Mr. Posesif

Mr. Posesif
Gelisah


__ADS_3

Huft


Helaan nafas terdengar dari Vaela. Masih jam 4 pagi dia terbangun dari tidurnya. Ada hal yang menganggu hatinya sekarang. Vaela menoleh pada tangan Jarel yang masih setia melingkar di pinggang-nya.


Vaela ingin sekali beranjak dan turun untuk meminum air hangat agar sedikit menjernihkan pikiran-nya tapi dia tak tega melihat Jarel yang masih tidur lelap. Takut tidur prianya akan terganggu.


Vaela akhirnya mencoba menekan keinginannya dan menutup mata kembali dengan harapan dia bisa kembali tidur dengan lelap.


Tapi nyatanya Vaela jadi tak bisa tidur kembali. Butuh 2-3 jam agar menunggu Jarel bangun karena biasanya pria itu akan bangun jam 6 atau jam 7 pagi.


Vaela akhirnya dengan sangat pelan menggeser tangan Jarel yang sedang melingkari perutnya.


Jarel yang memang sensitif dengan pergerakan atau suara langsung bangun saat itu juga .


"Eugh, sweet kau terbangun?" Jarel membuka perlahan matanya untuk mengumpulkan nyawanya.


"Maaf, aku jadi membangunkan mu," sesak Vaela.


Jarel menarik Vaela agar lebih dekat padanya.

__ADS_1


"Ada apa hm? kenapa hari ini bangun dengan cepat,"


"Tidak papa, aku hanya haus," balas Vaela.


Jarel tak percaya akan hal itu dia tau Vaela sedang berbohong sekarang.


"Aku tak suka ada yang kau sembunyikan sweet, katakan ada apa," ucap Jarel kini dengan nada datar.


Vaela yang tak dapat mengelak terpaksa harus memberitahu Jarel lagipula kemana lagi dia harus bercerita hanya ada Jarel yang bersamanya sekarang.


"Aku hanya sedikit gelisah memikirkan mom dan dad serta Devian. Itu saja," ucap Vaela.


"Tentu, tapi entah kenapa aku hanya gelisah saja aku merasa ada sesuatu yang terjadi . Pikiranku dari tadi hanya tertuju pada mereka, " jelas Vaela.


"Gimana reaksi dad ya saat tau aku tidak ada dikamar. Aku takut nanti mom kena amukan Daddy," lirih Vaela.


Jarel diam mendengarkan gadisnya mengeluarkan unek-uneknya sambil mengelus pelipis wanita itu.


"Begitu? Baiklah jangan dipikirkan aku akan menyuruh Jack untuk mengawasi mereka nanti. Jangan khawatir kau tau kan Daddy mu bagaimana dia pasti bisa mengatasinya."

__ADS_1


"Iya, terimakasih," ucap Vaela.


Jarel mendengus saat Vaela berterimakasih padanya. Selalu seperti itu padahal kan sudah seharusnya Jarel melakukan hal itu.


"Aish, sudah kukatakan jangan sellau berterima kasih padaku sweet, sudah tugasku untuk selalu untukmu dan menjagamu," Ucap Jarel yang lama-lama kesal karena setiap kali melakukan sesuatu untuk Vaela wanitanya itu akan selalu mengucapakan terimakasih padanya.


"Apa yang salah dengan itu, daripada aku tidak tau terimakasih," balas Vaela.


Jarel menatap Vaela datar. "Terserah kau sajalah, aku masih mau tidur. Kau juga harus tidur sweet masih jam 4 pagi," tegas Jarel.


"Tidur," ucap suara berat Jarel yang dominan yang dapat membuatnya langsung menurut tanpa protes.


Lima belas menit sudah Vaela memejamkan mata dengan Jarel yang masih berada diposisi yang sama. Ia tak bisa tidur, seberapa pun berusaha nya Vaela tetap saja mata sayunya tak bisa diajak kompromi.


Vaela pikir dia akan terjaga sampai pagi, tapi saat merasakan elusan lembut di kepalanya, mata Vaela mulai memberat dan perlahan akhirnya terpejam. Jarel yang masih terjaga merasakan nafas Vaela yang mulai teratur pun menghentikan kegiatannya yang mengelus puncak kepala wanitanya itu.


Jarel memajukan kepalanya melihat Vaela, setelah memastikan perempuan tersebut tidur, Jarelpun mengecupi pipi Vaela pelan, membaringkan dirinya kembali di samping Vaela seperti awal dan ikut tertidur


TBC

__ADS_1


__ADS_2