
"Wow," takjub Vaela saat dirinya kini berdiri di rumah yang minimalis namun terlihat mewah. Rumah bagus itu tak seharusnya berada disini menurut nya, karena terlalu bagus jika itu berada di hutan.
"Ini rumah siapa?" tanya Vaela.
"Rumah ku," ucap Alex yang membuat kening Vaela mengernyit.
"Jarel tak pernah memberitahukan aku tentang rumah ini," jelas Vaela.
"Aku bilang ini rumahku! bukan Jarel," desisnya.
Alex berdecak saat lagi dan lagi Vaela membahas Jarel saat bersama nya, membuat nya muak.
"Tunggu aku," ucap Vaela saat Alex sudah masuk duluan ke rumah itu.
Alex meletakkan kelima jarinya dan memasukkan pin baru pintu itu terbuka. Dia masuk tapi tidak dengan Vaela karena pintu itu langsung tertutup saat Alex sudah masuk.
"Eh, loh kok langsung ketutup," bingung Vaela.
"Seperti nya kau diluar saja girl," ucap Alex mengedipkan matanya.
"Jahat sekali, kau tak mungkin membiarkan aku diluar sini kan?"
"Vaela, i'm not Jarel. Remember? mengapa aku tak mungkin melakukan nya. Nikmatilah waktumu di luar sana siapatau kau ketemu binatang buas kelaparan disana haha," Alex tertawa sambil melambaikan tangan nya dan meninggalkan Vaela.
__ADS_1
"Yang benar saja, ini sudah malam!! Alex!" teriak Vaela sambil menggedor-gedor pintu nya.
Vaela mendudukkan dirinya di lantai pintu itu. Menelungkup kan wajahnya disana.
"Aku bahkan tak tau apa salahku hingga aku bisa mendapatkan genre hidup seperti ini," keluh nya.
Tak ada gunanya berharap pada Alex, namun tak mungkin di berkeliaran di hutan itu karena dia tak tau jalannya.
Sekali lagi dia berharap Jarel segera datang dan menolong nya. Pria itu pasti tak akan membiarkan nya.
"Kubilang aku butuh waktu sialan!" umpat Alex sambil melirik Vaela dari jendela.
"Aku akan memberikan nya namun lepaskan dahulu sanderanya, itulah pernjanjian nya," ucap Alex langsung mematikan sambungan nya.
"Ck bodoh, untuk apa dia tiduran di lantai itu," dengus Alex saat melihat Vaela yang sudah berbaring.
Alex merogoh kantung celananya dan mengambil rokok disana.
"Sudah lama sekali aku tak menghirup nya, bagaimana si bodoh Jarel bisa tanpa ini,"
Alex menyalakan pemantik nya lalu menghembuskan nya.
Dia melirik Vaela kembali.
__ADS_1
"Kau sudah melakukan hal yang benar Alex," gumamnya.
Beberapa jam berlalu dan malam sudah terlihat, Alex tak beranjak dari tempatnya begitupun dengan Vaela.
Kini wanita yang sedang hamil itu masih terbaring dengan memeluk dirinya sendiri.
Alex menyipitkan matanya lalu membuang nafasnya kasar.
Entah mengapa dia tak bisa berbuat jahat pada wanita itu. Saat dia hendak ingin menyiksanya saat itu juga tubuhnya melawannya namun berbeda dengan pikiran nya.
"Ahkk, apa yang sudah kau lakukan padaku Vaela," desis nya.
Alex memilih untuk membuang ego nya dan keluar melihat Vaela.
Dia membuka pintunya perlahan ternyata Vaela sudah tertidur.
Alex berjongkok dan menatap Lamat wajah wanita itu. Begitu polos saat tertidur dan tak ada wajah yang cerewet itu.
"Kau terlalu cantik, aku iri dengan Jarel," lirihnya mengelus singkat wajah itu.
Alex bisa melihat raut wajah kelelahan yang jelas di wajah Vaela, bagiamana tidak dia mengajak wanita itu pergi jauh dari kota dan membiarkan wanita itu berjalan jauh.
Alex sudah memikirkan nya dua kali dia lalu mengangkat tubuh mungil itu ke pelukannya dan membawa nya kedalam.
__ADS_1
"****, badannya kenapa panas," ucap Alex tak bisa menyembunyikan dirinya yang khawatir.
TBC