
Jarel mengehela nafas, setelah Vaela tertidur. Wanitanya baru saja tertidur setelah diberikan suntikan penenang karena Vaela menggila dan menjerit-jerit.
Jarel mencium bibir istrinya dengan lembut dan lama lalu pergi kekamar mandi ketika merasa jika badan nya terasa sangat lengket karena keringat, ia masih menaruh kepalanya dibawah guyuran air shower Sampai Jarel mendengar jeritan panjang.
"Jarelllll....!! Tolong aku... Tolong.... Hiks... Tidakkk!!!
Deg!
Itu adalah suara Vaela, suara dari istrinya yang telah ia nantikan sejak lama, senyum nya merekah begitu senang, tapi tak lama Jarel panik saat Vaela menjerit histeris disertai dengan barang-barang yang terbanting keras.
Tubuhnya yang hanya dia baluti dengan selembar handuk putih, kini menghampiri sosok mungil Vaela, jantung Jarel berdetak kencang kala Vaela tak menatap kosong kearah dirinya lagi.
Ini adalah sebuah kemajuan
Tubuh Vaela dia peluk dengan sangat erat, ia tidak peduli saat Vaela terus mencakar, mengigit atau menjerit dengan cukup keras . Jarel tidak perduli karena Jarel sudah cukup senang meski Vaela hanya menunjukkan reaksi histeris nya .
"Vaela, ini aku sweet, ini aku Jarel. Kau aman bersama ku," katanya berulang kali di telinga Vaela, wanita itu masih terus menjerit kala merasakan sakit di sudut bibirnya.
__ADS_1
Beberapa suster dan dokter segera datang dan membawa perlengkapan medis mereka meski dia tetap memeluk Vaela dengan erat.
"Pergi, dia baru sadar dari fase traumanya.,"
Dokter menggeleng kan kepala "Tuan Jarel, nyonya Vaela membutuhkan perawatan yang intensif untuk jiwanya, kumohon minggirlah biarkan kami memeriksa nyonya Vaela dan bayinya." balas dokter tersebut.
"INI PERTAMA KALINYA DIA MERESPON ! TIDAK BISA KAH AKU MENENANGKAN WANITA KU HAH! " bentak Jarel dengan sangat kasar hingga akhirnya semua yang ada disana hanya bisa diam menunduk lalu pergi dari ruangan Vaela.
"Sweet, aku Jarel sweet , hentikan kau bisa menyakiti bayi kita , shh... aku disini,"
Vaela masih menangis tetapi tak sehisteris tadi, ditatapnya seseorang yang ia harapkan sedari awal sudah datang untuk menolong nya .
Wajah Jarel berubah menjadi cerah dan senang , Vaela mengeratkan pelukannya sama seperti pria itu, dia mengecup berulang kali pelipis Vaela, sambil terus mengucap syukur pada Tuhan.
"Ya sweet, ini aku sweet heart," ujarnya tertawa senang karena Vaelanya kembali.
"Jarel hiks... di-dia menyentuh.. ," Jarel lantas menutup mulut Vaela, lalu mencium tubuh istrinya dari kepala hingga jari-jari kaki wanita itu dengan lembut , seolah didalam kecupannya ia berkata kalau setiap jengkal tubuh Vaela adalah milik nya seorang.
__ADS_1
"Aku tahu. aku tau sweet tapi aku tak perduli meski dia sudah menyentuhmu sekalipun aku akan tetap menyayangi mu sweet. Ada aku disini heum aku akan selalu bersama mu,"
Air mata Vaela meledak, bukan lagi sebuah tangisan histeris, ini adalah tangisan harunya.
"Dimana saja dia menyentuh dirimu sweet," ucap Jarel mendekatkan bibirnya ke bibir Vaelanya.
Cup
"Dia menyentuh ini kan, "Vaela mengangguk sambil terisak.
Cup
cup
"Sudah heum , aku sudah menghilangkan jejak nya. Dimana lagi sweet ,"
Vaela menunjuk lehernya dan ternyata masih terdapat bekas keunguan disana akibat ulah Max di lehernya yang langsung di isap oleh Jarel dengan lembut nya
__ADS_1
"Kumohon jangan tinggalkan aku Jarel hiks, maafkan aku membiarkan nya menyentuhku his. Maafkan aku, "lirih Vaela.
"Sweet, aku tak akan pernah meninggalkan mu, aku tidak akan meninggalkan mu sweet. Aku mencintaimu."