
"Alex,"
"Hm," dehem Alex sambil melanjutkan jalannya sedangkan Vaela yang sudah merasa lelah dan pegal di kakinya berhenti sejenak dengan memegang batang pohon sebagai tumpuannya.
Dirinya memeluk perutnya dan mengusap nya
"Baby lapar ya, mommy juga lapar sayang," ucap nya.
"Alex," panggil nya lagi dan kali ini berhasil pria itu berbalik dan menatap nya malas.
"Apa?" bentak nya.
"Aku lapar," cicit Vaela.
Alex menghela nafas lelah, salahnya yang tak memberi wanita itu makanan atau minum.
"Ck, kau memang nya tak makan dari rumah ha! merepotkan," ucap Alex.
"Bagaimana bisa aku mengisi perutku? saat aku bangun aku sudah ada di mobil. bersama pria bajingan seperti mu," ucap Vaela tersulut emosi, di sudah lapar dan pria itu masih sempat untuk memarahi dirinya.
"Lalu kau mau apa? kau lihat disini ada makanan, tak ada!" tekan Alex.
Mata Vaela membola, benar juga apa yang dikatakan oleh Alex lalu bagaimana nasib bayi di Perutnya.
__ADS_1
"Tapi aku lapar," rengek Vaela memegang perut nya yang sudah berbunyi.
"Ck, kau masih kuat berjalan tidak? aku akan mencarikan makanan siapa tau ada buah disekitar sini atau kau makan rumput saja,"
"Kau bisa menggendong ku kan, aku takut sendiri," ucap Vaela memberanikan diri mengatakan itu.
"Kau memang wanita yang merepotkan," kesal Alex namun tak ayal dia membungkuk kan badannya.
"Cepat naik!" desak Alex.
"Iya, marah marah Mulu," ucap nya yang didengar oleh Alex.
"Kubilang cepat naik dan jangan mengomel. Sudah kukatakan suaramu jelek," ejek Alex.
Vaela memutar bola matanya menanggapi Alex lalu dengan segera dia naik ke punggung pria itu sebelum dia berubah pikiran dan meninggalkan nya sendirian di hutan ini.
"Aku tidak, kau saja yang lemah, segini saja sudah kualahan," balas Vaela yang tak terima dirinya dibilang berat.
"Terserah,"
"Rambut mu wangi sekali, kau memakai shampo merek apa, ini berbeda dengan yang Jarel pakai," ucap Vaela sambil menghirup aroma rambut pria itu.
"Seleraku tentu saja yang terbaik, bukan seperti Jarel dan berhenti lah membahasnya jika bersamaku," balas Alex tak suka.
__ADS_1
"Baiklah maafkan aku, boleh aku memakai shampo milik mu?"
"Tidak boleh," tegas Alex.
"Pelit sekali, lagipula aku akan mendapatkan nya nanti saat kau sudah bertukar dengan Jarel," Vaela tertawa kemenangan.
"Hahahah, begitu? aku sudah menyimpan nya di tempat yang hanya aku tau sendiri," ucap Alex. Dia memang menyimpan barang pribadinya bahkan Jarel tak tau dia menyimpan nya Dimana saja.
Vaela menggeleng kan kepalanya tak percaya,
"Wah, aku tak menyangka kau seperti itu,"
"Tentu saja, aku tak suka jika milikku dipakai orang lain, aku tak suka berbagi dan kau harus tau itu," jelas Alex.
Vaela hendak membalas ucapan pria itu namun dia urungkan saat menemukan sebuah pohon apel yang cukup banyak berbuah .
"Alex, berhenti Alex," ucap nya menepuk punggung pria itu brutal.
"Hey apa yang kau lakukan, kau bisa jatuh bodoh!" marah Alex karena wanita itu bergoyang goyang.
"Hehe maaf, itu ada buah apel Alex, ayo cepat kesitu," tunjuk Vaela pada sebuah pohon.
Alex segera menuju kesana dan menurunkan Vaela perlahan takut wanita itu malah jatuh dan akan menyakiti bayinya.
__ADS_1
"Ayo panjat," pinta Vaela dengan mata yang berbinar.
TBC