Mr. Posesif

Mr. Posesif
Sakit


__ADS_3

Vaela dan Vega sedang membuat kue saat ini, keduanya tampak sangat asik dengan kegiatan mereka. Sudah sejak lama mereka menghabiskan waktu seperti ini.


Sedangkan Jarel dan Clark ada meeting dengan Klaten kaur negeri yang mengharuskan Jarel menitip Vaela pada Vega dan tentunya diawasi oleh para bodyguard nya takut terjadi apa-apa.


Saat sedang asik membuat adonan bunyi handphone Vaela berdering dan ternyata itu dari Jarel.


"Siapa?' tanya Vega sambil mengaduk adonannya.


"Jarel, tunggu sebentar aku harus mengangkatnya," balas Vaela.


Tanpa berlama-lama Vaela mengangkat panggilan dari Jarel dan nampaklah wajah Jarel yang pucat.


"Jarel? wajahmu kenapa pucat, " ucap Vaela yang melihat wajah Jarel dengan tatapan sayu.


Vaela khawatir pasalnya dia sudah sering mewanti-wanti Jarel agar tak tidur larut tapi apa pria itu akan tetap melanjutkan pekerjaannya. Jarel memang seringkali membawa pekerjaan nya pulang k mansion mereka tak mau meninggalkan Vaela dimansion tanpa pengawasan darinya.


"Bisakah kamu pulang sweet, aku sakit dan kepalaku sangat pusing," rengek Jarel yang tiduran di ranjang.


Vaela melirik kearah Vega.


"Tak apa, kau boleh pergi Jarel membutuhkanmu, aku yang melanjutkan ini jika sudah selesai akan aku antar ke rumah kalian bersama Clark sekalian menjenguk Jarel." ucap Vega.

__ADS_1


"Maaf Vega, lain kali kita harus menyelesaikan ini bersama, aku pergi dulu," pamit Vaela setelah memastikan panggilan dari Jarel.


Vaela akhirnya sampai di mansion diantar oleh supir pribadi Jarel, naik taksi oh tidak bisa , Tuan Jarel akan marah besar pada nya.


Saat menuruni mobil sudah terlihat Jarel yang berdiri di pintu mansion menunggu kepulangan nya. Pria itu tak lagi memakai pakaian kantornya. Tubuhnya kini dibaluti dengan baju kaos polos putih dan celana panjang hitam.


Penampilan pria itu juga terlihat berantakan,rambut yang biasanya tertata rapi kini tidak lagi, rambut itu sudah awut-awutan.


Saat sudah hampir dekat Vaela tersentak untuk saja dia tak jatuh karena Jarel dengan mendadak memeluk tubuhnya erat. Vaela dapat merasakan suhu tubuh pria itu yang cukup panas.


"Lama sekali," ucap Jarel pelan.


Vaela akhirnya menuntun Jarel menuju kamar dan membaringkan pria itu.


"Sebentar aku akan memanggil dokternya kemari," ucap Vaela.


"Tidak, aku tidak mau sweet, aku mau kamu yang merawatku," pinta Jarel dengan tatapan memohon.


Vaela menghela nafas. " Oke, aku akan mengambil kompresan dulu,"


Jarel tetap diposisi nya dengan memeluk Vaela seakan tak membiarkan Vaela untuk pergi.

__ADS_1


"Kamu istirahat sebentar Jarel, kamu pasti belum makan kan?"tanya Vaela.


Jarel menggeleng membuat Vaela mengehela nafas sabar karena pria ini sedang sakit.


"Terus kamu maunya apa? kamu mau gini terus," ucap Vaela yang setengah kesal.


"Nen," ucap Jarel.


"Hah! apa?" beo Vaela.


"Nen,"rengek Jarel dengan suara serak dan lemas nya sedangkan Vaela hanya tercengang. Dia tak pernah melihat Jarel seperti ini apalagi dalam mode mesum dan manja dalam bersamaan.


"Tapi makan dulu ya, aku akan buatkan bubur," ucap Vaela pada akhirnya. Dan ya lagi Jarel hanya menggeleng.


Jarel sendiri hanya tetap diam seperti posisinya tadi. Jarel enggan melepaskan pelukan ternyaman dirinya. Matanya terpejam menikmati harum dan elusan dikepalanya dari wanita yang sangat dia cintai.


"Boleh ya," pinta Jarel sambil melirik ke arah dada Vaela.


Kesempatan dalam kesempitan ini mah, batin Vaela .


TBC

__ADS_1


__ADS_2