
"Argh ****, Jagan matikan telepon mu, aku akan segera kesana dengan Daddy," sahut Devian dari seberang dan langsung mematikan panggilan nya tanpa mendengar tanggapan dari Jarel.
"Siapa?" tanya Vaela saat melihat raut wajah serius dari Jarel.
Jarel langsung mengubah raut wajah nya menjadi tersenyum.
"Tak apa sweet, Devian dan Daddy kamu akan segera kesini,"
"Benarkah? aku sangat merindukan ka Dev dan Daddy. Mommy tak ikut?"
"Tidak sweet, Hanya Devian dan Dad,"jawab Vaela membuat Vaela menjadi lesu kembali.
"Tak apa sweet, habis dari sini kita akan menemui mommy mu," ucap Jarel meski beragam pertanyaan bersarang di otak nya.
Mengapa tiba-tiba Debian dan Novita dibebaskan oleh Marcel. Jarel.jaris waspada dengan itu.
"Apa lagi yang kau pikirkan Hem?" tanya Jarel saat melihat kening Vaela yang berkerut.
"Aku takut Jarel."
Jarel yang mendengar nya langsung mendekap Wanita nya itu.
"Hey look at me sweet, ada aku oke,"
"Tapi Jarel, Daddy pasti akan marah padaku. Terakhir kali kita bertemu saat aku kabur," lirih Vaela.
__ADS_1
"Percaya padaku, Daddy tak akan melakukan itu. kau taku tidak? Daddy juga merindukan mu,"
"Tau dari mana?"
"Aku pernah menghubungi nya dan dia menanyakan kabarmu," jelas Jarel yang mendapat pukulan pada bahunya.
"Kenapa tidak k memberi tahu aku," kesal Vaela menggembungkan pipinya.
"Hehe maaf sweet aku lupa," ringis Jarel.
Vaela memutar bola matanya malas.
"Tapi bagaimana mereka masuk, kuta tak tahu pin nya dan ini hanya bisa dibuka olehmu."
Vaela menghembuskan nafasnya lega mendengar pernyataan Jarel itu, setidaknya dia bisa tenang sediki
"Astaga aku melupakan sesuatu, Vega pasti kelimpungan mencari kita Jarel."
"Memangnya dia masih tinggal dirumah, kemarin-kemarin aku tak melihat nya lagi di rumah kita,"
Vaela meringis, "benar juga, dia pasti bosan apalagi aku selalu bersamamu dan dia hanya sendiri,"
",Nah sekarang tak ada lagi yang harus kau pikir kan, sekarang saatnya kamu untuk beristirahat sweet,"
"Yang benar saja, masa aku cuma tidur saja,"
__ADS_1
"Rebahan itu menyenangkan sweet, kemarilah daripada kita bosan menunggu mereka tiba,"
***
"Apa yang telah kau lakukan pada putriku,"
"Aku yakin kau sudah tau pak tua," ucap Clark tersenyum miring.
"Sialan, mengapa kau tega-teganya menjebloskan kekasihmu sendiri hah, aku menfitnah putrimu Aku mengenal nya tak mungkin dia melakukan hal itu." desis Ferdi. Ayah dari Vega itu merasa marah atas apa yang telah dilakukan oleh Clark padahal dia sudah sangat memepercayakan Vega pada Clark.
Ferdi bahkan sudah merestui hubungan keduanya sampai memberikan ijin pada Putri nya untuk tinggal hanya berdua dengan Clark. Spercaya itu dirinya pada Clark.
"Aku tak menyangka Clark, inilah sifat aslimu," ucap Ferdi memandang Clark dengan tatapan kecewa.
"hahaha, kau membuat ku muak pak tua, sudah cukup aku menahan semuanya Ferdi, sekarang giliran mu yang harus merasakan apa yang telah kurasakan," marah Capek dengan wajah yang memerah, matanya kian ikut memanas karena teringat kejadian yang membuatnya melakukan semua ini.
Bahkan harus menyakiti gadisnya sendiri, Clark mengambil banyak resiko hanya untuk membalas semua kesakitan nya.
"Apa maksudmu Clark, aku tak mengerti" sahut Ferdi.
"Tentu saja, kau bahkan tak merasa sedikit pun setelah apa yang sudah kau lakukan, dan bisa bisanya kau masih hidup dengan tenang," geram Clark.
"Hentikan Clark, aku tak mengerti apa maksudmu, "
TBC
__ADS_1