
Jarel dan Arsen akhirnya setuju untuk bekerja sama. Keduanya kini mengerahkan seluruh pengawal untuk mencari keberadaan Max.
Arsen selalu menghubungi Max setiap waktu tapi pria itu tak pernah mengangkatnya.
Hingga kali ini merupakan keberuntungan untuknya sebab si bajingan itu.
"Halo Arsen, bagiamana kabarmu," ucap Max diseberang sana.
"Pria gila, kembalikan istri dan anakku," desis Arsen.
"Tentu saja, jika kau mau membuat kesepakatan denganku. Bagiamana Arsen? Tertarik?"
"Jangan berani mempermainkan ku!! Jika kau berani melukai mereka akan kuberikan pelajaran hingga kau tak akan bisa melupakannya," ancam Arsen yang membuat Max tertawa.
"Kau mau mendengarkan suara istrimu ?"
"Argghh," pekik Michel saat kaki Max menginjak kakinya dengan kuat tanpa peduli apa yang akan dirasakan olehnya.
Devian menggeram tak bisa berbuat apa-apa, dia meruntuki kebodohan nya yang tak bisa menyelamatkan ibunya.
Dia dibiarkan dengan tubuh yang terikat kuat digantung disebuah tiang dengan tubuh yang sudah babak belur dan mulut digangball.
"JANGAN KAU SAKITI DIA, BRENGSEK!!"
Max tertawa cukup pelan karena sudut bibirnya yang masih robek akibat pukulan Jarel yang membabi buta.
"Itu balasan karena menghianatiku Arsen, kau bahkan bekerja sama dengan Jarel. Kau pikir aku tak tau ! inilah akibat nya,"
"Urusanmu denganku bukan dengan Istriku!" teriak Arsen frustasi.
"Mudah saja Arsen! bawakan Vaela padaku tanpa sepengetahuan Jarel dan semuanya selesai, hanya itu!"
"TIDAK AKAN," tolak Arsen mentah-mentah. Dia tak akan melakukan kebodohan lagi dengan menyerahkan putri tercintanya untuk hidup bersama pria gila seperti Max. Dia tak bisa membayangkan betapa menderitanya hidup putrinya nanti.
"Benarkah! jadi itukah pilihan mu?ck ck ck pilihan yang sangat buruk Arsen,"
"Baiklah, jika begitu aku akan dengan senang hati membiarkan mu mendengar teriakan istrimu ini sebelum dia mati," desis Max.
Max kembali tersenyum pada Michel. Dia melepaskan ikatan yang mengikat tangan dan juga kaki wanita itu. Setelah itu dengan kasar menarik rambut Michel , membawanya ke sudut ruangan. Max sudah menyiapkan sebuah wastafel yang berisi air penuh sebelumnya dan tak lupa dia juga membawa ponsel nya bersama nya yang masih menyambung dengan Arsen.
Sedangkan Devian menggeram marah saat melihat perlakuan kasar Max pada ibunya. Memberontak berharap dia bisa lepas dari borgol besi itu namun sama saja dia tak bisa dan malah membuat lukanya semakin bertambah akibat gesekan rantai besi itu pada lengannya.
"Nyonya, bernafaslah sebelum kau tak bisa merasakan nya!" ucap Max mengingat kan sebelum dengan teganya dia menenggelamkan seluruh kepala Michel ke dalam air.
__ADS_1
"Mpphh," Michel berusaha memukul dan mendorong tangan Max namun pria itu menekan kepalanya dan semakin menenggelamkan wajahnya hingga membuatnya sangat kesulitan untuk bernafas Bakan dia merasa pasokan udara seakan habis.
"Apa yang aku lakukan pada istriku?" bentak Arsen.
Max kembali menarik kepala Michel membuat Michel terbatuk-batuk.
"Bagiamana Arsen? berubah pikiran?"
"Kau benar-benar terkutuk," maki Arsen .
Plak
"Argghh," Michel tak tahan untuk tidak menjerit.
"BERHENTI MENYAKITI NYA!!" terdengar suara jeritan Arsen dari ponsel nya yang terletak dia atas kursi.
"Kau mengenalku Arsen, aku tak suka menunggu dan berlama-lama. Kuberikan kau waktu membawa kan Vaela untukku atau Istri dan putramu akan segera menjadi tanah!!" ucap Max memberikan peringatan dan mematikan sambungan nya.
"Brengsek!" maki Arsen memukul tembok Sampai melukai tangannya.
"Lacak nomor sialan ini,"
Arsen mengirimkan pesan nya pada Jarel. Dan memberikan semua hal yang dikatakan Max pada Jarel.
Max sangat mengkhawatirkan Michel, mendengar siksaan Max terhadap istrinya membuatnya dirinya kecewa dan marah disaat yang bersamaan.
Dia marah saat Max berani menyakiti Michel dirinya saja bahkan tak pernah melakukan kekerasan sedikit pun pada Istrinya.
***
"Dia bergerak lebih cepat dari apa yang aku kira," kata Jarel merasa tertinggal satu langkah dibelakang Max.
Dia menggeram mendapat informasi dari Max ,berani sekali pria itu menginginkan Vaela. Padahal sudah tau Vaela mengandung anaknya tapi masih saja terobsesi akan Vaela.
"Aneska! aku harap kamu bisa melakukan ini dengan cepat, cepat selidiki nomor ini dan segera lacak. Beri tahu aku jika sudah," suruh nya pada Aneska.
"Jack, aku ingin berbicara padamu, berdua!" ajak Jarel yang dimengerti oleh Jack.
"Saat ini aku sangat membutuhkan bantuan mu Jack, Clark sedang tak berada disini. Kau tau itu kan,"
"Ya tuan, saya akan melakukan apapun untuk membantu tuan," ucap Jack.
"Aku sudah memutuskan untuk membangkitkan sisi lain ku yang sudah lama menghilang," ucap Jarel.
__ADS_1
Jack sempat terdiam mendengar keputusan Jarel. "Tuan tau resikonya benar?"
"Ya, tapi aku membutuhkan dia, dia lebih Kuat dariku,"
"Tapi tuan, kepribadian kalian sangat berbeda dan jika dia muncul bagaimana jika dia tak mau mengalah dan malah menekan tuan agar dia yang menguasai tubuh tuan seperti sebelumnya," khawatir Jack.
"Aku sudah memikirkan nya secara matang Jack, aku harus mengajaknya mau bekerja sama denganku, kuharap dia juga tak membenci Vaela nantinya," desah Jarel.
Kepalanya pening memikirkan setiap Maslah yang selalu datang dan bahkan belum ada yang terselesaikan.
"Bagiamana jika dia menyakiti Nyonya Vaela?"
"Tidak akan kubiarkan, tenanglah, lagipula ada dirimu itu sebabnya aku memanggil mu kemari. Jika saja dia tak menyukai Vaela dan kehilangan kontrol kau bisa menghandle nya . Aku percaya padamu Jack." Jarel menepuk punggung Jack.
Jack mengangguk pasrah, dia tak bisa melarang tuanya melakukan hal itu. Jika keputusan tuannya sudah bulat maka dia tak akan akan membatalkan nya lagi.
Jarel memiliki alter ego, sebelumnya Jarel dengan sangat bersusah payah untuk menyingkirkan Alex sang alter ego Jarel.
Alex yang menginginkan hidup dan tubuh Jarel melakukan apa saja agar dia lah pemilik tubuh itu seutuhnya.
Hal yang menyebabkan Alex muncul karena dia pernah mengalami penganiayaan sewaktu kecil. Alex lah yang membalas semua nya untuk Jarel.
Karakter Alex dan Jarel sangat berbeda, Alex sangatlah kejam dan tak kenal ampun. Jika Jarel masih memiliki hati maka Alex tak akan pernah peduli pada mangsa atau korbannya.
Untuk membangkitkan nya Jarel harus memiliki perasaan emosi yang kuat.
Emosi yang timbul secara tiba-tiba dapat menyebabkan perubahan untuk mengambil posisi kepribadian utama. Hal tersebut dapat terjadi ketika emosi tersebut negatif ataupun positif.
"Saranku, tuan Jarel sebaiknya memberitahu kan informasi penting ini pada nyonya Vaela agar membuatnya tidak bingung." saran Jack.
"Haruskah?"
"Tentu saja tuan, agar nyonya juga tidak bingung akan sikap tuan yang akan berbeda saat Alex mengambil alih tubuh anda."
"Tentu kau benar Jack, namun sebelum itu aku harus bisa mengendalikan diriku agar dia tak seenaknya muncul dan mengambil alih tubuh ku. Aku harus bisa membuat dia muncul hanya karena aku ingin dan bukan karena tekanan darinya," ucap Jarel.
Hal itu kah yang paling susah dilakukan oleh Jarel dahulu.
Alex pernah mengambil alih tubuh nya lantaran kesal karena diganggu oleh teman Jarel sedangkan Jarel tidak melakukan apapun pada mereka.
Ternyata Alex membunuh mereka. Jarel yang sadar saat itu histeris melihat mayat dihadapannya. Seingat nya dia tak pernah membunuh mereka. Jarel yang masih kecil saat itu tak bisa mengendalikan perbuatan Alex hingga Alex semena-mena dan selalu menggunakan tubuhnya hanya untuk bersenang senang.
Dan kali ini Jarel tak akan membiarkan nya. Sesudah masalah Max selesai dia akan menyingkirkan Alex kembali Sampai benar-benar menghilang. Semoga saja rencana itu akan berhasil.pikir Jarel.
__ADS_1
TBC