Mr. Posesif

Mr. Posesif
Pulang


__ADS_3

Setelah seminggu lebih di rumah sakit, akhirnya Vaela keluar juga. Sebenarnya seharusnya dia tak boleh pulang karena masih belum pulih benar namun dia memaksa Jarel untuk memperbolehkan nya untuk pulang.


Vaela bosan di rumah sakit terus, dia tidak bisa melakukan apapun karena ruang gerak nya sangat sedikit.


"Yeayy, akhirnya kau bisa pulang, cepatlah sembuh supaya kita bisa bersenang senang kembali," pekik Vega yang juga kegirangan karena kepulangan Vaela dari rumah sakit.


"Jika kedua pria posesif itu mengijinkan," kekeh Vaela yang melunturkan senyum nya karena melupakan hal itu.


"Tapi tak apa, Clark sedang ada urusan ke Itali, kita bisa melakukan hal lain dirumah mu nanti saat Jarel juga pergi bekerja," ucap Vega


Clark sudah pulang lebih dulu kemarin, Clark meminta Vega untuk tinggal semetara di rumah Jarel besama Vaela, Vega tentu saja senang walaupun dia tau Jarel juga tak akan membiarkan mereka nantinya keluar rumah.


Tapi itu lebih bagus, jadi dirinya tak mati kebosanan sendiri, karena dia dikurung berdua bersama Vaela.


Jarel datang bersama Jack dan Aneska. Vaela mengernyit kan keningnya melihat Jarel seprti memendam amarah.


"Kau masih marah ya karena aku minta pulang?" tanya Vaela lirih.


"Bukan begitu sweet, aku malah sangat senang," ucap Jarel tersenyum namun dalam hati nya sekarang tidak tenang.


"Jack bawakan semua barang wanitaku," ucap Jarel yang langsung dilakukan oleh Jack dibantu oleh Aneska.


"Cari tau siapa yang berani merusak cctv ruangan sekitar bawah tanah!" perintahnya pelan supaya Vega dan Vaela tak mendengar.


Aneska mengangguk mengerti dan segera beranjak.


Jarel memaksakan senyuman nya di hadapan Vaela. "Ayo sayang," ucap nya merangkul Vaela dengan hati-hati.


Vaela senang akhirnya bisa kembali kerumah, matanya tak luput dari jalanan dirinya sibuk melihat ke luar jendela karena sudah lama dirinya tak keluar.


Jarel tersenyum geli melihat itu, merasa gemas dengan wanita yang perut nya sudah mulai buncit itu.


"Huft, sampai juga," ucapnya menatap mansion Jarel. Dulu dia ingin sekali kabur dari mansion ini tak disangka sekarang malah sangat menginginkan tinggal disini bersama anak-anaknya kelak.


Membayangkan dirinya akan segera memiliki bayi kecil membuat hatinya menghangat. Vaela menepuk pelan perutnya yang sudah tidak lagi rata.


"Sweet, ayo masuk kau harus segera istirahat!"


"Iya, aku juga mengantuk," adu Vaela.


Jarel dengan sigap menggendong Vaela sedangkan Vega langsung menuju kamar yang sudah disediakan untuknya dan memberikan kabar pada Clark jika dia sudah berada dirumah Jarel.


"Kenapa tidak diangkat?" dengus Vega.


Ini yang tak disukai oleh Vega, setiap pria itu akan pergi jauh maka akan sangat dikit untuk dihubungi dan pesan singkat pun tak sempat dibacanya.


"Huh LDR lagi, Clark nyeselin banget sih, luangin waktu nya kek sedikit aja baut nelpon semenit, dari kemarin juga gak kasih kabar," omel Vega mematikan ponselnya dan melemparnya asal.


Jarel menaikkan alisnya melihat Vaela yang selalu tersenyum sejak tadi digendongan nya.


"Ada Apa sweet?" tanyanya.

__ADS_1


"Hehe aku baru sadar ternyata kau setampan itu," balas Vaela mengerjapkan matanya menatap polos Jarel.


Jarel tertawa keras. "Kau kemana saja heum,"


Ceklek


Keduanya Sampai di kamar Jarel. Aroma Jarel langsung menyeruak di kamar tersebut.


"Istirahat lah, kau dan baby pasti lelah," ucap Jarel setelah merebahkan Vaela di kasur king size miliknya.


"Elus-elus," pinta Vaela.


Jarel mengerti, Vaela akan meminta itu pada nya setiap kali wanita itu akan tidur. Alasan nya Vaela tidak akan bisa tidur tanpa mendapatkan itu. Maka, tak ada alasan untuk Jarel menolak permintaan wanita nya itu.


Seperti biasa Jarel akan merebahkan tubuhnya disisi Vaela sambil memeluk dan mengelus perut wanita itu.


Kali ini Jarel sangat berharap Vaela bisa tidur dengan cepat karena ada hal yang harus dikerjakan olehnya.


"Jarel, ayo bernyanyi untukku," ucap Vaela membuka matanya kembali.


"Kenapa tidak tidur heum? sudah besok saja oke," desak Jarel, dia tak bisa menunda terlalu lama.


"Tidak, baby nya yang mau," mata Vaela berkaca-kaca karena menerima penolakan dari Jarel.


Jarel kembali mengalah agar masalah nya ridak semakin panjang.


"Kau mau aku menyanyikan lagu apa?"


"Eum Teman bahagia," pinta Vaela.


Takkan pernah terlintas


Tuk tinggalkan kamu


Jauh dariku, kasihku


Karena aku milikmu


Kamu milikku


Separuh nyawaku


Hidup bersamamu


Berdua kita lewati


Meski hujan badai takkan berhenti (takkan berhenti)


Sehidup semati


Mentari pun tahu

__ADS_1


Kucinta padamu


Percaya


Aku takkan ke mana-mana


Aku kan selalu ada


Temani hingga hari tua


Percaya


Aku takkan ke mana-mana


Setia akan kujaga


Kita teman bahagia


peok prok


Vaela bertepuk tangan saat mendengar suar Jarel yang tidak terllau buruk namun tak juga terlalu bagus.


"Not bad, but not good," ucapnya.


"Ya begitulah, aku bukan penyanyi sweet," balas Jarel menggigit hidung Vaela.


"Sudah ayo tidur,"


"Oke," Vaela akhirnya memejamkan matanya dan tak lama dia pergi ke alam mimpi.


Jarel bernafas lega saat Vaelanya sudah tertidur.


Jarel memejamkan matanya lelah, tidurnya tak pernah beraturan dalam satu bulan belakangan ini membuatnya sering sakit kepala apalagi memikirkan Maslah yang belum selesai di tangani nya dan kini adalah baru kian bermunculan membuat Jarel frustasi.


Jarel tak bisa mengandalkan Clark sekarang karena pria itu juga sedang ada masalah dan tak mungkin membuat pria itu kerepotan juga.


Jarel belum berhasil menemukan mama Vaela yang disembunyikan oleh Max.


Dia memang berhasil menangkap Max , namun belum sempat Jarel menginterogasi nya Max bisa melarikan diri dari ruang bawah tanah milik nya dengan mudah padahal Jarel memberi pengawasan yang ketat disana.


Cctv disana juga tiba tiba rusak membuat Jarel tak bisa menemukan dalang dari ini tapi satu yang pasti, ada yang berkhianat darinya dan membantu Max keluar dari genggaman nya.


Jika begini dia tak bisa menemukan mama Vaela, Max sangat susah dicari entah kemana pria itu bersembunyi.


Jarel harus menemukan penghianat dirumahnya terlebih dahulu dan memberikan semua pengawal nya pelajaran karena sudah lalai dalam pekerjaan mereka.


Jarel sudah meminta pada Devian dan Arsen, calon Kaka ipar dan mertua nya itu untuk bertemu. Jarel harus membahasa ini karena ini menyangkut mereka juga.


Jarel sebisa mungkin harus melindungi keluarga Vaela karena keluarga Vaela akan menjadi keluarga nya juga.


TBC

__ADS_1


Pada masih ingat cast nya gak teman", Wkwkw aku lupa ini, aku harus baca dari awal biar bisa lanjutin ini cerita.


I'm sorry guys🙏😭.


__ADS_2