Mr. Posesif

Mr. Posesif
Batal


__ADS_3

Vega tersentak kaget saat Clark menarik pinggangnya lagi, Clark semakin liar, mengecup, menyesap lehernya kuat hingga meninggalkan tanda kemerahan disana.


"Clark," lirih Vega, ini sama sekali tidak benar Vega masih memiliki kewarasan mereka belum menikah dan Vega tak mau melakukannya sebelum mereka menikah.


Clark yang sudah dikuasai oleh nafsu tak dapat berpikir lagi dengan sekali tarikan pria itu merobek baju Vega hingga kini gadisnya hanya memakai bra saja.


Matanya kian menggelap Clark membenamkan wajahnya di perut Vega hingga kini kedua tangannya sudah meremas benda bulat tersebut.


"Clark akh jangan,"


Brug


Dengan keras Vega menendang aset milik Clark hingga pria itu mengasuh kesakitan.


"Maaf, " ucap Vega merasa bersalah karena dia menendang terlalu keras.


Clark mendesis rasanya sangat sakit butuh beberapa menit hingga nyerinya sedikit hilang namun masih berdenyut-denyut apalagi dia sedang turn on.


Clark berdiri tegak dia masih menatap Vega yang ketakutan melihatnya. Clark meruntuki dirinya yang hilang akal dan kontrol.


Clark kembali mendekat membaut Vega berjalan mundur. Gadisnya menggelengkan kepalanya seakan tak mau hal aneh terjadi dia antara mereka lagi .


"Stop, jangan menghindar sayang," Clark berjalan ke arah Vega sakit sekali rasanya saat Vega menatap-nya dengan pandangan sayu dan takut kearahnya.


Clark mengambil bajunya yang berserakan lalu memakaikan baju tersebut ke tubuh Vega tak mungkin dia memakaikan baju Vega lagi karena baju gadis itu sudah dirobeknya tadi.


"Jangan menatap ku seperti itu sweet, maafkan aku. Maaf," sesal Clark .

__ADS_1


"Jangan lakukan itu lagi," cicit Vega .


"Tidak, aku akan melakukannya," ucap Clark yang membuat Vega melototkan matanya.


Clark terkekeh saat melihat kegelisahan di wajah Vega. "Jangan khawatir karena aku akan melakukannya saat kita akan menikah nanti. Tolong ingatkan aku," lanjut Clark .


***


Siang matahari begitu terik diluar hingga menerobos celah jendela membuat seseorang yang tengah tertidur lelap mengerjapkan matanya lantaran sinar matahari tersebut menganggu tidurnya.


"Sweet, tolong tutup jendelanya," Ucap Jarel yang masih setengah sadar sambil menutupi wajahnya dengan selimut.


Tidak ada jawaban apapun membuat lelaki itu heran hingga kini ia sadar jika Vaela tidak ada diranjang. Meraba sisi kanan tempat tidurnya namun nihil orang yang dicarinya tak ada disana.


Jarel mengusap wajahnya mencoba mengumpulkan nyawanya yang masih belum terkumpul semuanya.


Jarel pergi kekamar mandi


untuk bergegas membersihkan diri . Dia libur lagi hari ini.


***


Disisi lain Vaela tengah sibuk berkutat di dapur. Ini sudah menjadi kegiatan rutin baginya sejak kembali tinggal bersama dengan Jarel.


Walaupun kali ini Vaela sedikit kesiangan karena semalam dia tidur terlalu larut Karena menemani Jarel bekerja .


"Bahan makanannya sudah habis , lalu apa yang harus aku masak untuk sarapan. " gumam Vaela.

__ADS_1


Vaela kembali mengecek dan ternyata masih ada bahan untuk membuat pancake.


"Untung saja makasih ada buah-buahan dan susu serta pancake untuk pagi ini, "


Vaela berkutat dengan pekerjaannya dia melakukannya dengan pelan takut membangun kan Jarel yang masih tidur.


"Lah kok bisa gosong sih," kesal Vaela mana dia sudah lapar.


Vaela mencoba bersabar dan membuat Pancake percobaan kedua , menuangkan adonan ke teflon dan berharap kali ini pancake buatan nya tak hitam kembali.


Tanpa Vaela sadari Jarel sedang bersandar di Dinding melihat aktivitas Vaela.


"Apimu terlalu besar sweet, makanya pancake nya jadi gosong, " tiba-tiba saja Jarel memeluk Vaela dan mengecilkan kompornya.


"Astaga, kau mengangetkan ku, "


"Kau juga mengagetkanku dengan tiba-tiba tak ada dikamar, aku sudah pernah bilang bukan jangan beranjak jika aku belum bangun ,"


"Ya maaf, yasudah lepaskan aku sekarang, tak bisakah kau melihat aku sedang apa," kesal Vaela yang malah membuat Jarel semakin gemas.


"Tidak mau," tolak Jarel malah semakin mengencangkan pelukan nya.


"Baiklah, tapi biarkan aku melakukan sesuatu untukmu,"


Cup


"Morning kiss," ucap Jarel lalu menarik Vaela agar sedikit menyingkir dari kompor.

__ADS_1


"Duduklah, tunggu di meja makan biar aku yang melanjutkan,"


__ADS_2