Mr. Posesif

Mr. Posesif
Wake Up


__ADS_3

"His gone, forever,"


Pria yang baru sadar itu menggumam dengan pelan. Meski dia mengatakan nya dengan sangat pelan, Vaela masih bisa mendengar nya.


Setelah dua Minggu lebih terbaring di rumah sakit dan tak sadarkan diri, Jarel akhirnya siuman dan kembali bersama dengannya.


"I know, tapi aku senang sekarang kamu baik-baik saja, padahal aku belum menikah, aku sempat berpikir mencari calon ayah lagi untuk anak kita," ucap Vaela mencairkan suasana.


"No, aku tidak akan membiarkan nya, " Ucap Jarel sedikit keras membuat Vaela terkekeh dibuatnya. Sejenak dia mengingat kembali Alex yang suka berteriak padanya.


Vaela sudah tau jika Alex akan pergi selamanya, sejak Leo mengatakan pesannya.


Vaela sangat berterimakasih pada Alex, karena pria itu yang sudah menyelamatkan nya. Meski pria itu terkadang menyebalkan namun tak bis Vaela pungkiri dia merasa kehilangan akan hadir Alex yang galak padanya.


Terkadang pria itu terkesan tak perduli padanya padahal nyatanya dia peduli. Tsurendere.


"He's good boy," ucap Vaela tersenyum.


"Kau benar, kau tau sweet? aku tak pernah membecinya sama sekali, saat aku dalam masalah besar dia selalu hadir dan menolong ku. Aku tau mengapa dia menginginkan ragaku, didalam sana sangat gelap," cerita Jarel.

__ADS_1


Vaela mengangguk mengerti, dalam hati dia sangat berterimakasih pada Alex.


"Kemarilah sweet, naik kesini!" pintanya sambil menepuk ranjang kosong disisi nya.


"Ranjangnya tak akan cukup Jarel, ini hanya untuk satu orang, lagipula kau masih sakit," tolak Vaela.


"Tak apa, aku bisa menyamping," ucap Jarel keras kepala.


Jika sudah seperti ini maka Vaela harus menurut daripada mereka akhirnya akan berdebat.


"Nah kan muat, kau terlalu mengkhawatirkan hal kecil,"


"Tenanglah, i'm okey sweet," ucap Jarel seraya memeluk pinggang wanita itu agar tidak terjatuh.


Jarel mengusap surai rambut kesukaannya dengan lembut.


"Sweet," ucap nya yang kini menetap tepat pada mata wanita itu dan kini tangannya yang tadi berada di puncak kepalanya sudah berpindah ke perut Vaela dan menyapa sang buah hati yang masih betah didalam sana.


"Hm," gumam Vaela yang kini menikmati elusan dari tangan pria itu yang merambat kesekitar perutnya. Hal itu mampu membuat Vaela merasakan nyaman dan senang disaat yang bersamaan.

__ADS_1


"Aku sudah memikirkan nama anak kita nanti, Alex jika dia laki -laki dan Alexa jika dia perempuan. Bagaimana menurut mu?" tanya Jarel meminta pendapat Vaela.


Nama anak nya memang sengaja dibuat sama dengan alter ego nya, untuk mengenang Alex. Kelak dia akan memberitahu pada anak-anaknya tentang Alex.


"Good idea, aku suka. Bagaimana dengan nama panjangnya," ucap Vaela yang tak merasa keberatan sama sekali.


"Nanti, saat dia sudah lahir aku akan memberitahu padamu sweet, berapa lama lagi dia dalam sana Hem, baby sangat betah disana ya?" ucap Jarel .


"Lima bulan lagi dia akan bersama kita," Vaela menampilkan senyuman nya yang berbinar. Terlihat tak sabar menanti mahluk mungil yang akan segera hadir ditengah-tengah mereka.


Vaela tak pernah berpikir mendapatkan genre hidup yang seperti ini. Dahulu dia sama sekali rak pernah berniat untuk menikah. Dia dulu hanya ingin menikmati kesendirian nya saja.


Awalnya Vaela sangat takut Untuk membangun sebuah hubungan, bukan karena dirinya pernah menjalin kasih tapi dia mendapat pengalaman yang dia lihat dari kehidupan teman-teman nya serta di sekitarnya.


Hingga datang lah Jarel yang membuat nya mau tak mau harus ikut masuk kedalam kehidupan yang tak diimpikan nya dulu. Pria itu berhasil mengubah pemikiran nya yang tak akan pernah menikah. Malah sekarang dia sangat ingin menikah untuk meresmikan hubungan nya dengan Jarel.


"Jadi... kapan kita akan menikah? tanya Vaela.


TBC

__ADS_1


__ADS_2