
"Dimana Club-nya?" tanya Vega yang sedang memakai make up tulis ke wajah mulus nya.
"Club milik Alandra," ucap Cole.
Vega dan Cole akan menghadiri pesta ulang tahun teman SMA nya itu, Alandra yang ke 26 tahun. Vega memilih untuk ikut dengan Cole walaupun Cole sempat menolak dengan alasan takut kena Bogeman dari Clark lagi.
Tapi dengan paksaan Vega, mau tak mau Cole pasrah karena Vega bersikeras untuk ikut.
Dia bosan di mansion Jarel, Vaela sibuk dengan Jarel, Aneska juga sibuk dan Clark tak ada disini.
Vega lalu memakai pakaiannya dan hak itu mendapat tatapan peringatan dari Cole.
"****, bajumu terlalu terbuka Vega, jika Clark tau dia akan memarahi mu." ucap Cole yang melihat baju Vega yang tak berlengan dan gaunnya itu diatas lutut, Vega terlihat seksi dan bohong jika Cole tidak tertarik. Hei dia juga seorang pria.
"Biarkan saja, lagi pula dia tak ada disini, jadi aku bebas melakukan apapun," elak Vega.
"Fine, terserah padamu saja, tapi jangan melibatkan aku akan permasalahan kalian nanti." Tegas Cole.
Vega mengangguk. "Jangan khwatir, dia tak akan tau ,"
***
Vega menggandeng lengan Cole, ia bergidik ngeri melihat sekeliling club' yang menurut nya mengerikan. Banyak yang memakai pakaian yang kekurangan bahan dan berdansa tidak jelas.
__ADS_1
Ada yang dipojokan melakukan hal yang tidak sononoh dan Vega langsung bisa mencium aroma minuman dari orang-orang disana.
Mereka menuju ke ruang VVIP yang sudah dipesan untuk acara ulang tahun Alandra.
Begitu masuk kedalam ruang party birthday Alandra, Vega bisa bernafas lega, setidaknya ruangan ini tidak ada yang melakukan hal aneh Seperti di bawah.
"Happy birthday Alan," ucap Cole diikuti dengan Vega.
"Kau tak datang dengan Clark? Where is he?"
"Dia sibuk, sepertinya," ucap Vega.
Alandra tertawa. "Pria itu tak pernah berubah,"
"Kau disini saja oke? jangan macam-macam Vega aku tak mau berurusan dengan clark lagi," peringat Cole.
"Aku tidak boleh ikut?" tanya Vega.
"Seperti nya begitu, disana pria semua dan kau memakai dres mini seperti ini," Ucap Alan memperhatikan Vega intens.
"Hei jaga matamu," kesal Vega membuat Alandra terkekeh dan menghampiri sekumpulan pria tadi.
Tak lama Cole juga ikut pergi untuk bergabung bersama mereka.
__ADS_1
Vega merasa harus, hingga dia menatap pria dengan membawa nampan dengan banyak gelas diatasnya.
"Pak!" panggil Vega.
Pria tersebut menoleh lalu tersenyum. Ia menghampiri Vega dan berdiri di dekatnya.
"Bisa minta satu?" tanya Vega dengan menunjuk salah satu minuman.
"Tentu nona," ucap pria tersebut memberi segelas air.
"Terimakasih," ucap Vega.
Vega mulai meneguk minuman tersebut setelah pria tadi pergi dari hadapannya. Rasa panas langsung terasa ditengorokan nya, tapi Vega mencoba mengabaikannya. Tidak lama kemudian kepalanya terasa pusing. Cole belum juga kembali, mungkin sedang asik bersama temannya.
Seseorang dari kejauhan melihat itu sambil menggelengkan kepalanya. Ia berjalan ke arah Vega lalu menarik tangannya agar berdiri.
"Ayo, gue anter ke Cole, " katanya.
Vega menoleh. "Ih, Alandra, Kepala ku sangat pusing, " adunya sedangkan Alandra tidak memperdulikannya dan membawa wanita itu bersama nya.
"Kau tak kuat alkohol ya?" tanya Kalandra.
"ya begitulah, Aku masih merasa sadar, hanya pusing," jawab Vega.
__ADS_1
TBC