
Brak
Max terkejut bukan main begitu mendengar suara dobrakan keras dari pintu kamarnya,
"Sialan, beraninya kau menyentuh milikku," teriak Jarel keras dengan napas yang memburu saat Vaela ada dibawah pria itu.
"****, Tidak akan lagi karena sekarang Vaela ada punyaku br*ngsek..!!!!bentak max semakin kuat memeluk Vaela yang dibawahnya, Wanita itu terisak kencang begitu melihat orang yang ia nantikan sedari lama baru tiba menolong dirinya.
Jarel mengeraskan rahangnya serta kepalan di tangannya, ditatap nya wajah Max dengan tatapan yang membunuh, tapi yang ditatap seperti itu hanya menyeringai.
"Tuan apa yang terjadi," tanya Jack yang baru datang dengan napas yang tersengal-sengal saat melihat keadaan dibawah dan bergegas ke kamar Vaela takut wanita tuannya kenapa-napa dan ternyata perkiraan nya benar. Maka habislah dirinya nanti.
Jarel memandang Jack dengan tatapan mematikan dia akan memberikan Jack pelajaran karena lengah menjaga Vaelanya.
Jarel mengambil pistol dibalik bajunya, dia selalu menyimpan nya disana sejak penculikan Vaela di masa lalu. Sebagai persiapan dan sekarang Jarel akan memakainya sekarang.
Jarel menarik Max dari tubuh gadisnya lalu mengharamkan kepala pria itu ke kaca rias milik Vaela hingga tumbang.
Dor
Dor
__ADS_1
2 tembakan Jarel berikan pada Max. Dia ingin sekali membunuh pria itu tapi teriakan Vaela yang ketakutan mendengar bunyi pistol membuat dirinya mengentikan tembakannya.
Jarel rasa cukup biarkan saja pria itu mati perlahan.
Bug
bug
Beberapa tendangan juga dia berikan ke pada pria itu . "Mari kau, " desis Jarel.
"Bawa dia ke ruang bawah tanah ku Jack, aku kan mengurusnya nanti,"
Bug
Jarel menatap sendu ke arah wanitanya. Kembali memejamkan matanya saat pipi Vaela terlihat membengkak dan juga bibirnya basah serta membengkak nampaknya Max berhasil menyentuh bibir Vaela.
"Apa kau dipukul oleh pria bajingan itu," marah Jarel.
Vaela diam dengan wajah sembab dan kosong,
jiwanya seakan telah hancur di dalam rumah ini.
__ADS_1
***
Di rumah sakit Fair Oscar
Bunyi detakan jantung dari suara mesin elektorcardiograf mengalun di dalam ruang rawat Vaela. Wanita nya Shok dan membuat Jarel membawa Vaela kerumah sakit karena membahayakan janin di perut Vaela.
Keadaan janin mereka sangat lemah, entah calon bayi mereka bisa bertahan atau tidak, Jarel hanya bisa berharap dan berdoa pada Tuhan agar anaknya selamat untuk bisa tinggal lebih lama lagi dibumi.
Dan soal keadaan Vaela, wanita itu terus saja diam begitu tiba di rumah sakit tersebut, sang dokter berkata dengan nada sedih jika Vaela mengalami trauma pukulan, dan tekanan serta trauma akan darah.
Digenggamnya erat kedua tangan Vaela yang masih menatap kosong kearah Jarel, hal itu semakin membuat Jarel ingin menangis karena lagi dan lagi dia terlambat untuk menyelamatkan Vaela.
"Sweet.." panggil Jarel dengan suara lirih,
Vaela masih belum menunjukkan reaksi apa-apa.
"Sweet, ini aku heum, bukannya kau ingin menikah setelah bayi kita lahir. Ku mohon sweet sembuh lah untukku, untuk mu dan baby kita, aku mohon sweet jangan Seperti ini. Tolong jangan diam saja," lanjutnya dengan nada berbisik sedangkan Vaela tatapannya masih kosong seperti tanpa jiwa.
"Aku akan membunuhnya dengan cara yang menyakitkan sweet, aku akan membunuhnya untukmu karena sudah berani menyakitimu. I promise."
TBC
__ADS_1