Mr. Posesif

Mr. Posesif
I'm Alex


__ADS_3

Huft


Vaela menghembus kan nafasnya bosan karena sudah mengantuk .


Malam ini Vaela belum tidur padahal sudah waktunya untuk dirinya tidur.


Jarel biasanya menyuruhnya untuk tidur jam 10 malam dan tak boleh lebih dari itu. Pira itu akan selalu mengawasinya dan berada disampingnya, mengelus perut nya sampai dia tertidur.


Vaela melirik jam yang sudah jam 11 namun pria itu tak kunjung datang ke kamar mereka. Mulai dari siang dia belum melihat Jarel sama sekali.


"Sepertinya Jarel ada pekerjaan," gumam nya.


"Tapi kan aku gak bisa tidur, is biasanya Jarel nunggu aku tidur dulu,"


Vaela bangkit dari kasur dan menuju ruang kerja Jarel.


"Loh, kok dikunci sih," bingung Vaela. Untuk apa Jarel menguncinya.


"Jarel," panggil Vaela berulang kali namun saat pintu dibuka senyum yang sedari dia tampil kan kini memudar karena yang keluar dari ruangan itu bukan pria nya melainkan Jack yang yang menampilkan wajah panik.


Jack langsung menutup pintu nya dan menarik lembut tangan Vaela agar sedikit menjauh dari ruangan Jarel.


"Maaf nyonya," ucap Jack dan langsung melepaskan tangan Vaela.


Vaela masih sedikit geli mendengarnya, dia belum cukup terbiasa dengan panggilan nyonya, menurut nya itu terlalu tua untuk nya apalagi umurnya dengan Jack tak terlalu jauh.


"Ada apa Jack, kenapa membawaku kemari, aku ingin menemui Jarel."


Vaela ingin beranjak namun ditahan kembali oleh Jack.


"Em begini, apa tuan Jarel sudah pernah mengatakan tentang alter ego nya?"


Vaela mengerti, apa alter ego milik Jarel sudah muncul, lalu bagaimana jika dia membutuhkan Jarel, setiap hari dia akan selalu membutuhkan pria itu seperti sekarang .


"Jadi apa yang didalam itu Alex?" tanya Vaela.


Jack mengangguk. "Iya, nyonya ke kamar saja kembali, tuan sedang tidak dalam mood yang bagus,"

__ADS_1


"Tapi--, oke baiklah, tolong beri tahu aku jika Jarel sudah muncul kembali," lirihnya lalu melangkah kakinya dengan berat hati.


Jack menatap prihatin Vaela, dia mengerti sekali jika wanita hamil sangat ingin diperhatikan.


"Siapa?" Tanya Alex yang baru keluar dari ruangan Jarel. Tatapannya dingin dan datar.


"Bukan siapa-siapa tuan, hanya pelayan yang ingin mengantar makanan, saya bilang jika tuan sedang tidak ingi diganggu," " jelas Jack.


Alex terkekeh sinis, "Kau pikir aku bodoh! aku bukan Jarel ,"


"Maaf tuan," ucap Jack.


"Heum, kau boleh pergi sekarang sebelum aku berubah pikiran Jack," peringat Alex dan Jack tanpa banyak kata langsung segera bergegas pergi dari hadapan Alex.


Alex kembali masuk keruangan dan fokus pada PC dihadapannya.


Dia menyeringai saat melihat sesuatu yang tampil di layar.


"Wow, jadi Jarel sudah memiliki kekasih ya,"


Alex mengetuk - ngetuk jarinya menatap cuplikan cctv.


"Sepertinya dia bisa kujadikan mainan," ucap nya menyeringai. sambil menjilat bibirnya.


"Anggap saja ini sebagai imbalan karena aku membantumu Jarel,"


"Jangan menyakitinya, dia sedang hamil sialan,"


"Aku menyukainya Jarel, aku belum pernah mencoba berhubungan dengan wanita hamil, sepertinya akan nikmat," ucap nya.


 


Vaela menghembuskan nafas nya berkali-kali, dia sama sekali tidak bisa tidur.


Vaela kembali membalikkan badannya mencari posisi nyaman namun itu terulang berulang kali sebab dia memang tak bisa.


"Aku tak bisa tidur!" teriaknya Sambil menutup wajahnya menggunakan bantal.

__ADS_1


"Mau ku temani," ucap Alex yang baru tiba.


Vaela membuka matanya karena mendengar suara yang begitu dinantikan nya.


"Jarel?"


"No, i'm Alex," desisnya.


"Kau mau apa?" ucap Vaela meneguk ludahnya kasar.


"Kau! aku mau kau!" ucapnya dengan gairah yang tampak jelas dimatanya.


"Aku tak mau," Tolak Vaela.


""Aku tak butuh persetujuan mu, hei biarkan aku menjenguk nya hm? itu juga anakku kan, " ucapnya mendekat ke arah Vaela.


"Please don't" ucap Vaela mengeratkan selimut nya.


"Sorry, tapi aku menginginkan nya," ucapnya dengan kasar menarik selimut Vaela dan terjadilah hal yang akhirnya membuat seorang Alex sumringah. Akhirnya dia bisa merasakan itu.


Meski pemilik tubuh itu adalah satu tubuh tetap saja Vaela merasa tidak rela.


Setelah beberapa saat Vaela langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur dalam keadaan telungkup mengatur nafasnya yang memburu untuk menghirup oksigen sebanyak mungkin.


Alex juga ikut kelelahan ikut menjatuhkan tubuhnya dan berbaring disamping Vaela.


"Aku tak akan meminta maaf, salah kan dirimu yang begitu enak, istirahat lah!" titahnya.


"Bisa minta tolong," cicit Vaela dengan pelan.


"Ck apa?ucap Alex dengan suara yang sedikit meninggi karena dia hampir saja akan tertidur namun Vaela malam menganggu nya.


"Tidak jadi," ucap Vaela lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Alex.


"Dasar wanita!" ketus Alex lalu beranjak dan pergi dari kamar itu tanpa memperdulikan Vaela.


Dia memungut bajunya kembali dan memakai nya lalu berlalu begitu saja.

__ADS_1


TBC


__ADS_2