
"Dasar harimau betina," ucap Alex saat Vaela belum bangun juga, padahal Alex sudah cukup membiarkan waktu tidur yang cukup lama untuk wanita itu.
Dan sekarang Alex tak bisa membiarkan nya untuk tidur lebih lama lagi. Alex memutuskan untuk membangun kan Vaela karena sekarang dia harus segera pergi ke markas utama milik Max bersama dengan Leon dan para anak buahnya.
Pria itu tau dimana tepat terletak nya markas milik Max.
"Hey Bangun," ucap Alex sedikit berteriak dengan nada yang tak santai.
Alex tersenyum senang saat sekali dia memanggil Vaela, kini wanita itu terganggu dan terlihat akan bangun dari tidurnya.
"Jarel," ucap nya pertama kali.
"No, you wrong!" sinis Alex.
"Alex!" ucap Vaela dengan nada tidak suka.
"Dengar, jangan keluar dari sini apapun yang terjadi, kau akan ditemani beberapa pengawal disini, aku akan pergi dan segera kembali,"
"Pergi saja sana, tidak usah kembali sekalian," dengus Vaela. Dia hanya menginginkan Jarel bukan Alex.
"Terserah apa katamu, yang penting kau tetap disini dan jangan kabur," peringat Alex dengan tegas.
"Hem," balas Vaela malas.
Setelah nya Alex benar-benar pergi dengan rombongan Leon.
Dengan sorot mata tajam, Alex memasuki sebuah ruangan yang terdapat berbagai macam benda tajam. Ruangan itu milik Leon pribadi.
"Pilih sesukamu," ujar Leon yang kini ikut memilih senjata mana yang akan dia pakai.
Mata legam Alex menelusuri berbagai macam pistol yang sudah tersusun dengan sangat rapi. Alex mengambil 2 buah pistol yang terdapat peluru yang sangat mematikan didalamnya. Tak hanya pistol, Alex juga mengambil beberapa pisau yang biasa ia gunakan.
"Pilihan yang sangat bagus Alex" sahut Leon saat melihat Alex mengambil pistol dengan peluru mematikan itu.
"Koleksi mu lumayan juga," puji Alex. Dia tak akan menyangkal nya.
"Tentu saja, semuanya aku beli dengan harga yang mahal," bangga Leon.
"Sombong sekali," cibir Alex pada Leon.
"Aku akan menghabisi Max, dia sudah berani mengganggu orang-orang yang kusayang,"
__ADS_1
Ia tak akan membiarkan Max hidup setelah apa yang telah pria itu lakukan.
Setelah keduanya selesai, Leon juga menyuruh semua pengawal yang ikut untuk mempersiapkan senjata mereka sebagai antisipasi Leon bahkan membawa setengah pengawalnya untuk ikut. Setengahnya lagi untuk berjaga di markas nya sekaligus ditugaskan untuk menjaga Vaela agar tetap aman.
Malam ini mereka akan menjalankan rencananya bersama Leon.
"Semuanya sudah siap?" tanya Leon memastikan.
"Done," balas Alex singkat dengan tatapan datar nya.
"Now," ucap Leon pada earphone di telinga nya.
***
Alex duduk di kursi nya sambil menatap tab nya, disana menampilkan beberapa anak buah Leon yang sudah bersiap di sekitar markas milik Max.
Leon mengarah kan Pengawal nya untuk menyerang para penjaga disana secara diam-diam.
Do dor dor
Terdengar tembakan yang berhasil dilayangkan oleh orang Leon hingga berhasil membuat sebagian anak buah Max tumbang.
Alex turut mengalihkan perhatian anak buah yang masih tersisa dengan menembak kan nya ke atas .
Brak
"Wow, kalian lama sekali, aku sudah menunggu. Well, Welcome Jarel and Kaka!" ucap Max sinis.
Pria itu tengah menghisap nikotinnya dengan nikmat dengan berbagai minuman beralkohol yang tak lupa berada dia atas mejanya.
Alex yang melihat Max didepannya pun tersenyum miring. Pria itu tampak santai ketika Max menyambut nya dengan tangan terbuka.
Alex menatap tajam kearah Max, pria itu mengingat dengan baik hal apa yang harus dirinya lakukan saat ini. Alex memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana miliknya dan menggapai sesuatu yang akan dia pakai nantinya.
Sedangkan Leon yang berada dibelakang Alex, pria itu terdiam dan menatap Max yang masih santai dengan sesi duduk nya. Ingin rasanya dia menghajar wajah yang selalu menampilkan wajah songong itu.
"Kupikir kau tak akan kemari ka," ucap Max sambil tersenyum miring ke arah Leon.
"Ah, mana mungkin kau takkan datang , apa kau merindukanku," kekeh Max.
"Cih, melihat wajah mu saja aku malas," sungut Leon sarkas.
__ADS_1
"Kau terlalu banyak bicara," desis Alex.
Ctak
Alex melempar pisau nya dan tepat mengenai paha pria itu. Sedangkan pria itu tampak tak kesakitan, namun terdengar suara ringisan kecil dari bibirnya. Max maju satu langkah, Max masih terlihat Santai dengan pisau yang masih tertancap di pahanya itu
"Kau telah mengambil langkah yang salah Jarel," ucap Max tersenyum miring, dan dengan santai pria itu mencabut pisau di pahanya.
Sedangkan Alex tampak tak takut dengan ucapan Max, dengan tenang pria itu mengeluarkan pistol nya sambil menghitung dalam hati.
Dor
Dor
Dor
"Tuan," teriak beberapa pengawal Max yang baru datang. Leon langsung sigap dan melawan mereka.
Alex.hang tepat melayangkan tembakan nya ke dada dan perut Max, membuat tubuh Max langsung tergeletak tak berdaya di lantai. Alex lalu duduk dan menatap Max dengan tatapan membunuh.
"Kau pikir bisa menghabisi ku, never," tekan Alex di akhir kalimat.
Disaat Alex kembali ingin mengeluarkan pisau nya, tangannya telah dicengkram oleh Max. Dan terjadi lah baku hantam di antara keduanya. Meskipun tubuh Max tampak terlihat melemah, pria itu tak membiarkan Alex menang sedikit pun.
"Akhhh," Teriak Max dengan suara yang nyaring, ketika Alex menancapkan pisaunya tepat di bahu Max.
"Apa itu menyakitkan?" ucap Alex dengan seringai lebarnya.
Max yang merasa kesakitan pun masih bisa tersenyum sambil menatap Alex tanpa rasa takut sedikitpun.
"Kau bisa membunuhku malam ini ,tapi aku tak akan mati sendiri an karena kau akan ikut bersamaku," ucap nya sambil tertawa pelan karena sakit pada tubuhnya.
Alex sempat kebingungan, hingga beberapa detik kemudian terdapat banyak orang yang muncul dari berbagai arah.
Alex langsung berdiri dan Leon mendekat pada nya. Pria itu juga tampak terlihat kualahan.
Leon mengangguk, Jake mengerti dan menatap orang-orang itu kemudian mengeluarkan beberapa benda yang telah di berikan oleh Leon padanya. Dalam hitungan ketiga ia langsung melempar kan gas yang cukup beracun keselilingnya Sampai menutup pandangan orang-orang itu.
Merasa sudah aman, Alex dan Leon langsung keluar namun Alex menyempatkan untuk menembak Max sekali lagi.
Baru beberapa detik mereka mengehela nafas lega setelah berhasil kabur dari anak buah Max yang masih mengejar. Terdengar suara tembakan yang mengarah ke arah mobil mereka. Alex yang mendengar itu pun semakin mempercepat laju mobilnya ketika ia melihat beberapa mobil yang mengikuti mereka dari belakang.
__ADS_1
"Sial," umpat Leon dan kini pria itu tengah berancang-ancang untuk menembakkan peluru mnua