
"Lagi," ucap Vaela mengerucutkan bibirnya.
Jarel terkekeh, Vaela semakin aktif dan terkadang agresif namun Jarel sangat menyukai nya.
Jarel tersenyum jahat dia ingin menjahili wanita nya itu.
Jarel mendekatkan bibirnya sedangkan Vaela sudah memejamkan matanya menunggu ciuman dari Jarel.
Saat sudah hampir sangat dekat Jarel memalingkan wajahnya telat ke telinga wanita itu.
"Kau harus makan dulu sweet," ucapnya langsung beranjak dan meninggalkan Vaela.
"Jarel," teriak Vaela kesal. Dia malu sekali apalagi dia sudah menutup mata nya tadi.
TBC
Jarel mulai berkutat dengan alat dapur, dia menggunakan tutorial dari YouTube.
Dia menolak mentah-mentah bantuan dari Vaela, dia tak mau Vaela kelelahan.
Padahal wanita itu sedari tadi ingin. membantu nya.
Lengkungan bibir Jarel terangkat sangat sempurna, senyuman yang jarang ia perlihatkan kepada orang lain. Ia akan lebih ekspresif hanya pada Vaela saja.
__ADS_1
Jarel menyukai kegiatan saat dia memasak untuk Vaela karena wanita itu selalu menyukai apa yang dibuatnya membuat Jarel membuat Jarel menjadi semangat.
Jarel kemudian merasakan tangan mungil itu kini melingkari pinggang nya, Jarel sempat terlonjak kaget, karena kedatangan Vaela yang tiba-tiba.
"Sudah aku bilang, tunggu di kamar aja sweet, akan aku bawakan kesana. Keras kepala," ucap Jarel .
"Masak apa?" tanya Vaela sambil mendudukkan kepalanya pada punggung pria itu membuat Jarel menggeliat geli.
"Sup, are you like it?" tanya Jarel, Vaela mengangguk singkat.
"Masih lama tidak, aku udah laper," ucap Vaela sambil menghirup aroma sedap yang ada dihadapannya.
"Iya sweet, usah Mateng ko ini, kamu bisa mundur sebentar," ucap Jarel dengan sesekali mengguncangkan tubuhnya berharap Vaela mau melepaskan nya sebentar.
"Sweet, tangan kamu nanti akan kena, ini panas sweet, aku tak mau mengulang ucapan ku kembali," tegas Jarel. Dia hanya tak mau wanita itu terluka.
"Emang harus dilepas ya, kamu gak suka ya aku peluk ," lirih Vaela.
"Bukan gitu sweet nanti tangan kamu kena panas Hem," ucap Jarel berusaha sabar. Dia harus bisa mengontrol emosinya apalagi menghadapi hormon ibu hamil itu.
"Kalau aku gak mau gimana?" lanjutnya.
Benar-benar keras kepala. batin Jarel.
__ADS_1
Jarel akhirnya memilih untuk diam lalu dengan hati-hati menuangkan sup nya ke dalam mangkok yang sedikit besar.
"Nah udah Mateng, kamu mau makan sekarang?" tanya Jarel sambil mengambil karet rambut dari tangan Vaela.
Ketika Jarel memajukan tubuhnya membuat Vaela refleks memundurkan tubuhnya.
"Balik badan sweet,"ucap nya.
kali ini Vaela peka terhadap permintaan Jarel, ia memutarkan tubuh nya . Jarel merapikan rambut Vaela lalu merapikan nya lalu mengikat nya hingga rapi.
Setelah selesai, ia memutarkan tubuh Vaela menjadi menghadap nya . " Cantik," ucap nya.
Blushh
pipi Vaela memanas mendapatkan pujian dari Jarel. jantung nya berdegup kencang.
"Blushingnya nanti aja,untung makanan sudah matang,jika tidak kamu yang akan kujadikan santapan sweet ," ucap Jarel sambil membasahi bibirnya dengan air liurnya.
Vaela menahan malu mengerutuki dirinya sendiri.
Suara dentingan sendok dan garpu mengisi ruang makan, sesekali Jarel akan menyuapi Vaela.
Vaela, wanita itu tampak menyukai makanan Jarel, ralat , ka selalu menyukai masakan pria itu. Suap demi suapan masuk kedalam mulutnya, entah masakan ini yang menggiur lidah nya atau karena memang dirinya memang sudah lapar.
__ADS_1
TBC