Mr. Posesif

Mr. Posesif
Hutan


__ADS_3

Cole meletakkan Vega perlahan di atas kasur. Setelah itu ia menggeleng kan kepalanya melihat Vega yang terus meracau tidak jelas. Laki-laki itu penasaran, berapa banyak alkohol yang sebenarnya diminum oleh Vega Sampai membuatnya teler seperti ini.


Alandra membawa Vega kepadanya dengan keadaan yang tak baik-baik saja padahal baru sebentar dirinya meninggalkan Vega.


"Pusing,"


Sudah sepuluh menit Cole hanya berdiri disamping kasur dan memperhatikan Vega. Dia memang membawa Vega ke salah satu kamar club milik Alandra.


Tiba-tiba saja wanita itu bangun dan langsung berlari ke kamar mandi.


Dengan segera Cole mengikuti Vega dan melihat Vega yang sedang memuntahkan isi perutnya.


"Buset si Vega, Aku bahkan tak berani meminum banyak alkohol," gumam Cole sambil menyatukan rambut Vega agar tidak mengganggu.


***


"Sudah bangun?" bagaimana  tidurmu?"


"Jarel kita akan kemana? taya Vaela saat menyadari jika mereka sedang berada di mobil.


Entah kapan Jarel memindahkannya.Vaela bangun dari posisi dirinya yang tadinya sedang tiduran tepat di kursi Jarel.


"Kau akan tau nanti," jawabnya singkat lalu fokus menyetir.


Awalnya Vaela merasa baik-baik saja namun lama kelaamaan tempat yang mereka tuju kini sepi dan hanya terdapat banyak pepohonan di sekitar jalan. Vaela jadi curiga karena Jarel tak pernah membawanya ke tempat seperti ini.


"Alex?"


"Wow, kau seamkin pintar bisa membedakan kami,"


Vaela sudah menatap waswas alex dan memberi pria itu tatapan marah.


" Kamu mau membawaku kemana Alex, sialan aku ingin Jarel,"


"Diamlah, sebentar lagi akan sampai," ucapnya tersenyum miring.


"Turunkan Aku". pekik vaela tak dihiraukan oleh Alex.


"Bisa kah kau diam saja, suaramu jelek," bentak Alex membuat Vaela menciut dan akhirnya memilih diam,  dia hanya bisa berharap agar Jarel segera muncul, Vaela bingung bagiamana caranya agar Jarel muncul dan bagaimana Alex bisa muncul.


Alex memberhentikan mobilnya di tengah hutan, Vaela dibuat takut sekarag apalagi hutan itu menjadi gelap karena banyaknya pepohonan yang menghalangi cahaya matahari.


Alex turun terlebih dahulu dan membuka pintu untuknya.


"Turun," ucapnya dengan nada yang tak bisa dibantah.


Vaela tak mau karena dia tak tau tempa apa ini, bisa saja ada binatang buas disini yang sedang kelaparan dan ingin memakan mereka.

__ADS_1


"aku gak mau Alex, aku mau pulang. Tolong,' ucapnya dnegan nada memohon.


"Kubilang turun ya turun," desisnya namun Vaela kembsli menggelng memmbuat emosi pria itu tak terkontrol lantas langsung mearik tangan nya sangat kasar hingga Vaela terjengkang dan jatuh.


Alex membiarkannya dan hanya menatapnya tajam dan tanpa membantu memberikan bantuan sama sekali.


Brughh


Alex menendang pintu mobilnya hingga tertutup dengan keras dan menimbulkan bunyi yang cukup bisa memmebuat Vaelaa terkejut.


"Bangun, jangan lemah," ucapnya lalu berjalan lebih dulu.


Vaela yang takut taak tahu menhau mengenai hutann ini mengekor di balik punggung Alex bahkan kini dirinya kini sudan meremas baju pria itu dari belakang.


Alex membalikkan badannya saat merasakaan bajunya yang digenggam. dIkarenakan dirinya yang tidak berbalik tanpa aba-aba terlebih dahulu membuat Vaela menubruk dada bidangnya.


"Aduh,"


Wanita itu merinitih dan mengangkat kepalanya yang sedari tadi hanya memandnag kebawah tepat pada langkah kaki Alex. Vaela menyegir saat mendapat tatapn pria itu yang seakan ingin memakannya.


"Apa kau akan terus memegang bajuku seperti itu, lihatlah kau membuatnya kusut," marah alex.


Vaela melirik sedikit dan ternyata benar saja tapi dia tetap enggan untuk melepasnya.


Alex menghela nafas, " Andai saja kau bukan kekasih Jarel sudah kubunuh kau, Wanita merepotkan entah apa yang dilihat jarel bodoh itu dari wanita sepertimu,' omel Alex sambil melngkah diikuti oleh Valea.


"karena aku cantik," balas Valea tersenyum.


"Apa ? tepos kau biang, kau tak lihat badanku yang seperti gitar spanyol ini,"


"dalam mimpimu,"balas Alex.


Vaela menggembungkan pipinya menahan kesal, Alex begitu menyebalkan jika Jarel pasti akan langsung menatapnya dengan tatapan memuja.


"sebenarnya kita ini mau apa sih, tempat beraminmu jauh sekali ke hutan," dengus Vaela.


"kau lihat itu," ucap alex mengode menggunakan matanya.


"apa?' tanya Valea yang hanya melihat banyak pepohonan.


"Ck kau melihgat kemana bodoh, aku bilabg disana," bentak Alex.


"Disana itu dimana, kau tidak jelas," Vaela jadi dibuat kesal.


"Dasar bodoh, sudahlah aku  malas denganmu,' ucap Alex semakin mempercepat langkahnya hingga Vaela kesulitan mengikuti langkah Alex yang panjang,


"Aduh alex pelan, padahal kau yang tidak jelas,' sungut Vaela berussaha mengejar dan alhasil dia tersandung rantai pohon.

__ADS_1


Alex memutar bola matanya malas.


" cepatlah,"


Alex kemudian berjakan meinggglakan Vaela yang amsih terduduk memgang lututnya.


"Huwa Alex hiks jangan tinggalakn aku hiks aku takut,"


"Alex," teriak Vaela.


Vaela bangit berdiiri dan sudah tak melihat Alex, dirninya kemudian mencoba mencari alex dengan mengikuti arah ana yang dituju Alex tadi namun dia tak kunjung menemukan Alex.


Vaela kemabli terisak dia ditinggalakn sendri di hutan ini, bagaimab nasibnya. Vaela sangat takut.


tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dengan ranting yang terpijak di belakangnya.


Vaela menoleh ke belakang namun tak menemukan siapa-saiapa disana .


"siapa itu," teriaknya.


wush


Vaela merasakan angin dan buum iuduknya seketika berdiri.


"Alex," lirihnya saat mendengar suara langkah kaki


"Alex aku tau itu kau, hiks jangan mempermainkan aku. ucapnya yang kini menagis dan duduk.


"Oi," ucap Alex yang sudah kini bersandar di salah satu pohon dengan wajah mengejek.


"Alex jangan tinggalkan aku," ucap Alex menirukan suara Vaela lalu tertawa terbahak.


Vaela bagkit dan menhmapri Alex dan memukul brutal pria itu .


"shh, hey udah ck aish Vaela hentikan atau aku akan benar-benar meninggalkanmu," 


Vaela menghentikan pukulannya namun melayangkan tanganya yang terkepal. "jika kau berani meninggalkan aku lagi, maka aku akan memukulmu samapi babak belur,."


Alex terkeekh mendengarnya, dia mengiyakan saja untuk membuat Valea senang. Jika dipikir pikir Vaela mana bisa melakukan ha itu denga tenaga yang jauh.


"Baiklah, makanyaa jangan mengoceh terus, ayo kita sudah hampir dekat."


"Kenapa tadi tidak pakai mobil saja sih,"


"kau ini benar-benar bodoh atau bagaimana sih? kau lhat disini bayak pohon mana muat bodoh," kesal alex.


"Aku kan cuma bertanya, begitu saja marah," dengus Vaela.

__ADS_1


 Sabar alex sabar, wanita itu sedang mengandung anakmu.  ucap Alex dalam hati.


TBC


__ADS_2