Mr. Posesif

Mr. Posesif
Cry


__ADS_3

"DIMANA SOPAN SANTUN MU HAH!"


"Clark," cicit Vega takut mendengar teriakan Clark padanya. Dia memang menyusul pria itu keruang kerja pria itu biasanya dia akan menyelonong masuk dan Clark sama sekali tak masalah dengan itu tapi berbeda dengan kali ini .


Clark terlihat memejamkan matanya dengan tangan mengepal.


"Vega, Sayang," Clark menghampiri Vega dan langsung memeluk gadisnya sangat erat.


"Maaf, aku pikir siapa, " Ucap Clark lalu menghirup rambut Vega yang sellau wangi dan Clark selalu candu mencium rambut Vega.


Vega berniat melepaskan pelukannya karena sedikit sesak.


"Tunggu sebentar," lirih Clark.


Vega tetap memaksakan, dia melepaskan diri dari tubuh Clark karena Vega merasakan basah di bajunya yang ternyata adalah air mata Clark.


Vega menyentuh rahang Clark lalu kematanya dan mengusap nya lembut dan menghapus sisa air mata Clark.


Jujur saja dia tak pernah melihat pria ini menangis, ini baru pertama kali . Clark yang kerasa, kasar dan lembut disaat tertentu kini menampilkan sisi lemahnya. Dia menangis dibahu Vega.


"Ada apa?"

__ADS_1


"You look so beautiful," ucap Clark tanpa menjawab pertanyaan Vega tadi.


"Eum, tadinya aku ingin mengajakmu jalan - jalan ," balas Vega.


"Tidak boleh," ucap Clark dengan Nada datar. Kini wajah sendunya berganti seperti biasanya.


"Why?" tanya Vega.


"Diluar sana tak aman sayang, dirumah saja oke aku akan menemanimu sepanjang hari," ucap Clark.


Vega menghela nafas daripada memancing keributan akhirnya Vega menurut saja apalagi kondisi pria itu yang sepertinya sedang dalam mood buruk.


***


Jarel menggeram marah saat tau ternyata alasan ayah Vaela tak merestui mereka karena adanya pernjanjian antara ayah Vaela dengan orang bernama Max.


"Sial, ternyata itu dia, tak akan kubiarkan dia merebut milikku, " desis Jarel saat melihat foto Max yang ternyata adalah musuh nya.


Dalam dunia bisnis mereka selalu bersaing tak heran keduanya tak pernah akur.


Tapi Jarel akui perusahaan milik Max jauh lebih besar dibanding miliknya. Pria itu memang dikenal sebagai pengusaha yang terbilang sukses.

__ADS_1


Dulu Jarel dan Clark pernah memenangkan tender dan dengan kekuasaan yang dimiliki Max mereka tak jadi mendapatkan nya. Kerja samanya ditolak karena ulah pria itu.


"Keluarga Vaela dalam bahaya sekarang, aku harus menyelamatkan mereka jika tidak Vaela ku akan sedih," ucap Jarel.


Jarel menoleh ke atas kasur dimana Vaela yang sedang tertidur lelap sehabis makan siang.


Jarel menutup laptopnya dan menghampiri Vaela yang sudah berada di kasur.


Jarel memperdekat badannya pada Vaela menatap wajah polos yang tengah tertidur itu.


Pantas saja Vaela merasa gelisah akan keluarganya saat itu ternyata memang keluarganya sedang tak baik-baik saja.


"Aku akan menyelamatkan mereka untukmu sweet, tak akan kubiarkan pria itu mengambil mu dariku."


"Entah apa yang akan kulakukan jika tak ada dirimu sweet, andai kau tau betapa bahagianya aku akan memiliki keluarga ku sendiri sweet. Itu semua karena dirimu karena kamu telah melengkapi ku. "


Cup


"I love you, i love you so much sweet,"


Jarel menaikkan selimut ketubuh Vaela hingga ke bagian leher. Cukup lama memandang Vaela Jarel pergi dari kamar dengan menutup pintu dengan sangat pelan agar tak membangun kan Vaela.

__ADS_1


Jarel harus menemui ayah gadisnya itu sekarang.


TBC


__ADS_2