
"Argghh," erang Vega begitu kesal karena lagi-lagi Clark tak membalas pesan ataupun telepon darinya.
Pesannya pun tak dibacanya sama sekali.
Inilah yang tak disukai Vega jika Clark akan pergi jauh darinya, pria itu akan sangat dikit untuk dihubungi, setelah kembali dia kan minta maaf dan tak akan mengulangi hal tersebut lagi tapi ternyata selalu seperti itu dan tak pernah berubah.
"Clark, kamu ngapain sih sebenernya apa gak bisa ngasih kabar sebentar aja," lirih Vega menggenggam erat ponselnya.
Vega merasa tidak penting untuk Clark sekarang, Clark terlalu banyak menyembunyikan sesuatu darinya membuat dia bingung harus bertahan atau tidak. Namun karena rasa cintanya terhadap Clark tak pernah luntur membuat dia tak bisa pergi dari Clark.
Vega beranjak dan menuju kamar Vaela, berbicara dengan Vaela sebentar seperti nya bisa menjernihkan pikiran nya.
"Oh astaga, maafkan aku hehe, " Vega meruntuki dirinya yang tak mengetuk dahulu.
Vega malah menyiduk kedua nya yang sedang memadu kasih untung saja tubuh keduanya tertutupi selimut.
Dapat dilihatnya Vaela yang malu dengan wajah yang memerah dan menyembuhkan wajah nya ke dalam selimut saat Vega melihat nya.
Jarel menatap nya tajam. "Maaf," cicit Vega dan dengan segera menutup pintunya.
"Astaga, padahal Vaela baru keluar rumah sakit beberapa hari ini, lagipula mengapa mereka melakukan nya siang-siang gini dan tak menutup pintu. Bukan salah ku dong," gerutu Vega namun cekikikan saat mengingat raut wajah Vaela.
Dia akan menggoda dan menjahili dengan itu nanti.
Vega merogoh handphone dan Seperti biasa dia akan mengirimi pesan pada Clark. Dirinya menceritakan jika dia memergoki Jarel dan Vaela.
Vega mengehela nafas, dia akan selalu mengirim pesan pada pria itu sebanyak mungkin walaupun belum dibaca sama sekali. Vega tak akan menyerah begitu saja. Pasti Clark memiliki alasan dan Seperti permohonan pria itu jika dirinya tak boleh meninggalkan Clark.
Maka Vega akan melakukan nya karena dia memang ada niat untuk meninggalkan Clark sekarang, untuk nanti dia tak tau. Vega hanya. perlu menjalani nya. Jika Clark memang ditakdirkan untuk nya, sejauh apapun clark pergi pasti akan tetap kembali padanya.
Sedangkan Vaela masih setia menyembunyikan wajahnya dalam selimut pasalnya dia masih malu saat dipergoki oleh sahabatnya sendiri.
__ADS_1
Jarel yang awalnya kesal karena aktivitas nya terhenti kini terkekeh geli melihat tingkah Vaela.
"Hey," Jarel menarik selimut Vaela namun wanita itu malah menahannya. Tapi hal itu tak berlangsung lama karena Jarel mengambil alih hingga selimut itu tertarik dengan kuat dan Jarel menghempaskan selimut nya ke lantai.
"Aaaa malu," kata Vaela menuntup matanya karena wajahnya yang masih kentara memerah.
"Gausah malu sweet, kita lanjut lagi ya aku belum keluar," ucap Jarel.
Belum sempat Vaela menyetujuinya Jarel langsung menggarap Vaela dan Vaela Hanaya bisa pasrah.
***
"Bagiamana kau bisa melacaknya?" tanya Jack pada sang kekasih.
Aneska menggeleng, "Aku tidak bisa menemukan nya, nomornya sudah tidak aktif seperti nya dia sudah mematikan nomornya," jelas Aneska.
"Tentu saja dia melakukannya, apa kau tak tau tempat terakhir dia berada, kau pasti bisa melacak nya secara itu masih jelas sebab Tuan Arsen menghubungi nya dan nomor itu masih Ada. Kau tak mungkin tak bisa menemukan tempat terakhir handphonenya aktif Aneska."
Jack sebenarnya tak ingin berprasangka buruk terhadap Aneska, dia ingin percaya tapi ragu di waktu yang bersamaan. Tingkah Aneska akhir-akhir ini juga tak Seperti biasanya dan seperti menyembunyikan sesuatu.
Jack sering melihatnya melamun dan seperti banyak pikiran dan jika Jack menanyakan Aneska akan mengalihkan pembicaraan dan mengatakan jika dia baik-baik saja.
Tapi bukan hal itu yang dilihat oleh Jack, Aneska terlihat cemas.
sama halnya dengan orang yang menyusup di ruang bawah tanah Jarel, dia mengatakan tak bisa menemukan siapa peretasnya dan Jack memaklumi nya.
Oleh karena itu Jack membawa Aneska ke tempat temannya yang merupakan seorang Intel profesional yang juga memiliki teknologi tinggi namun Aneska mengatakan jika dia tak bisa menemukan nya juga.
"Aku, aku tak bisa Jack, aku tak sepintar dan Sejago itu." lirih Aneska.
Jack mengehela nafas dan mengusap pipi Aneska, terlihat mata kekasihnya itu berkaca -kaca.
__ADS_1
"Tak apa, kita masih bisa mencobanya lagi oke, kau boleh sebentar heum. Aku akan menemui tuan Jarel setelah ini. Kuharap kau tak menyembunyikan apapun dariku."
"Aku tidak," cicit Aneska menunduk.
Jack mengangguk mengerti. "Istirahat lah, kau sudah bekerja keras, kau perlu mengistirahatkan otakmu," perintah Jack lalu setelahnya meninggalkan Aneska.
"Maaf Jack, maaf aku harus melakukan hal ini," lirih Aneska.
"Jack," panggil Jarel.
Kebetulan sekali Jack bertemu dengan Jarel. Pria itu menggunakan handuk di bagian bawah tubuhnya seperti nya Jarel baru saja selesai mandi lalu membawa segelas susu untuk Vaela.
"Tuan," ucap Jack memberi hormat pada Jarel dengan menunduk sebentar.
Jack mendekat dan membisikkan sesuatu pada Jarel.
"Kau yakin!" tanya Jarel dengan wajah datarnya.
"Saya yakin tuan, dia akhir-akhir ini terlihat mencurigakan dan dia menyembunyikan sesuatu,"
"Kau tau Jack, jika saja dia bukan kekasihmu aku bisa saja melakukan hal yang sangat kasar untuk membuatnya buka mulut! kau tau itu, segera temukan apa yang dia rencanakan atau aku yang akan melakukan nya dengan caraku sendiri!" tegas Jarel lalu berlalu menuju kamarnya.
Setelah percintaan panas mereka , tiba-tiba saja Vaela menginginkan susu dan tak ada alasan bagi Jarel untuk menolak permintaan wanita itu.
Jack mengigit bibirnya frustasi. "Semoga saja dia tidak terlihat," lirih Jack.
Jack mencintai Aneska tentu saja tapi dia harus lebih fokus pada Jarel yang merupakan tuan nya. Jack tak akan hidup sampai sekarang jika Jarel tak menyelamatkan nya dari para begal dahulu. Jack berutang nyawa pada Jarel.
Jack menatap gelang yang dipakainya, gelang hitam yang sama dengan Aneska. Baru saja dia merasakan bahagia karena menemukan pujaan hatinya.
Jika benar Aneska terlibat maka tak ada alasan untuk Jack untuk mempertahankan nya lagi kan? entahlah Jack mencintai nya. Jack merasa bimbang sekarang.
__ADS_1
TBC