Mr. Posesif

Mr. Posesif
Dinner


__ADS_3

Sudah seminggu ini Jarel menghabiskan waktunya bersama dengan Vaela. Dia selalu menempeli wanita itu kemana pun dia pergi sebelum nanti mereka tak bisa melakukan nya lagi.


Alex belum muncul itulah sebabnya, Jarel belum bisa tenang apalagi dirinya malah mengulur waktu yang bisa saja Devian dan Michel sedang tidak baik-baik saja.


Tapi Jarel masih belum menemukan titik cerah, Aneska wanita itu mengatakan tak bisa mencari dimana letak markasnya, hal itu membuatnya kesulitan karena susahnya menemukan keberadaan Max.


Padahal Jarel sudah mengerahkan seluruh pengawalnya dan juga pengawal Arsen.


Jarel menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya, punggung nya yang bersandar di kursi kebesarannya ia tegakkan.Meraih ponsel yang tergeletak di mejanya dan membuka galeri, terlihat foto Vaela disana yang sedang memegang perutnya. Jarel melirik jam dan sudah waktunya dia pulang ke rumah.


Jarel berdiri, meraih jad di gantungan dan memakainya, Jarel berjalan sambil memasukkan ponselnya ke saku jas. Ia tersenyum kecil, rindu sekali dengan Vaela.


Sesampainya di rumah Jarel tanpa kata lansung menghampiri Vaela yang ternyata berada di kamar sedang rebahan sambil memainkan ponselnya.


"Hei sweetheart," sapanya sambil mencuri kecupan di bibir wanita itu.

__ADS_1


"Hai Daddy udah pulang?"


"Hem, malam ini kita dinner mau?" tawar Jarel.


"Dinner?" gumam Vaela, yang diangguki oleh Jarel.


Vaela sedikit berpikir, tak lama kemudian ia mengangguk dan setuju. Dia juga sudah lama tak makan diluar.


Selama hamil Jarel selalu menyuruh nya makan di rumah dan makan sayuran sedangkan Vaela rak begitu menyukai sayuran namun demi baby, Vaela memaksakan dirinya.


"Mau," ucapnya dengan senyum riang. Kesempatan mana datang 2 kali limit Vaela.


Sekarang Jarel sangat yakin dengan kalimat yang mengatakan bahwa," saat kita bahagia melihatnya, maka kita mencintai nya," Dan benar saja, Jarel bahagia saat dia melihat Vaela, baginya tak ada yang lebih membahagiakan saat dia bersama dengan wanita yang dia cintai. Jarel berharap itu akan bertahan untuk waktu yang cukup lama.


Vaela tersenyum kagum begitu melihat tempat yang dipilih oleh Jarel untuk dinner mereka malam ini. sangat indah, semuanya membuatnya terkesima.

__ADS_1


"Silahkan duduk sweetheart," ucap Jarel sambil menarik kursi untuk duduki oleh Vaela .


Vaela tersenyum manis, ia duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Jarel. Meja yang menjadi pembatas mereka begitu elegan.


Tak lama kemudian ,para Kelayang datang membawakan berbagai macam makanan yang tentunya merupakan makanan kesukaan Vaela. Jarel sengaja memesan semua makanan kesukaan wanita itu.


"Kamu tau aja apa yang aku inginkan,"


"Aku tau semua tentang dirimu sayang," Jarel tersenyum kecil dengan tangan yang menggegam tangan Vaela. Di elusnnya tangan yang nampak mungil itu ketika berada di genggaman nya.


"Ayo makan,baby juga pasti lapar," perintah Jarel pada Vaela yang tentu langsung si turuti oleh Vaela, karena memang dirinya sudah lapar.


Baru satu suapan yang ia makan dengan ras yang membuat nya senang, Vaela semakin senang ketika Indra pendengaran nya menangkap sebuah lantunan musik yang berasal dari piano dan juga biola.


"Suka?" Tanya Jarel.

__ADS_1


Di depan mereka, terdapat sebuah panggung yang dihiasi banyak lilin, terdapat seorang pianis yang tengah memainkan piano , semula panggung itu tertutup oleh tirai uang saat dibuka membuat Vaela tabjuk.


"Suka banget," ucap Vaela dengan senyum yang mengembang.


__ADS_2