
"arghh," erang Jarel memegang kepalanya yang terasa sakit karena dorongan dari Alex yang ingin keluar dan menguasai tubuhnya.
Jarel bangkit dari tidurnya takut membangunkan Vaela dari tidurnya, wanita itu baru saja tertidur.
Dengan langkah yang berat Jarel keluar dari kamar akibat rasa sakit yang makin menjadi.
"Alex **** apa yang kau lakukan,"
"Biarkan aku keluar ini penting"
Jarel menggeleng dan menekan mecoba mempertahankan kesadaran dirinya, dia tak bisa meninggalkan Vaela, dia takut wanitanya kenpa-kenapa.
"aku serius kali ini Jarel mengalahlah sebentar ini menymngkut vaela juga, aku tak akan menyakiti wanita yang sedang mengadung darah dagingku juga," sentak Alex dari dalam dirinya.
Jarel berusaha kuat melawan namun dirinya kalah dia tak bisa menhana Alex yang membenrikan keluar dari relung gelap paling dalam dirinya. Kini Jarel lah yang berada di sisi gelap itu sendrian dengan tidak sadarkan diri.
"Huft," Alex menghembuskan nafasnya kasar setelah berhasil menaklukkan Jarel. dia segera mengecek ponselnya dan menonaktifkan telponnya itu.
"tak ada pilihan lain, aku harus segera melakukannya sekarang," ucap Alex.
__ADS_1
dalam hati dia mengumpati kaka Vaela yang sudah dibebaskan oleh Max. Tak thaukan mereka apa yang dilakukannya untuk membesakan merka dan sekarang malah melakukan ulah baru.
Alex menyesal karena tak menjelaskannya terlbih dahulu pada devian karena dirinya tak memili waktu yang cukup.
jangan tanya dari mana Alex mnegetahui tentnag devian karena Jarel sudah memberitahunya sebelumnyan saat pria itu meminta bantuan padanya dan beberpa dari Jack.
Alex segera beralih kekamar dan untung saja Vaela sedang tidur membuat Alex semakin mudah melakukan pekerjaanya.
alex secara perlahan memindahkan Vaela pada gendongannya, melngkah dengan pelan agar wanita itu tidak bangun. Alex sgera harus membawa Vaela dari rumah ini.
Ia meruntuki dirinya karena mobilnya yang masih agak jauh, Alex tak boleh samai ketemu denghan devian dan Arsen di tempat ini dan Alex harus bergegas agar mereka tak menmeukannya dan juga vaela.
Alex meletakkan Vaela dikursi depan setelah membuat posisi kursi agak mundur supaya vaela bisa tidur dengan nyaman.
tidak butuh waktu yang lama akhirnya dia bisa sampai di tempat tujuannya. Ale memberhentikan mobilnya di tengah jalan yang cukup sepi. Untung saja tempat itu tak terlalu jauh dari rumah yang dia tempati dengan Vaela.
Alex menggedong vaela kembali dan merogoh katungnya untuk mengambil ptongan kayu dan mempelkannya pada sebuah pohon yang memilii lubang kecil.
alex memundurkan dirinya saat merasakan getaran dari tanah dan perlahan terlihat tangga untuk masuk kedalam.
__ADS_1
alex segera masuk kedalam sana ruangan awal yang dilewati oleh alex terlihat Gelap hanya ada eberpa lilin yang menerangi.
Hinngga Alex tiba di ruangan pintu utama dan beberpa penjaga berada didalam sana dengan memakai baju hitam. Alex bisa melihat terdapat pistol di pinngang para penjaga tersebut.
"selamat dtang tuan Alex, anda sudah ditunggu," ucap salah satu penjaga dan membukakan pintu untuk Alex.
tak tak tak
Speatu yang dia kenakan menimbulkan suara begitu nyaring.
Aku tau kau ada disana, keluarlah,' ucap Alex
"akhrinya kau datang juga, kukira kau mengingkari janjimu Alex,"
"cih, aku bukan orang yang tak bisa memegang ucapnaku," decih Alex.
"Baiklah, letakkan wanita itu di kursi sana,' tunjuk nya.
TBC
__ADS_1