
Jarel diliputi amarah karena pertahanan di ruang bawah tanahnya sudah cukup maksimal. Tak main-main Jarel menempatkan belasan pengawal untuk berjaga siang dan malam.
Setiap sel tahanan diberikan keamanan yang hanya bisa terbuka dengan suaranya. saat Jarel mengatakan "terbuka" maka pintu itu akan langsung terbuka.
Dan apa -apaan yang dia dapat kan Pintu tahanan milik Max terbuka. Jarel meletakkan Max dipaling pojok dan hanya ada satu sel disana, yaitu sel yang ditempatkan untuk Max. Sel yang begitu sempit, kotor dan gelap.
Andai saja dia menempatkan Max bersama tahanan lainnya dia pasti bisa memaksa para tahanan itu untuk membuka mulut.
Sepertinya orang yang menyelamatkan Max ini sudah merencanakan hal tersebut dengan sangat rampung apalagi Jarel saat itu masih di rumah sakit. Para pengawalnya yang biasanya berjaga ditemukan sudah tak bernyawa dengan cctv yang sudah mati.
Jarel tentu saja memulangkan semua pengawalnya pada keluarga dan mengucapakan turut berduka dan memberi kompensasi.
Menurut pemeriksaan dokter kematian pengawalnya disebabkan karena karena mereka tak bisa bernafas akibat menghirup racun ricin dalam jumlah banyak. Ricin adalah alah satu racun yang terbilang mematikan baik tertelan ataupun terhirup .
"Bagaimana? apa susah menemukan pelaku nya?"
"Belum tuan, sepertinya orang ini lebih baik dariku, saya bahkan tidak bisa menembus pertahanan dan server nya,saya tidak bisa menemukan siapa yang membuka sistem pertahanan sel bawah tanah milik tuan," runtuk Aneska yang ditenangkan oleh Jack.
"Sepertinya ada yang membantunya tuan! tidak mungkin Max bisa keluar sendiri dengan kondisi tubuh yang babak belur," ucap Jack yang menemukan kejanggalan.
"Hem, aku juga berpikir seperti itu," desis Jarel. Siapa yang berani menghianati dirinya. Setau nya dia tak memiliki masalah dengan seluruh anak buahnya bahkan Jarel tak terlalu kejam pada mereka semua.
Jarel tak habis pikir, padahal dia sudah begitu baik bukan, seluruh pengawal dan pelayan nya memiliki gaji yang cukup tinggi, tak tanggung tanggung Jarel juga meyekolahkan anak mereka di sekolah naungan nya.
"Jack, aku memercayai mu kau tau itu, selidiki semua pengawal dan pelayan disini dan aku mau kau mengumpulkan mereka semua untuk menghadap padaku nanti, aku harus menemui Devian dan Arsen," ucap Jarel meninggalkan Aneska dan Jack.
Bukan tanpa alasan Jarel mempercayai Jack, pria itu sangat bisa diandalkan dan Jack susah cukup lama bekerja dengan nya dan tak pernah sekalipun gagal saat dia menyuruhnya.
"Kau cobalah lagi, aku akan menemui temanku yang bisa membantu mu dia memliki teknologi yang cukup canggih kuharap itu bisa membantu,"
Jack segera membawa Aneska ke tempat temannya supaya tak mengukur waktu yang lama.
Jarel mengunjungi kamar Vaela terlebih dahulu, dilihatnya Vaela masih dalam keadaan tidur, tak tega untuk membangun kan Vaela.
__ADS_1
Dia ingin pamit namun sepertinya Jarel harus mengurungkan niatnya melihat wanitanya yang masih terlelap.
"Kau pergi dulu, baby jangan nakal di perut mommy mu," ucap Jarel mengecup perut Vaela dan tak lupa mengecup kening itu Seperti biasanya.
Jarel beranjak dan pergi untuk menemui Arsen. Jarel tak mungkin memberitahu hal ini pada Vaela. Jarel tak mau menambah beban pikiran Vaela apalagi Vaela baru saja baikan.
Bagaimana jika dia mengetahui bahwa Arsen lah yang memberikan Vaela pada Max dahulu. Akibat perjanjian yang dibuat oleh Max dengan Arsen.
Max yang membantu keuangan keluarga Vaela dengan syarat Arsen harus menikahkan Vaela dengan Max saat usia Vaela sudah menginjak 21 tahun.
Untung saja Arsen tak memberikan Vaela Jarel perlu berterimakasih pada pria paruh baya yang menyebalkan itu. Jika itu terjadi maka dia tak akan bisa menemukan kebahagiaan nya yang ada pada Vaelanya.
Jarel mengernyitkan keningnya saat melihat rumah Arsen yang berantakan.
Dia menghubungi pria itu yang ternyata menyuruhnya menuju kamar pria itu.
Jarel tercengang, kamar itu sama berantakannya dengan ruangan yang berada dirumah ini. Mata Jarel sakit melihatnya, begitu berantakan.
"Kau berisik, kalau mau ambil saja,"
Jarel tentu mengambil nya dan mengajak Arsen bersulang.
Arsen melirik ke arah Jarel yang melihat pigura Poto yang sedang ada dingengamamnya .
"Ini fotoku dan istriku." ucap Arsen seakan mengerti akan pkikiran Jarel.
"Aku tak melihat mommy, Devian juga?" tanya Jarel merasa sedikit aneh. Dari awal Jarel sudah merasa curiga melihat rumah yang berantakan tak mungkin Michel akan membiarkan rumah'nya Seperti kapal pecah.
"Max, pria bajingan itu membawa putra dan istriku," desis Arsen marah menguatkan pegangan nya pada botol wine hingga akan pecah.
"Dan Kau membiarkan nya begitu saja? tak melakukan apapun dan malah bersantai sambil minum- minum disini?" geram Jarel tak percaya.
"Aku sudah mengerahkan pengawalku, lagipula Max bukan lah lawan yang mudah, jika kau menghampiri nya sekarang sama saja dengan mati. Aku yakin istriku dan Devian akan baik-baik saja, "
__ADS_1
"Kau masih bisa berkata seperti itu? bagaimana kau bisa menjamin nya, kenapa aku memiliki calon mertua sepertimu," kesal Jarel dan berdiri hendak pergi.
"Aku membutuhkan bantuan mu Jarel, aku menunggu kedatangan mu kemari,"
"Kenapa tak memberitahuku sebelumnya!!! bentak Jarel.
Apa yang harus dia katakan pada Vaela jika ibunya telah diculik. Jarel tak bisa membayangkan sehisteris apa Vaela saat mengetahui hal ini. Wanita itu pasti akan menyalakan dirinya sendiri dan Jarel tak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Duduklah dulu! "
"Apa?" bentak Jarel lagi.
"Jika sikap mu semakin tak sopan seperti ini aku tak akan merestui mu dan Vaela nanti," ancam Arsen.
"Aku tak membutuhkan restumu, lagipula kecebong ku sudah tumbuh di perutnya,"
"Cukup dengan pembahasan itu," Arsen menatap Jarel dengan serius sekarang.
"Aku mana mungkin tinggal diam saat istriku dijadikan sebagai tahanan, Max memiliki banyak koneksi Jarel bahkan dia jauh lebih berkuasa di atasmu!"
"Aku ingin kau tak menganggap remeh akan hal ini, aku tak tau dimana markas pusat nya, aku sedang mencari tahu hal itu. Aku sudah menemukan beberapa dan tak menemukan istriku dan Devian.Jika dia memiliki banyak markas, maka dia pasti memiliki markas utama, yang harus kita lakukan adalah mencari markas utamanya," jelas Arsen.
"Sepertinya kau setuju dengan pernyataan mu Dad! aku sudah menangkap nya saat dia ingin melecehkan Vaela namun dia berhasil keluar dari ruang bawah tanah ku yang sudah diberikan keamanan terbaik, "
"Pria itu benar-benar! aku menyesal melakukan perjanjian bodoh itu dengannya, mempertahankan nyawa putriku, aku tak menyangka jika dia pria yang berbahaya." lirih Arsen penuh penyesalan.
"Tenanglah dad, kita harus membalas nya, dia tak boleh hidup tenang sesudah apa yang telah dilakukan olehnya."
"Sepertinya aku harus membangkitkan diriku yang lain," ucap Jarel.
"Apa maksud mu?"
TBC
__ADS_1