Mr. Posesif

Mr. Posesif
Masalah Clark


__ADS_3

"Katakan! apa masalahmu," ucap Jarel yang kini sedang berada di ruang kerja Clark.


"Kau menyuruh Vega ke rumah sakit?" sinis Clark.


Padahal Clark sudah mewanti-wanti untuk tak membiarkan Vega keluar rumah tanpa pengawasan darinya. Clark tentu memiliki alasan yang jelas untuk itu.


Vega awalnya menurut namun saat mendengar kabar Vaela masuk rumah sakit dan terjadi insiden pada Vaela gadisnya itu bahkan sampai menangis memohon agar Clark menginginkan dirinya pergi. Clark yang tak tega akhirnya mengijinkan dengan syarat ditemani oleh beberapa pengawalnya.


"Jangan membahas nya, lagipula Vega berhak tau, dan aku butuh Vega untuk menemani wanitaku. Sudahlah jelaskan saja sekarang, jangan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan,"


Clark bangkit dari duduknya dan menyerahkan berkas pada Jarel.


Jarel membuka nya dan menaikkan alisnya membaca semua laporan itu. Satu persatu dibukanya laporan itu dan betapa terkejutnya Jarel.


Jarel terdiam sejenak. "Kau baik-baik saja?"


Clark menggeleng."Tidak, aku ajuh dari kata baik,"


Jarel menghela nafas, dia bisa melihat nya, kefrustasian Clark sekarang.


"Aku tak menyangka jika pria yang membunuh keluargamu adalah ayah Vega," ucap Jarel yang cukup terkejut menerima fakta ini.


"Aku sudah lama menyelidiki nya, aku tak bisa diam saja setelah orang tua ku meninggal, aku harus membalas nya Jarel," desis Clark.


Masih teringat saat itu, masa yang sangat menyakitkan untuk Clark, disaat dirinya masih kecil harus kehilangan kedua orang tuanya didepan matanya sendiri. Clark yang masih anak - anak harus dipaksa melihat kejadian itu.


"Aku mengerti, lalu apa selanjutnya? kau tau dia adalah ayah Vega. Semua keputusan ada ditangan mu Clark, aku akan membantu tentu saja sesuai janjiku padamu dulu. "


"Aku akan tetap membunuhnya dengan tanganku Clark, tapi aku harus membuat nya menderita terlebih dahulu, kematian terlalu mudah untuk pria tua itu," geram Clark yang sudah mengepalkan tangannya.


"Kau pasti sudah memikirkan resiko dari hal ini, Vega mungkin akan membencimu jika tahu kau akan membunuh ayahmu," jelas Jarel.


"Tentu, tapi nyawa harus dibayar nyawa Jarel, oleh karena itu aku meminta bantuan mu sekarang," ucap Clark dengan nada serius.


"Pria tua itu begitu mencintai istrinya dan Vega, aku sudah melihatnya beberapa lama ini," ucap Clark yang sering bermain ke rumah gadisnya.


Pria tua itu bahkan masih bisa hidup dengan nyaman dan Clark membenci saat pria jahat itu malah mendapatkan kehangatan keluarga, tahta dan harta semuanya dimiliki oleh nya.

__ADS_1


Setiap kali bertemu dengan pria itu di rumah Vega rasanya ingin sekali Clark membunuh pria itu saat itu juga.


Clark ingin merenggut semuanya dari pria itu, semua tanpa sisa seperti dirinya yang kehilangan semuanya dan yang tersisa hanya pedih, dimana terkadang dia merindukan orang tuanya yang sudah tiada. Rindu yang paling berat adalah merindukan orang yang bahkan sudah tidak satu pijakan denganmu.


"Jangan bilang jika kau--"


"Ya kau benar Clark, aku memang mendapat kasih sayang dari Novita, ibu dari kekasihku, tapi hanya itu cara agar dia bisa merasakan sakit yang kurasakan. Sakit saat kehilangan orang yang kau cintai," tanpa sadar Clark meneteskan air matanya. Dadanya sesak teringat kembali masa itu, ibunya pernah bilang jika ibunya akan selalu ada dihatinya.


"Pikirkan baik-baik Clark, Novita dan Vega tak terlibat dengan semua ini, kau menyakiti orang yang kamu cintai Clark? bagaimana bisa kamu melakukan nya pada Vega. Aku tak setuju Vaela pasti akan sedih nantinya. "


"Kau pikir aku bodoh! aku tak mungkin menyakiti mereka, aku tak mau kehilangan orang yang kucintai lagi,"


"Lalu?"


Clark mendekatkan dirinya pada Jarel dan menjelaskan semua rencana yang sudah disusun nya pada Jarel.


"Sama saja bodoh, kau akan menyakiti Vega jika begitu,"


"Hanya sedikit, aku tak punya cara lain, pria itu harus merasakan sakitnya Jarel." ucap Clark keras kepala.


"Terserah padamu, aku hanya akan membantumu menyingkirkan pria itu, hubungan mu dengan Vega adalah urusan mu. Tapi ingatlah Clark jangan menyakiti nya terlalu dalam atau kau akan benar-benar kehilangan nya," ucap Jarel lalu merapikan bajunya dan hendak pergi ke rumah sakit.


"Aku akan ke rumah sakit, kau mau ikut atau tidak?"


"Heum, aku harus menjemput Vega," katanya.


Disisi lain Vega kini tengah diam duduk memperhatikan Vaela yang masih tertidur.


Vega meringis melihat keadaan Vaela sekarang. Kembali dia merasa bersalah karena tak ada saat di masa terpuruk Vaela. Ini salah Clark yang membatasi ruang gerakannya. Ingatkan Vega untuk memarahi pria itu nanti.


"Vaela maafkan aku, cepatlah bangun kita sudah lama tak mengabiskan wkatu berdua, aku merindukan masa saat kita masih bisa bebas tanpa kedua pria menyebalkan itu,"


Sejak Clark dan Jarel mendominasi mereka, keduanya memang sangatlah posesif dan tak bisa dibantah. Mereka sangat tegas dan selalu mengancam dengan hukuman, entah darimana Jarel dan Clark memiliki kesamaan itu.


"Aku tidak mau tau, pokoknya setelah kau sembuh kita harus bersenang-senang tanpa kedua pria gila itu," Vega berbicara sendiri dan membayangkan tempat yang akan mereka kunjungi nantinya.


"Siapa pria gila itu sayang,"

__ADS_1


Vega mamatung mendengar suara yang sangat dikenalinya.


Ternyata kedua pria yang sedang digibahi oleh nya sudah kembali.


"Kok kalian cepat sekali," protes Vega Karena menunda sesi cerita nya pada Vaela.


"Kau belum menjawab pernyataan ku sayang," ucap Clark mendekati Vega dan mengajaknya duduk di kursi seberang dekat Vaela.


Jarel menempati kursi yang diduduki oleh Vega. Dia mengucap syukur saat Vaela belum terbangun dari tidurnya. Sepertinya Vaela sudah lelah karena bisa dikatakan Vaela cukup menangis dengan waktu yang lama. Matanya saja masih membengkak sampai sekarang.


Jarel mengelus rambut Vaela lembut, kali ini dia harus mengetatkan pengawasan nya. Tak peduli lagi akan protesan Vaela, biarkan saja dia mengekang Vaela. Dia tak bisa jika harus kehilangan wanita itu.


"Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Vega yang merasa aneh dengan tatapan Clark saat ini.


Clark menatapnya begitu dalam dan lebih arti.


Clark tak menjawab dan malah memeluk Vega dengan erat.


"Aduh, jangan terlalu erat aku susah bernafas ," omel Vega.


Clark melonggarkan pelukannya sedikit tapi tak melepaskan nya. Dia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher gadisnya, seperti biasa dia akan menghirup wangi rambut Vega yang begitu candu untuknya.


Berada di dekat Vega membuat dia melupakan sejenak tentang masalah nya.Vega sekarang sudah menjadi rumah untuk Clark kembali.


"Ada apa? " tanya Vega yang merasa ada tidak beras pada Clark.


Jarel melihat kedua sejoli itu, kini dia yakin jika Clark tak akan menyakiti Vega.


"Tidak apa, hanya ingin biarkan Seperti ini sayang,"


Clark mengubah posisinya kini dia menidurkan badannya dengan Vega yang menjadi bantalan nya.


Clark meraih tangan Vega dan mengarah kan nya pada rambut nya. Vega mengerti dan akan kode itu dan mulai mengelus rambut Clark membuat Clark merasakan kenyamanan itu.


"Terimakasih sayang, tolong jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi," lirih Clark.


"Aku tidak akan pergi Clark, seharusnya aku yang mengatakan itu padamu. Kau bahkan belum menjelaskan apapun padaku tentang apa yang sedang kau sembunyikan,"

__ADS_1


"Maaf, nanti akan ku jelaskan," ucap Clark memeluk peluk Vega.


Tbc


__ADS_2