
Disinilah Vega sekarang, di perusahaan Jarel yang cukup besar, Tatanan bangunannya sangat bagus dan modern Vega mengakui jika ini sangat kerena berbeda dari perusahaan lainnya.
Vega kesal, bisa-bisanya Clark tak memberi tahu padanya jika sudah pulang dan malah dia harus mengetahui itu dari orang lain yaitu Jack.
Vega memasuki agensi dan menuju meja resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu nona," sapa resepsionis itu sopan.
"Boleh saya bertemu dengan Jarel?tanya Joice.
"Maaf nona, hari ini tuan Jarel tidak datang ke kantor."
"Jadi kapan saya bisa bertemu Jarel ya?"
"2 hari kedepan tidak bisa nona mungkin di hari berikutnya. Satu nona lebih baik membuat janji terlebih dahulu dengan tuan Kalandra." usul resepsionis tersebut.
"Terimakasih," ucap Vega
Vega menghela napas dia menghubungi Cole namun pria itu Sampai sekarang tak dapat dihubungi. Entah benar atau tidak menurut Vega Cole selalu menghindar darinya belakangan ini.
"Argh, apa -apaan dia bahkan tak menemui ku!! sungguh?" Clark sialan," umpat nya.
Joice akhirnya mampir ke cafe dekat Kantor Jarel berencana untuk menghubungi pria itu.
__ADS_1
"Halo," terdengar suara Kalandra diseberang sana.
"Boleh kita bicara sekarang, ada hal yang penting yang harus kukatakan," ucap Vega
"Sekarang? aku tidak bisa aku sedang berada di luar kota sayang,"
"Kapan kau pulang?" tanya Joice.
"Kau merindukanku?"
"cih, pede sekali, siapa juga yang merindukan mu. Jangan terlalu percaya diri tuan!" balas Vega berbanding terbalik dengan hatinya.
"Heum , jika kau merindukanku aku bisa terbang sekarang ke sana untuk menemui dan meninggalkan urusan ku disini," ucap Vega santai.
"Astaga, ternyata kau sangat tak sabaran tak apa aku menyukainya. Baiklah aku akan segera menemui dirimu,"
Tut
Sambungan teleponnya diputuskan sepihak oleh Clark.
Vega memandang teleponnya. "Dia benar-benar akan meninggalkan Hawai sekarang? wah apa dia segila itu." Vega menggeleng tak percaya.
***
__ADS_1
"Siapakah privat jet ku sekarang," titah Clark pada asistennya.
"Untuk apa menyiapkan privat jet untuk sekarang," bingung Atlas.
Saat ini mereka sedang berada dikamar hotel dengan Atlas dan Clark yang 1 kamar dan Valeri disebelah kamar mereka.
"Aku ingin kembali ke New York sekarang," balas Clark tanpa menoleh ke arah Atlas.
"Hahaha kau bercanda! kita baru saja Sampai dan kau ingin kembali lagi. For what?" tanya Atlas yang heran dengan Clark.
"Bukan urusanmu! kau urus saja wanita itu. Aku pergi sekarang," ucap Clark.
Kalandra sekarang sudah berada di privat jet nya, dia tak main-main saat bilang akan terbang saat itu juga.
Kalandra tersenyum mengingat Vega yang menelponnya. Dia sudah membaca seluruh pesan gadisnya selama di pesawat, semua curhatan wanita itu bahkan umpatan di pesan yang dikirim Vega kepadanya.
Kalandra bukannya tidak tau tujuan Vega menelponnya dia sangat tahu betul tujuan Vega. Dia tahu jika Vega akan sangat marah padanya karena tak pernah memberikan kabar sedikit pun pada gadis itu. Dia sudah tak sabar mendengarkan ocehan dan deru nafas dari gadisnya itu.
Clark begitu merindukan nya, memeluk nya erat dan melihat nya setiap pagi saat dia bangun di lagi hari. Clark sudah tidak sabar dan tentunya dia harus melewati amarah Vega lebih dahulu agar bisa bermanja dengan gadisnya itu.
"Dia pasti sangat kesal," ucap Clark terkekeh membayangkan wajah Vega yang akan marah-marah padanya nantinya.
"Vega,you are mine sayang ," ucap Clark
__ADS_1
TBC