Mr. Posesif

Mr. Posesif
Hospital


__ADS_3

Brak


Mobilnya kini ditabrak dan kecelakaan tak bisa terelakkan. Leon masih sadar, untung saja luka nya tak terlalu parah namun tidak dengan Alex. Pria itu merasakan kepala nya sungguh sakit dan punggung nya terasa nyeri.


Leon keluar dari mobil, tepat saat itu para anak buahnya datang juga. Ingin sekali rasanya dia menghajar mereka karena terlalu lelet untuk datang.


Sebagian dari mereka kini melawan anak buah Max dan sebagian lagi membantu nya.


"Keluarkan Alex dari sana. Now," tekan nya.


"Leon, aku berhasil. Aku berhasil membunuhnya, Jarel pasti senang mendengar nya,pria bodoh itu." kekehnya.


"Thanks karena telah membantu ku, bisa aku minta tolong kembali," ucap Alex.


Leon mengangguk, dia mendekat kan telinga untuk mendengar suara Alex yang seperti berbisik karena pria itu tengah menahan sakit.


Leon tersenyum mendengar nya. "Akan aku sampaikan, dia pasti senang mendengar nya. Ngomong ngomong kau patner yang hebat Alex," ucap Leon Jujur.


Setelah nya pria itu menyuruh anak buahnya untuk membantu nya membawa Alex ke rumah sakit, sedangkan dia kini akan menjemput Vaela yang masih berada di markasnya.

__ADS_1


***


Suara mesin detak jantung menggema di sebuah ruang Putih yang terdapat seorang pria dia atasnya. Jarel, pemilik tubuh itu kini tak sadarkan diri.


Setelah Leon menjemput nya, dia begitu kaget dengan keadaan Leon yang penuh akan darah. Dia bertanya tanya bagaimana dengan Jarel nantinya. Jika Alex terluka, otomatis Jarel juga akan merasakan sakit apabila dia sudah bertukar.


Vaela tak beranjak sedikit pun dari kursi nya, dia menemani pria itu. Dia ingin saat pemilik tubuh itu sudah bangun, maka yang dilihatnya adalah hanya dirinya.


Suara ketukan pintu membuat Vaela tersadar dari lamunan nya. Ia menatap ke arah pintu dan datanglah seorang dokter pria bersama seorang suster dibelakang nya. Vaela tersenyum simpul mendapati dokter yang telah merawat Pria nya.


"Selamat siang nona," sapa dokter tersebut ramah.


"Saya akan memeriksa tubuh pasien terlebih dahulu." Vaela yang mendengar itu pun mengangguk dan membiarkan dokternya untuk memeriksa Jarel atau Alex. Vaela belum tau siapa yang menempati tubuh itu lebih tepatnya sekarang. Bisa saja mereka sudah bertukar.


Belum ada peningkatan dari Jarel setelah beberapa hari menginap di rumah sakit. Dan hal itu membuat nya merasa sangat khawatir akan bagaimana kondisi Jarel kedepannya."


Namun Vaela selalu mencoba untuk percaya jika Jarel akan bangun untuk nya dan juga untuk buah hati mereka berdua. Karena pria itu sudah berjanji akan selalu ada untuknya bagaimana pun keadaan nya.


"Jarel," Vaela menggenggam tangan pria itu dan menempelkan nya pada Pipinya.

__ADS_1


"Please wake up," ucap Vaela dengan nada yang bergetar menahan tangisnya. Gara gara dirinya Jarel harus terlibat dan kini malah terbaring di rumah sakit dengan tidak berdaya.


"Wake up,"


"Dia pasti akan bangun kan?" tanya Vaela pada Leon dengan penuh harap.


"Semoga saja," ucap Leon.


"But, He' s coma Vaela," ucap Leon yang membuat Vaela seperti sedang dihantam sebuah batu yang besar.


"Aku harus segera pergi setelah ini, Aku ingin menyampaikan pesan Alex padamu."


"Apa pesan nya, kenapa harus mengatakan nya padamu, dia bisa menyampaikan nya sendiri bukan."


Leon tersenyum menanggapi nya.


"Dia mengatakan jika dia mencintai mu, " ucap Leon yang membuat Vaela menjadi terdiam.


Benarkah Alex mengatakan hal itu padanya. Tak mungkin sekali mengingat pria itu pernah bersikeras tak akan mau jsrrh cinta padanya.

__ADS_1


"Aku tidak mengarang Vaela, He love you," ucap Leon menepuk pundak wanita itu


__ADS_2