
"Hei, sudah bangun mommy?"
"Mommy?"
"Ya, calon mommy," ucap Jarel mengecup seluruh wajah Vaela.
"Astaga itu geli Jarel," rungut Vaela tapi sedetik kemudian tertawa dan diikuti oleh Jarel.
Jarel menatap intens Vaela. Dia sangat mencintai wanita itu tak akan dibiarkan nya siapa pun untuk menyakiti nya.
Dengan menatap wajahnya saja membuat Jarel tenang dan melupakan sejenak beban yang berada dipunggung nya.
"Mengapa menatapku seperti itu," ucap Vaela merasa malu. Walaupun sudah sering mendapatkan tatapan seperti itu tetap saja membuat Vaela slash tingkah.
"Aku mencintaimu," bisik Jarel tepat pada telinga Vaela.
"Aku mencintaimu sayang,"
"I really love you so much," ucapnya menyatukan kening nya pada kening Vaela.
"Aku juga mencintaimu," balas Vaela membuat Jarel tak bisa menyembunyikan senyuman nya. Dia berharap selalu mendengar hal itu, dia sangat berharap bisa selalu bersama wanita itu sampai akhir hayatnya.
"Tapi mengapa tiba-tiba mengatakan nya aku kaget tadi," ucap Vaela.
Jarel menggenggam kedua tangan Vaela.
"Hanya, kau perlu tau jika aku sangat mencintaimu," ucap Jarel sendu.
"Kau aneh Jarel, jangan membuat ku takut, aku seperti ingin pergi saja, jangan menatap wajah ku dengan wajah sendumu. Kuharap ungkapan cintamu sekarang bukan ungkapan yang terakhir." jelas Vaela yang takut, entahlah dia hanya merasa khawatir entah apa alasannya. Seharusnya dia kan tak usah memikirkan hal yang belum tentu terjadi.
"Mengapa kau bisa berpikiran seperti itu heum?"
"Entahlah, kau sudah berjanji tak akan meninggalkan aku Jarel, jangan lakukan aku tak tau lagi harus kemana. Aku sudah jatuh padamu dan aku tak mau lepas darimu," ucap Vaela.
"Astaga jangan berpikir jauh sweet, aku tak akan meninggalkan mu, aku sangat beruntung kamu membalas perasaan ku, bagaimana bisa aku meninggalkan mu begitu saja setelah banyak hal yang kulakukan untuk mendapatkan mu." ucap Jarel namun dirinya juga dirundung rasa khawatir tak bisa mewujudkan perkataannya ini.
Dia merasa ada sesuatu hal besar yang akan terjadi.
__ADS_1
"Duduklah, aku harus mengatakan hal yang sangat penting," Jarel menampilkan wajah seriusnya kali ini.
Jack benar dia harus mengatakan ini agar wanita nya tak kaget saat dia berbeda nantinya. Dia takut Vaela akan salah paham jika saja Alex muncul dan berlaku dingin padanya.
Jarel mengambil bantal Vaela dan meletakkan nya di belakang leher gadis itu agar Vaela masih tetap berbaring.
"Ada apa? apa ada masalah?"
Jarel mengangguk. "Tapi aku tak mengijinkan mu untuk terlalu memikirkan nya, ingat kata dokter jika itu akan berpengaruh pada baby.
"Jangan membuat ku takut, ada apa? oh iya apa ini ada kaitannya dengan mom." ucap Vaela. " Mom? Jarel aku sudah lama tak menghubungi mommy bagaimana kabarnya? apa yang dilakukan daddy pada mommy jika aku kabur, bagaimana bisa aku melupakan nya." sesal Vaela dengan panjang lebar.
Jarel tersenyum paksa, dia tak mungkin memberitahu kan hal itu pada Vaela.
"Tenanglah mommy mu pasti baik-baik saja, ada Devian disana oke."
"Aku ingin memastikan nya Jarel, dimana ponsel ku," Vaela hendak beranjak dan Jarel tak akan membiarkan nya.
"Nanti saja sweet, aku sudah menghubungi Devian, kau mau mommy khawatir mengetahui kondisi mu sekarang? mommy pasti menyalahkan dirinya sendiri nanti karena membiarkan mu pergi." ucap Jarel berbohong. Dia harus berbohong demi kebaikan Vaela. Dalam hati dia mengucapkan banyak kata maaf pada Vaela.
"Kau benar juga, lain kali saja jika begitu, yang penting mommy baik-baik saja." ucap Vaela tersenyum lega.
"Begini, sebenarnya aku memiliki alter ego," jelas Jarel menjeda ucapannya ingin mendengar respon Vaela terlebih dahulu.
"Al-- alterl ego?" tanya Vaela tidak percaya. Vaela tentu saja tahu apa itu alter ego.
"Sejak kapan?"
"Sejak aku kecil dan dia akan muncul kembali," cicit Jarel.
"Bagiamana bisa? bagaimana kau akan mengendalikan nya dan mengapa itu bisa muncul kembali?" tanya Vaela dengan satu tarikan napas.
"Aku tak bisa menjelaskan penyebab nya sekarang sweet kuharap kamu mengerti, aku tak mau kau berpikir banyak seperti kataku tadi. Kau harus berjanji akan hal itu."
"Kau bodoh! bagiamana bisa aku tak memikirkan ini Jarel malah sekarang aku semakin memikirkan alasannya," desis Vaela.
"Maafkan aku tapi aku tak bisa memberi tahuku sekarang," sesal Jarel saat melihat Vaela memalingkan wajahnya kesamping enggan menatap Jarel.
__ADS_1
Vaela kesal karena Jarel tak mau terbuka dengan nya.
"Sweet, look at me," Jarel mengarah kan wajah Vaela agar kembali menatap nya.
"Aku pernah mengatakan ini sebelum nya. Tolong percaya padaku. Hanya itu. Bisa? " Harap Jarel.
"Aku percaya padamu, aku tau pasti ingin yang terbaik untuk ku dan baby." ucap Vaela pada akhirnya. kelak dia pasti akan mengetahui nya cepat atau pun lambat.
"Terimakasih karena sudah percaya padaku," senang Jarel.
"Huft. Namanya Alex, dia berbanding terbalik dengan ku. Dia kejam dan dahulu dia mengambil alih tubuh ku untuk membunuh orang yang dia tak suka ataupun menganggu nya."
Saat mengatakan hal itu bisa dia lihat Vaela terkejut dan sedikit takut.
"Aku sudah tau cara agar dia tak selalu muncul seenaknya. Aku hanya perlu melawan dan tidak takut. " ucap Jarel menenangkan.
"Lalu, bagaimana jika dia menyakitiku?"
"Tidak, Jack akan selalu mengawasi ku mulai saat ini. Alex juga mengenal Jack dan sudah lama menjadi sahabat. Kamu bisa minta bantuan Jack lagipula aku tak akan membiarkan dia melakukan nya padamu sweet."
"Maaf, aku hanya khawatir," cicit Vaela.
Dia cukup terkejut mengetahui fakta itu. Vaela jadi ingin tau apa yang sudah dilalui Jarel semasa dulu sampai Jarel bisa memiliki alter ego.
"Aku mengerti, maaf harus jadi seperti ini, seharusnya kita berbahagia dan menemani mu semasa hamil mu. Begini, aku mengenal ku bukan?
Vaela mengangguk tentu saja.
"Jika kau sudah merasakan aura yang berbeda dari tubuhku dan perlakuan nya. Menjauh lah darinya. Jangan dekat-dekat dengannya. Jika itu aku, aku akan langsung menghampiri mu dia pasti tidak! kau harus bisa membedakan kami," peringat Jarel.
"Aku ingin memeluk mu sekarang, aku harus mulai menjauh bukan. Arghh lalu bagaimana jika dia muncul saat malam aku kan gak bisa tidur kalau perutnya belum dielus," rengek Vaela.
"Itu yang aku khawatir kan sweet, aku memang bisa mengendalikan nya nanti untuk muncul disaat yang aku mau, yang menjadi Masalah nya adalah bagaimana caranya agar dia mau berganti alih dengan ku lagi," keluh Jarel.
"Mengapa menjadi rumit seperti itu, aku hanya ingin hidup tenang, aku kamu dan baby hanya itu," tangis Vaela pecah saat itu juga.
Jarel membiarkan wanitanya menangis diperlukan nya. Setelah semuanya berakhir dia tak akan membiarkan Vaela menangis seperti ini lagi.
__ADS_1
TBC