
Clark mengemudikan mobilnya dengan cepat agar sampai di rumah gadisnya. Apa-apaan itu? Vega tidak mau berbicara dengannya ? Apa Vega pikir dia dulu sehingga tidak dapat mendengar percakapan keduanya? Vega rupanya mulai nakal.
"Mom," sapa Clark setelah sampai dirumah gadisnya dan menemukan Nobita yang membukakan pintu .
"Astaga son, kau terlambat dia sudah pergi untuk mempersiapkan acara besok dia bilang ingin bertemu Vaela.'
Clark ingin menjauhkan rahangnya sekarang pasti Vega berniat menghindari dirinya.
"Apa kalian sedang ada masalah?" tanya Novita
"Hanya sedikit mom, dia pasti sedang merajuk," balas Clark.
"Ya jangan biarkan berlarut, jika ada masalah langsung diselesaikan dengan baik," ucap Novita .
"Tentu mom,"
***
Vega tersenyum manis menyapa host yang akan mewawancarainya setelah lama menunggu akhirnya hari ini tiba.
Vega berbicara lancar penuh percaya diri dihadapan banyak orang dan kamera yang menyorot dirinya.
Melempar beberapa pertanyaan padanya soal launching lipstik miliknya yang katanya terlalu tiba-tiba. Vega hanya tidak mau orang-orang tau list mimpinya bahan dia baru memberitahu Clark saat semuanya sudah dia persiapkan.
"Aku sudah menggilai lipstik sejak dulu, Aku hanya perlu lipstik agar aku lebih percaya diri lagi." ujar Vega pada seorang wanita yang mewawancarainya sekarang.
"Kau merasa bangga dengan pencapaian mu?
Tentu saja. Tapi tidak lupa dengan peran sahabatku yang mau aku repotkan selama ini." ucap Vega yang membuat Vaela memutar bola matanya malas.
"Memangnya bagaimana caranya menolak permintaan Vega jika sudah merengek pada nya maka tak ada yang bisa Vaela lakukan karena tidak mau ambil pusing.
__ADS_1
Vega memberikan senyum tips menyambut orang orang yang memberinya ucapan selamat sekaligus memuji lipstik miliknya.
"Wow Vega ,Congrast. I pround of you " ucap Vaela memeluk Vega.
"Terimakasih Vaela, eum perut mu semakin besar saja," ucap Vega dengan senyum menggoda
"Tentu saja karena ada calo anakku disana" ucap Jarel memegang perut Vaela
Selamat, aku tak pernah menyangka kau bisa membuat brand mu sendiri sangat bagus kau bisa mengalahkan Clark."
Mendengar nama Clark mood Vega turun dia masih kesal dan sekarang pria itu tak terlihat . Bahkan pria itu tak datang sama sekali.
"Jangan membahasnya," ucap Vega.
"Marahan lagi, CK aku tak mengerti dengan hubungan kalian," ucap Jarel yang diangguki oleh Vaela
Tanpa disadari mereka diujung sana ada Clark yang menatap Veganya dengan intens tak terletak satupun sejak wanitanya memulai acara nya.
"Sepertinya saat baby sudah lahir saja, padahal sebenarnya aku mau secepatnya agar aku bisa memakai baju yang seksi nanti pasti aku semakin gemuk dan butuh waktu untuk menurunkan berat badanku setelah baby lahir,"
"Ayolah sweet, kita sudah membicarakan ini heum. Bukannya aku tak mau menikahimu secepatnya. Demi Tuhan sweet aku sangat ingin mengikatmu jadi istriku aku hanya takut terjadi apa-apa dengan mu dan baby. Kamu akan kelelahan nanti."
Vega yang mendengarnya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar Jarel. Vega nampak setuju .
"Dengar kan kata calon suami mu saja Vaela, dia benar aku juga tak mau keponakan ku kenapa-napa," ucap Vega.
"Huft, kau sama saj dengannya," kesal Vaela menatap Vega yang malah mendukung Jarel bukan dirinya.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 10
__ADS_1
Baik Vega dan Clark yang baru saja Sampai tadi membersihkan riasan wajah dan dirinya.
Saat Vega akan pulang menaiki taksi dengan cepat Clark menghalangi gadisnya dan membawa Vega pulang bersamanya
"Bagaimana harimu sayang, apa menyenangkan kau terlihat senang tadi," ucap Clark memeluk Vega dari belakang seraya mencium leher gadisnya itu .
Vega diam dan ingin beranjak tapi itu tak dijadikan dengan mudah oleh Clark.
"Masih marah heum?" tanya Clark.
"Kau pikir saja sendiri," ketus Vega.
"Maaf, " Clark mencium bibir Vega lembut.
Vega tak menolak-nya karena dia terbuai oleh ciuman Clark yang lembut.
Hingga kini tangan Clark mengerayangi tubuh Vega dengan tangan-nya.
Sebelah tangannya digunakan oleh Jarel untuk menekan kepala Vega untuk memperdalam ciuman mereka.
"Euuhh," lenguh Vega yang membuat Clark semakin beringas saja . Kini ciumannya berubah menjadi kasar.
Clark melepas ciumannya dia menatap Vega yang terengah-engah sungguh dengan kondisi yang seperti ini Vega terlihat sangat menggoda.
Clark mengangkat Vega hingga kini kaki Vega melingkari pinggangnya.
Setelahnya Clark menghempaskan Vega diatas ranjang. Menindih tubuh Vega yang ada dibawahnya.
Clark membuka kancing atasnya dan kini pria itu sudah tak mengenakan atasan.
sedangkan Vega kini meneguk ludahnya kasar melihat tatapan gairah dimata Clark yang seakan ingin memakannya habis.
__ADS_1
TBC