Mr. Posesif

Mr. Posesif
Terjebak


__ADS_3

"Bisakah kau diam, sangat berisik?"


Gadis yang berada di tempat yang sempit dengan beberapa orang didalamnya tersentak kaget mendapatkan bentakan itu.


Dia tak pernah mendapat perlakuan semacam itu dari orang lain sebelum nya


"Hei kau dengar tidak!!" teriak salah satu dari mereka kembali.


Tak heran mereka mengatakan itu, kasti mereka merasa jengkel dan teganggu akibat Suaranya yang sedari tadi menangis dan mengucap jika dirinya bukan pembunuh.


"Maaf," cicit Vega. Dia takut jika akan tinggal lama di sini, dia tak mau dipenjara.


"Cih," ucap orang itu dan mereka kembali tidur meninggalkan Vega dengan segala pikiran nya.


"Clark, kamu dimana? aku takut Clark aku gak mau disini, aku gak mau, aku gak lakuin apa-apa," ucap nya sendu sambil menyebut nyebut nama Clark berharap pria itu akan segera datang untuknya.


Vega tak menyadari jika dirinya sudah diperhatikan sedari tadi dalam diam, sarat akan rasa bersalah.


"Apa itu tak berlebihan, dia mungkin akan membencimu dan tak memaafkan mu jika tau kaulah dalang dirinya berada didalam sana,"

__ADS_1


"Aku tau resikonya, tak perlu memberi tahu ku, aku sudah memikirkan nya berulang kali," ucap nya lalu meninggalkan orang itu.


"Gadis yang malang," katanya sambil keluar menyusul orang yang baru berbicara dengan nya tadi.


***


"Sweet, ayo kita kembali," ucap Jarel setelah merapikan dirinya dan Vaela.


Vaela senang tentu saja, jujur saja dia merasa takut walaupun ada Jarel bersama nya disini. Setiap hari dia selalu bertanya pada dirinya sendiri mengapa Alex membawanya ketempat ini dan apa alasannya.


Jarel menutup matanya saat pintu nya tak bisa dibuka.


"Kau ingat Alex menggunakan sidik jarinya dan menggunakan sandi, sayang sekali aku tak mengingat nya," sesal Vaela.


"Seperti nya kita akan disini lagi ya, hany Alex yang tau, bagaimana jika kalian bertukar saja," saran Vaela.


"Tidak bisa," tolak Jarel mentah-mentah. Dia tidak bisa membiarkan hal itu tentu saja apalagi belum mengetahui motif Alex, bisa saja dia menyakiti wanita nya dan Jarel tak mau mengambil resiko untuk itu.


"Aku akan mencoba nya lagi sweet, kau duduk lah disana, tak baik untuk mu nanti kakimu pegal," ucap Jarel. Vaela menurut dan melangkah kakinya ke kursi dan duduk disana sembari memperhatikan Jarel yang tengah fokus dengan kegiatan nya.

__ADS_1


"Huft, sudah sekali,"dengus nya.


Jarel mengumpat kecil saat ada orang yang menelpon nya.


Nomor baru, Jarel malas sekali namun dia tetap mengangkat nya.


"Jarel, lama sekali kau mengangkat nya sialan," ucap orang itu.


Jarel terdiam mendengar suara orang yang sangat dikenal nya itu, bagiamana bisa mungkin pikir nya. bukankah kah Debian masih disekap bersama Novita.


"Devian, itu benar-benar dirimu?"


"Ini aku bodoh, kau dimana? dia bagaimana dengan adikku. Kau harus bergegas karena Vaela dalam bahaya.


"Ada apa Jarel, " ucap Vaela menghampiri Jerel yang menampilkan ekspresi serius.


Jarel menyuruh Vaela untuk diam sebentar, dia kini terfokus untuk mendengarkan penjelasan dari Devian.


Vaela hanya bisa diam menunggu, dia dirundung rasa khwatir.

__ADS_1


"Baguslah jika kalian baik-baik saja, tapi aku sedang tak berada di kota, aku tak tahu Dimana."


TBC


__ADS_2