Mr. Posesif

Mr. Posesif
Protect


__ADS_3

Jarel segera membawa semuanya ke kamar Vaela, mengabaikan rasa panas dan perih di lengan nya. Jarel mengigit bibir bawahnya saat rasa panas s itu makin menjadi.


"Sial rasanya sakit sekali," gumam nya.


Saat sudah sampai di depan pintu, Jarel mengubah raut wajahnya dengan tersenyum lebar. Kemudian dirinya masuk dan melihat Vaela yang sedang menutup matanya.


"Sweet, "


"Jarel dingin," adu Vaela padanya.


Jarel mengerti dia meletakkan bubur, air hangat lalu kompres di atas nakas.


Jarel membangun kan Vaela dan membuat wanita itu bersandar padanya.


"Kemari sweet, buka mulutmu," ucap Jarel menyendok bubur itu.


Vaela mengangguk dia memang sudah lapar dan tak mungkin juga dia menolak karena bayinya juga pasti membutuhkan nutrisi.


"Enak, kau pandai membuatnya, baby juga menyukai nya," ucap Vaela.


"Bukankah aku ini calon Kaka dan suami idaman," ucapnya sambil emmeaik alisnya.


"Baby," lirih Jarel mengusap perut itu.


"Dia rindu pada Daddy-nya," ucap Vaela membuat Jarel menatap nya menyesal.


"Kau pasti sudah tidur, aku yakin Alex tak mau melakukan ini," ucap Jarel sambil mengelus perut yang mulai membuncit itu.


"Tak apa Jarel, yang penting sekarang kau ada disini bersama dengan ku."

__ADS_1


Jarel tersenyum membalas ucapan wanitanya.


"Aaa,' ucap Jarel lalu menyuap bubur nya lada Vaela sampai habis.


"Wanita pintar," bangga Jarel memberi kecupan pada kening Vaela.


TBC


"Aku mau kamu bikin kek gini lagi besok, boleh yah," pinta Vaela dengan nada memohon.


"Of course, everything for you," ucap Jarel.


Kini pria ini membaringkan Vaela kembali. Dirumah ini tak ada obat penurun panas oleh sebab itu dia memilih untuk mengompres wanita itu.


"Pejamkan matamu," ucap Jarel menuntut.


"Iya," pasrah Vaela karena matanya memang sudah berat sedari tadi.


Dia tak bisa membawa nya kerumah sakit apalagi sudah malam dan berada ditengah hutan.


"Besok kita harus keluar dari sini, bertahanlah sweet," lirih Jarel.


"Emh," lenguh Vaela.


"Kepala kamu masih pusing Hem?" tanya Jarel.


"Iya, "jujur Vaela.


"Yaudah sini biar aku pijit kepala kamu ,"

__ADS_1


Vaela kemudian memposisikan dirinya, kepalanya menjadi tidur di pangkuan Jarel. sedangkan Jarel juga ikut membenarkan posisi duduknya agar Vaela menjadi nyaman. Lalu setelah itu Jarel mulai memijit kepala Vaela.


"Sweet, kamu tiduran aja biar gak pusing," ucap Jarel.


"Iya, nanti kalau ngantuk ya tidur sendiri,"


"No, tidurlah sweet,"


"Gak mau, aku takut kamu pergi lagi dan malah Alex yang muncul. Aku gak mau Jarel. Untuk sekarang saja aku ingin menikmati waktu ku malam ini bersama mu," ucap Vaela.


Jarel menjadi merasa bersalah dibuat nya. Ini semua salahnya. Dialah yang memulai semua ini.


"Maafkan aku sweet," sesal Jarel.


"Jangan meminta maaf terus," sela Vaela.


"Tunggu sebentar aku harus mengambil air hangat kembali untuk mu," ucap Jarel.


"Jangan lama," ucap Vaela.


"Aku hanya ke dapur sweet bukan ke mars , " kekeh Jarel. Wanita itu terlihat takut sekali jika dia tak kembali.


Cup


"Tunggu sebentar Hem," ucap Jarel lembut kemdian bernjak meninggalkan Vaela yang masih tersenyum bahagia.


Sangat menyenangkan mengetahui jika Jarel. telah kembali, dia tak perlu takut lagi sekarang.


"Mommy, dad and kak Devian gimana kabarnya yah, " gumamnya yang khwatir karena setelah kabur dari rumah dia sama sekali tak pernah menghubungi mereka

__ADS_1


TBC


__ADS_2