperti ini. Jarel akhirnya mengambil alih dan melepaskan pelukannya dengan sedikit kuat akibat tolakan dari Vaela.
"Hem," dehem Vaela pelan sambil mendudukkan kepalanya pada Jarel.
"Kau sudah makan sweet?" tanya Jarel.
Vaela menggeleng pelan membuat Jarel mennggeram.
"Bisa-bisanya dia tak memberimu makan," desis Jarel.
"Kau mau kemana, jangan pergi lagi," pinta Vaela memohon sambil memegang kuat baju Jarel yang akan hendak beranjak dari ranjang.
"Hey, lihat aku sweet, aku tak pergi, aku hanya kan mengambil makana dan obat untuk mu oke,"
__ADS_1
"Kau mau mencari nya kemana, rumah ini di tengah hutan dan hanya kita berdua disini, aku tak yakin Alex menyediakan makanan kami baru sampai disini Jarel," jelas Vaela lemah.
"Apa? Hutan?" tanya Jarel tak percaya. Dalam hati dia mengumpati Alex dengan berbagai macam kata.
"Aku akan melihatnya, hanya sebentar," ucap Jarel langsung beranjak .
Jarel tergesa-gesa mencari dimana letak dapur.
"Sialan kau Alex, mati saja kau! aku memintamu membantuku dan malah membuat wanita ku sakit,"
"Aishh dimana dapurnya," gerutu Jarel berlari kesana-kemari.
Setelahnya Jarel menemukan dapur dan dia bernafas Elga saat mengecek kulkas dan melihat terdapat banyak bahan makanan.
"Syukurlah," ucapnya.
Jarel dengan telaten memasak bubur untuk Vaela tak lupa dia memasak air hangat untuk Vaela dan membuat kompres juga.
Sangking panik dan terburu-buru nya Jarel dia terkena air panas yang sedang dimasak saat mengangkat nya .
"Argh panas sekali," rintihnya kesakitan.
Jarel langsung menurunkan lengan bajunya untuk menutupi bekasnya, tak ada waktu untuk itu sekarang, menurut nya Vaela lebih penting.
Dia juga masih bisa menahannya
TBC
__ADS_1